Bila, berawal dari Hobi lahirlah Zaco.id

Board Meetings: One of the best Type regarding Connecting to get Snowboard Affiliates
5 July 2019
What Absolutely Everyone Is Saying About Antivirus 2019
7 July 2019

Hijab merupakan kebutuhan dasar dalam berpakaian para wanita muslim. Dengan berkembangnya teknologi dan sistem informasi membuat hijab yang ada menjadi lebih bervariatif dan mengikuti arus mode. Indonesia yang didominasi mayoritas penduduknya beragama Muslim menjadikan potensi penjualan hijab ini sangat besar. Hal inilah juga yang dirasakan oleh Nabila Aprillia seorang mahasiswi jurusan Ilmu Ekonomi Angkatan 2016 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Berdagang sepertinya sudah mengalir dalam diri seorang Bila panggilan akrabnya. Berawal dari hobi berdagang sejak kecil ia mulai memasarkan hijab buatannya pada saat momen foto tahunan pada masa sekolah SMANya. Dia membuat hijab karena pada saat itu teman sekolahnya banyak membutuhkan hijab berbahan satin untuk foto semi formal. Berbekal modal dari hadiah lomba foto di sekolahnya dia nekat untuk membeli bahan dari Batu rumahnya menuju pasar besar mencari supplier kain dan menjahitkan kepada tukang jahit didekat rumahnya. Dari hasil itu dia mulai berfikir bahwa bisnis ini akan menjanjikan kedepannya.

Dengan dukungan dari orang tua dan menggunakan brand Zaco.id, Bila mulai memasarkan hijab buatannya. Penjualan yang dia lakukan lebih mengarah pada endorse influencer dan promosi dari mulut ke mulut. Hal inilah yang Bila konsisten tekuni sehingga bisnisnya bisa bertahan dari tahun 2015 hingga sekarang. Selain itu dia juga menjual produk yang sedang tren seperti pashmina Rawis serta wana yang netral seperti putih hitam dan warna-warna pastel. Di beberapa kesempatan dia juga sering mengikuti pameran fashion seperti Brawijaya Fashion Week. Penjualan melalui sosial media Instagram menjadi salah satu cara Bila untuk memperkenalkan produknya agar dikenal di khalayak umum.

Shodaqoh dan pantang menyerah adalah kunci Bila menjalani usaha ini. Meskipun omset yang diraih dia mencapai puluhan juta dia tetap menyisihkan 2,5% untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Selain itu dia tetap menerima masukan dan tidak menghiraukan pihak-pihak yang berusaha menjatuhkan brandnya. Dia selalu berusaha menampilkan foto asli dari produknya dibandingkan online shop lain yang mencuri foto dari online shop lainnya. “Inovasi juga penting untuk melihat apa yang diinginkan konsumen saat ini”, tutup Bila. (fz)

Nauval Fais
Nauval Fais
Reporter Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Leave a Reply