Usaha mengakomodasikan subyek penilaian aset (akuntan) dan lingkungan akuntansi kedalam konstruksi metodapenilaian aset tidaklah sesederhana seperti melekatkan atribut/ nilai pada sebuah benda atau entitas bukan manusia. Uraian tentang hakikat manusia utuh menunjukkan bahwa manusia terdiri dari multi elemen, kompleks dan saling terintegrasi. Oleh karena itu, dalam proses pelekatan atribut/nilai pada karakter akuntan dan lingkungan akuntansi adalah paradigma mahasiswa utuh. Pendekatan akuntansi modern (konvensional) yang memandang bahwa akuntan sebatas hakikat manusia secara fisik dan bisa diatur atau dikendalikan hanya dengan kode etik dan standar, sudah selayak dikikis. Praktik akuntansi tidak sehat merupakan indikator yang sangat jelas kegagalan pendekatan yang dijadikan dasar pembangunan akuntansi khususnya metoda penilaian aset selama ini.

Hal tersebut disampaikan oleh AANB Dwirandra dalam penelitiannya yang berjudul “Rekonstruksi Metoda Penilaian Aset dengan Filosofi Tri Hita Karana”. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi metoda penilaian aset dengan filosofi THK.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realitas akuntansi menunjukkan bahwa subjek penilaian aset (akuntan) dan lingkungan akuntansi sangat menetukan pelekatan atribut/nilai pada aset. Akuntan memang sebuah profesi dengan pengetahuan dan pengalaman yang dilengkapi SAK dan kode etik, namun realitas meunjukkan bahwa sangat sulit bagi dirinya melaksankan profesionalitas dengan sempurna. Hal ini tidak terlepas karena melekat pada dirinya sifat keterbatasan sebagai manusia pada umumnya. Keterbatasan akuntan ini ditekan lagi oleh lingkunagn akuntansi yang sarat konflik kepentingan dan sangat berpotensi mereduksi profesionalitas akuntan bahkan sampai titik nadir.

AANB Dwirandra mempresentasikan hasil penelitiannya tersebut pada ujian disertasi yang berlangsung secara tertutup di Ruang Sidang Utama Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya pada Senin (8/8). Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan tim Dosen Penguji, AANB Dwirandra dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Akuntansi.