FEB UB Awali Rangkaian Dies Natalis ke 56 dengan Tasyakuran

Elegi di Balik Daya Saing Global
3 October 2017
(Indonesia) Universitas Brawijaya Resmi Melakukan Kerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan
4 October 2017

Kemarin (03/10) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya mengawali rangkaian acara Dies Natalis yang ke 56 dengan tasyakuran dan ceramah agama di Aula Gedung Utama lantai 3 FEB UB. Acara tasyakuran yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini juga turut mengundang anak yatim dari Yayasan Yatim Kalimosodo. Dalam sambutannya, Misbahuddin Azzuhri, SE., MM., CPHR., SCRS. selaku ketua pelaksana Dies Natalis 56 menjelaskan tema yang diangkat dalam Dies Natalis ke 56 ini yaitu Semangat Lintas Generasi, mengingat bahwa ada satu misi menghimpun segala potensi dan kekuatan dari seluruh generasi yang penah membesarkan nama FEB UB. Beliau juga menjelaskan filosofi logo dan rangkaian-rangkaian yang akan diadakan beberapa bulan ke depan. “Acara Dies Natalis 56 FEB UB akan dilaksanakan mulai bulan Oktober sampai Januari, diawali dengan Khotmil Qur’an dan Tasyakuran, kemudian seminar nasional, kegiatan-kegiatan seni dan olahraga, gala dinner dengan mengusung tajuk Alumni Pulang Kampus, dan ditutup dengan jalan sehat”tutur Misabahuddin Azzuhri.

 

Setelah dibuka dengan pembacaan kalam ilahi dan sambutan Ketua Pelaksana, dilanjut dengan sambutan Dekan FEB UB, Nur Kholis, Ak., Ph.D., CA. dan tausiyah oleh Drs. Zainal Arifin, M.Ag. Dalam tausiyahnya, beliau mengungkapkan bahwa Bulan Muharrom adalah bulan yang mulia dan bulan yang muhasabah. Maka ada beberapa hal yang perlu dimuhasabah atau dievaluasi diantaranya adalah muhasabah an-nafs (evaluasi terhadap diri sendiri), muhasabah ‘anil mal (evaluasi terhadap harta), muhasabah ‘anil a’mal (evaluasi terhadap amalan), dan muhasabah ‘anil aliyah (evaluasi terhadap keluarga kita).

Drs. Zainal Arifin, M.Ag. juga menyebutkan beberapa hal yang dapat mebuat Arasy Allah goncang. Yang pertama adalah ketika anak yatim menangis atau ada yang mendzolimi, kedua adalah maulid nabi, ketiga adalah apabila ada orang bercerai tanpa sebab, dan terakhir adalah saat ada janda yang ditinggal mati suaminya, akan tetapi ia begitu menderita. Beliau juga menjelaskan tentang adab saat menerima tamu, dimana saat ada yang salam harus dijawab dengan lengkap, menyambut dan disuguhi dengan yang baik-baik, mengusahakan untuk tidak melihat jam, memasang wajah yang ceria saat tamu datang, dan mengobrolkan sesuatu yang bersangkutan atau sesuai dengan tamu.

Setelah acara tausiyah berakhir dilanjutkan dengan pemberian santunan anak yatim dan pemotongan tumpeng oleh Dekan FEB UB didampingi Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2, Wakil Dekan 3 dan Ketua Pelaksana sebagai simbolis pembukaan rangkaian acara Dies Natalis 56. Selanjutnya acara diakhiri dengan sesi ramah tamah, dimana para tamu yang hadir dipersilahkan untuk makan bersama.

Fiki Putri
Fiki Putri
Reporter Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Leave a Reply