Harumkan Almamater, BEC FEB UB Raih 3 Medali Emas dalam Ajang 7th Bali International Choir Festival

MAHASISWA FEB UB TOREHKAN PRESTASI DALAM AJANG PEKSIMA TINGKAT UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN 2018
27 July 2018
KM FEB UB Persiapkan Program Pembinaan Bagi Mahasiswa Baru
31 July 2018

Malang – Lagi-lagi BEC FEB UB berhasil torehkan prestasi. Tidak tanggung-tanggung, mereka meraih 3 medali emas sekaligus dalam kompetisi 7th BICF di Bali pada Selasa-Sabtu (24/7-28/7). Dalam kompetisi tingkat internasional ini, mereka mendapatkan Medali emas di kategori Championship Folklore dengan skor 85,92, kategori Folklore dengan skor 33,05, dan kategori Mixed Youth dengan skor 32,40.

Kompetisi yang diikuti oleh berbagai negara di dunia, mulai dari Canada, China, Indonesia, Japan, Latvia, Lithuania, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Philipines, Poland, Singapore, South Korea, Thailand, USA, dan Venezuela ini merupakan event paduan suara tahunan yang diselenggarakan oleh Bandung Choral Society (BCS), yang mempertemukan tim paduan suara dari Indonesia maupun luar negeri, baik yang baru maupun yang sudah lama dibentuk.

Event ini menghadirkan dewan juri dari Indonesia dan luar negeri, seperti Miguel Felipe (USA), Catharina Leimena (Indonesia), Moe Naing (Myanmar), Karen Grylls (New Zealand), T.J. Harper (USA), Maria Guinand (Venezuela), Heechul Kim (South Korea), Saeko Hasegawa (Japan), Pearl Shangkuan (USA), Zechariah Goh (Singapore), Jae Joon Lee (South Korea), Avip Priatna (Indonesia), Daud Kosasih (Indonesia), Andreas Sugeng (Indonesia), Anna A. Poquero (Philippines), dan Joy Hirokawa (USA).

Nurrohmat Agung Kuswoyo (Akuntansi 2016) menceritakan bahwa ia bersama 29 singers dan seorang konduktor bernama Anton Muliono Sianipar telah mempersiapkan diri sejak bulan Februari untuk mengikuti event ini. Mereka membawakan lagu Dawn (Eric William Barnum) dan The Inn (Algimantas Brazinskas) dalam Mixed Youth Competition, Kaisa-Isa Niyan (Nilo Alcala) dan Benggong (Arr. Ken Steven) dalam Folklore Competition, dan satu lagu tambahan, yaitu Lingsir Wengi (Amillio Fahlevi) saat Folklore Championship.

Agung menceritakan bahwa ia dan tim sempat pesimis untuk masuk babak championship, terutama di kategori Folklore. “Pesimis di Folkore, karena itu kategori yang paling berat, tapi ternyata yang masuk championship di kategori Folklore”paparnya. Meski sempat pesimis, pada akhirnya tim BEC FEB UB berhasil mendapat medali emas di kategori tersebut.

Banjir tangis dan haru bahagia terjadi saat Awarding and Closing Ceremony di Gong Perdamaian, karena tak disangka sama sekali mereka berhasil membawa pulang 3 medali emas sekaligus di event internasional yang sangat bergengsi ini. Padahal sebelumnya mereka mengira hanya akan membawa pulang medali perak. “Benar-benar tidak menyangka mendapatkan medali emas”tutur Agung.

Agung berharap BEC FEB UB semakin solid, semakin berprestasi ke depannya, dan bisa berpartisipasi di lomba paduan suara internasional lainnya.

Fiki Putri
Fiki Putri
Reporter Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan