JIE Talks : How to Get a Scholarship in United Kingdom

Mengenal Manajemen Operasional dan Treasury Perbankan Dalam Menghadapi Dinamika Industri Perbankan
30 June 2018
Jepitan Moneter dan Fiskal
2 July 2018

MALANG – Dewasa ini ada banyak sekali pilihan yang dapat diambil oleh seorang lulusan strata satu setelah ia menyelesaikan pendidikan jenjang sarjananya. Ada yang memutuskan untuk berkarir dengan bekerja di perusahaan, ada yang memilih untuk mengabdikan diri kepada negara dengan bekerja pada sektor publik, ada yang memilih untuk mengembangkan bisnis yang telah digelutinya semenjak masa kuliah, dan tentunya ada juga yang memilih untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi guna mendapatkan ilmu yang lebih komprehensif. Semua itu merupakan pilihan yang dapat dijalani oleh mahasiswa tersebut. Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk menempuh pendidikan pada jejang magister, mahasiswa akan berhadapan dengan dua pertanyaan utama yang harus dijawabnya. Pertama-tama, dimanakah ia akan melanjutkan studinya tersebut, apakah akan menempuh pendidikan pada perguruan tinggi dalam negeri ataupun perguruan tinggi luar negeri. Kedua, bagaimana ia akan membiayai pendidikan magisternya, apakah akan menggunakan dana pribadi (self funded) ataukah akan mengambil beasiswa (scholarship).

Dalam JIE Talks yang dilaksanakan pada 2 Mei yang lalu, International Undergraduate Program atau IUP FEB UB kembali menghadirkan dua orang narasumber yang telah menyelesaikan pendidikan magisternya di negara Inggris Raya. Kedua orang tersebut ialah Ibu Riyandi Saras Anggita, SE., MSc dan Ibu Arum Prasasti, SE., Msc. Untuk Ibu Saras, beliau merupakan seorang lulusan dari University of Nottingham dan seorang awardee Chevening Scholarship batch 16/17. Sedangkan Ibu Arum, beliau merupakan seorang lulusan dari University of Leicester dan juga awardee dari beasiswa LPDP batch 15/16. Yang membanggakan dari dua orang narasumber tersebut ialah, Ibu Saras merupakan seorang alumni dari FEB UB, tepatnya dari jurusan Ilmu Ekonomi, yang mengambil studi Master pada bidang ekonometrika, sedangkan Ibu Arum juga merupakan alumni dari jurusan Manajemen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Aula Gedung F lantai 7 FEB UB.

Pada sesi yang pertama, Ibu Saras menjelaskan tentang bagaimana ia bisa mendapatkan beasiswa Chevening dari pemerintah Inggris. Menurut beliau, seorang applicants yang layak untuk lolos dalam seleksi Chevening ialah seorang yang mempunyai kompetensi diri dan mempunyai keinginan yang kuat untuk berkontribusi bagi Indonesia. “Sangat jelas, bahwa mereka akan memberi penilaian lebih terhadap kandidat yang bisa menunjukkan potensi dirinya dan seberapa besar kecintaannya terhadap Indonesia sendiri”, ungkap Ibu Saras. Selain itu Ibu Saras juga menekankan terhadap pengalaman leadership yang dimiliki oleh calon mahasiswa. “Alasannya ialah, dengan memiliki pengalaman kepemimpinan yang mumpuni, maka disitu kita akan terlihat bahwa kita bisa memanajemen diri dengan baik. Selain itu, awardee pun diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung bagi hubungan baik Indonesia dan negara Inggris Raya”, pungkasnya.

Selain itu, senada dengan Ibu Saras, Ibu Arum pun berbagai pengalamannya tentang beasiswa LPDP yang telah didapatkannya pada tahun 2015. Menurut beliau, seorang awardee LPDP harulah mempunyai karakter baik yang kuat. “Salah satu fokus utama dari LPDP ialah character building dari calon awardee-nya. Karena character building tersebut akan mengajarkan mahasiswa untuk bisa survive di negeri orang”, ujar Bu Arum. Selanjutnya beliau juga menjelaskan mengenai kriteria kandidat yang dicari oleh LPDP, IPK minimal 3 menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh calon awardee. Selanjutnya, LPDP juga sangat ketat terhadap persyaratan bahasa asing. Toefl IBT atau IELTS Test dengan minimal skor 6.5. Kemudian, kandidat haruslah seorang yang aktif dalam berorganisasi. “Tidak apa-apa apabila kamu hanya tergabung dalam sedikit organisasi, tetapi asalkan kamu bisa fokus dalam organisasi tersebut, dan jiwa leadership-nya muncul”, pungkas Ibu Arum. Serta yang paling penting ialah kontribusi yang akan diberikan oleh kandidat sepulangnya dari menempuh pendidikan. “ Nanti kamu akan ditanya, kalau nanti kamu pulang, kamu mau ngapain buat Indonesia? Hal ini harus jelas dipikirikan oleh kandidat sebelum ia diterima oleh LPDP”, ujar Ibu Arum.

Arvin Sujitno
Arvin Sujitno
Student in Faculty of Economics and Business Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan