KM FEB UB Persiapkan Program Pembinaan Bagi Mahasiswa Baru

Harumkan Almamater, BEC FEB UB Raih 3 Medali Emas dalam Ajang 7th Bali International Choir Festival
30 July 2018
Mahasiswa FEB UB Berdayakan Kaum Difabel Melalui Gerakan Difabel Movement : Metamorphose Home
31 July 2018

MALANG – Sebagai salah satu fakultas tertua dan terbesar yang ada di Universitas Brawijaya,  FEB UB setiap tahunnya menerima ribuan mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah dipenjuru negeri. Mereka yang  telah menjatuhkan pilihannya kepada FEB UB turut serta membawa segudang impian yang menunggu untuk diwujudkan. Selain itu para mahasiswa baru juga mempunyai alasan tersendiri mengapa mereka memilih FEB UB sebagai tempat menuntut ilmu. Salah satunya karena FEB UB terkenal memiliki kualitas pengajaran serta reputasi akademik yang baik.

Menjelang kedatangan mahasiswa baru, KM FEB UB juga turut berbenah diri guna menyambut datangnya sang penerus bangsa. Melalui panitia REVOLUTION 2018, KM FEB UB berusaha untuk menyajikan program pengenalan lingkungan dan pembinaan karakter bagi mahasiswa baru. Menurut Guritno Arivaan Prastama (Akuntansi 2016) selaku koordinator acara, pada tahun ini setidaknya ada tujuh nilai utama yang dibawa oleh panitia, yaitu Religiusitas, Intelektualitas, Nasionalisme, Inovatif, Kepedulian, Etika, dan Integritas. Selain itu dalam pelaksanaan hingga bulan November kedepan, panitia juga telah menyiapkan rangkaian acara yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru, seperti Revolution Centre, Wonderful KM FEB UB, Reborn of Winner, dan akhirnya ditutup dengan Revolution Golden Night.

Hingga menjelang upacara kedatangan mahasiswa baru, panitia Revolution pun juga terus mengadakan latihan rutin guna mematangkan konsep acara dan bentuk kegiatan pembinaan nantinya. Hal ini terlihat dengan gencarnya latihan marching dan baris-berbaris yang diadakan setiap sore di lapangan parkir bawah FEB UB. Tidak lupa panitia juga mengadakan upgrading yang bertujuan guna menjalin keakraban dan mengeratkan  antarpanitia. Di lain pihak, dengan seringnya frekuensi latihan, juga menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Tetapi, hal itu dijelaskan oleh Pras sebagai wujud pengorbanan dari panitia. “Jadi meskipun kami merasa lelah dan capek karena terus menerus latihan. Tetapi ketika dijalani dengan keikhlasan, maka pada akhirnya kami pun juga merasa puas, karena kami dapat menyambut dan melayani adik-adik mahasiswa baru dengan kegiatan yang berkualitas serta sarat akan makna”, sambung Pras.

Arvin Sujitno
Arvin Sujitno
Student in Faculty of Economics and Business Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan