ISS 2018, Program FEB UB Kembangkan Ekonomi Lokal

Mengapa Impor (Lagi)?
30 January 2018
Penyampaian Program dan Kegiatan, FEB UB Gelar Raker
1 February 2018

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) memiliki program unik yaitu International Summer School (ISS) yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. ISS merupakan program Short Course yang diarahkan untuk mengenalkan potensi ekonomi Indonesia kepada mahasiswa-mahasiswa dari seluruh dunia.

Pada tahun 2018 ini sebanyak 19 Mahasiswa, dan 1 Profesor, dari Faculty of Agriculture and Commerce, Lincoln University mengikuti program ISS selama dua minggu intensif di FEB UB.

Program ini didesain dengan penyajian materi sebanyak 30% di kelas, dan kunjungan lapang (field trip) sebanyak 70%. Hal ini dilakukan agar mahasiswa mampu memahami secara langsung di lapangan atas realitas yang terjadi di dalam perekonomian Indonesia.

Dekan Faculty of Agriculture and Commerce, Lincoln University, Prof Hugh Brisby, menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan perdagangan bilateral dari Indonesia dan New Zealand yang lebih kuat.

Di awal kedatangannya, peserta ISS diajak untuk menikmati Kota Malang dengan menggunakan Bus Pariwisata Macito Pemerintah Kota Malang, mengunjungi Museum, Pasar Splendid dan Alun-alun.

Selanjutnya, perjalanan dilakukan ke Kampung 3G (Go Green Glintung) untuk melihat sebuah inovasi sosial yang mampu sukses membawa Kota Malang mendapatkan penghargaan tingkat Internasional di Tiongkok. Dalam hal ini, peserta ISS mengakui inovasi sosial inilah yang akan diaplikasikan di New Zealand khususnya dalam pengembangan urban farming.

Pada kegiatan ini para peserta short course juga diajak mengunjungi ke beberapa wilayah remotes di Malang Selatan untuk melihat potensi-potensi pertanian, pariwisata pantai dan bakti sosial di Sekolah Dasar. Peserta ISS sangat terkesan dengan perjalanan tersebut serta penerimaaan yang sangat ramah atas masyarakat sekitar terhadap mereka.

Selanjutnya, perjalanan dilakukan ke Kampung 3G (Go Green Glintung) untuk melihat sebuah inovasi sosial yang mampu sukses membawa Kota Malang mendapatkan penghargaan tingkat Internasional di Tiongkok. Dalam hal ini, peserta ISS mengakui inovasi sosial inilah yang akan diaplikasikan di New Zealand khususnya dalam pengembangan urban farming.

Pada kegiatan ini para peserta short course juga diajak mengunjungi ke beberapa wilayah remotes di Malang Selatan untuk melihat potensi-potensi pertanian, pariwisata pantai dan bakti sosial di Sekolah Dasar. Peserta ISS sangat terkesan dengan perjalanan tersebut serta penerimaaan yang sangat ramah atas masyarakat sekitar terhadap mereka.

Hal yang menarik yang tidak mereka temui di New Zealand adalah berkembangnya ekonomi digital, khususnya Gojek, yang telah membantu mereka dalam menemukan kuliner-kuliner lokal yang sangat menarik serta fasilitas transportasi yang memudahkan mobilitas mereka dalam bepergian.

Dalam hal ini, mereka sangat positif dan percaya bahwa Indonesia akan menjadi negara yang besar dan maju sebagai dampak dari perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Untuk mengenalkan kuliner, program ISS juga mengajarkan beberapa makanan khas Indonesia kepada mereka. Selain itu, ada program wisata yang dilakukan di beberapa titik pariwisata di Kota Batu, seperti Jatim Park dan wisata lainnya.

Program ISS ini didesain dengan memadukan model pembelajaran di kelas dan field study, dimana para peserta berkewajiban membuat presentasi di akhir acara. Peserta juga diajak untuk mengenal budaya lokal di Indonesia.

Dampak lain dari program ini adalah semakin dikenalnya produk-produk UMKM asli Indonesia yang unik, seperti sepatu kulit, jam tangan kayu, wayang dan beberapa model souvenir lainnnya sebagai buah tangan yang mereka bawa kembali ke New Zealand.

Dekanat FEB UB berharap semoga program ISS ini dapat terus berkembang, dan menjadi jembatan kerjasama perdagangan yang mutual antara Indonesia dengan New Zealand. Serta mampu meningkatkan kerjasama yang lebih erat antara FEB UB dengan Lincoln University sehingga akan muncul program-program lain yang bisa meningkatkan kemampuan networking dan wawasan bagi para mahasiswa FEB dan Lincolin University, New Zeland.

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan

Tinggalkan Balasan