JIE Talks : Mastering Public Speaking 4.0 for Economist

Bagaimana DAK?
21 March 2019
Upgrading PKM MABA Goes To Rector Cup Langkah Awal Menuju Kemenangan
24 March 2019

Sesi Foto Bersama

Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya kembali menggelar sebuah agenda JIE Talks pada hari Jumat pagi (22/03/2019) di Aula Lantai 7 Gedung F FEB UB. Tema kegiatan kali ini adalah “Mastering Public Speaking 4.0 for Economist” dengan menghadirkan pemateri yang telah expert dibidang komunikasi yakni Bapak Dedy Marquis serta Ibu Maulina Pia Wulandari.

Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi

Agenda ini dibuka oleh Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi, Dr.rer.pol. Wildan Syafitri, SE.,MEc. Beliau juga menyampaikan beberapa hal yang terkait mengenai public speaking.Public Speaking sangat diperlukan untuk meningkatkan jiwa entrepreneur kita, karena Universitas Brawijaya terkenal sebagai Entrepreneurial University. Dan, kemampuan public speaking ini juga penting untuk menambah kepercayaan diri”, ujar beliau.

Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Dedy Marquis dengan sangat bersemangat. Beliau membuka materi dengan meminta untuk seluruh peserta berdiri dan mengikuti gerakan yang beliau lakukan beserta diiringi dengan musik. Setelah sesi pemanasan selesai, yang mana bertujuan agar peserta tetap fokus dan selanjutnya barulah masuk pada inti materi.

Sesi Materi Bapak Dedy Marquis

Disampaikan oleh Bapak Dedy Marquis, bahwa penting bagi seorang public speaker untuk mengetahui siapa audience yang akan dihadapi. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan diri bagi public speaker dengan audience, yang termasuk di dalamnya adalah mengenai pakaian, intonasi dan cara bicara. Selain itu, terdapat 4 teknik opening yang dapat digunakan oleh seorang public speaker dalam menghadapi audience, yakni :

  • Dengan menggunakan cerita ilustrasi;
  • Memulai dengan sebuah pertanyaan;
  • Intro dengan menggunakan data;
  • Bisa juga mengawali dengan lelucon.

Namun, beliau mengingatkan bahwa teknik yang ke empat ini jangan terlalu berani diambil apabila kita tidak memiliki kemampuan yang spesial dalam hal bercerita lelucon, karena yang ada malah nantinya kita yang menjadi bahan lelucon ketika berada di panggung.

Selanjutnya, lebih umum mengenai ilmu berkomunikasi perihal menjadi seorang dominator ataupun seorang follower. Contoh saja ketika berkomunikasi dengan lawan bicara, pada saat ingin menjadi seorang dominator maka tataplah mata kiri lawan bicara anda dengan mata kanan anda, selain itu cara berdiri yang dominan dengan kaki kanan di depan menandakan bahwa ia seorang dominator, begitu pula sebaliknya. Namun, beliau berpesan bahwa agar komunikasi berjalan efektif, lebih baik kita menjadi seorang follower terlebih dahulu, baru setelah cocok kita menjadi seorang dominator.

Sesi kedua, materi dibawakan tidak kalah luar biasa oleh Ibu Maulina Pia Wulandari. Beliau bercerita bahwa untuk menjadi seorang public speaker yang handal tentu tidak bisa instan. Perlu dikembangkan sedini mungkin dan tentu perlu pengalaman sebagai jam terbang untuk mematangkan diri.

Sesi Materi Ibu Maulina Pia Wulandari

Menjadi seorang public speaker perlu mengerti mengenai strategi 3B, yaitu Brain, Beauty, and Behavior. Brain bermakna sang speaker harus memiliki wawasan mengenai topik yang akan dibahas, dan siapa audience yang dihadapi. Public speaker juga tak hanya perlu mengerti tentang topik yang dibahas, namun juga memerlukan fashion knowledge, makeup knowledge, dan mengetahui bagaimana menunjukkan strengthness-nya untuk menutupi weakness-nya yang diringkas menjadi sebuah pengetahuan Beauty. Yang terakhir adalah behavior, yakni mengenai pentingnya gestur tubuh untuk menarik dan dekat dengan audience, serta kita bisa memvisualisasikan pesan-pesan penting agar mudah ditangkap.

Tak luput juga strategi 3P (Planning, Practice, Perform) yang perlu diketahui oleh sang public speaker. Dimana seorang public speaker harus mendesain segala sesuatunya, dan melakukan hal tersebut dengan hati-hati. Ditambah lagi dengan seringnya berlatih, yang paling mudah tentu berlatih di depan kaca. Lalu, sebagai bahan evaluasi dalam perform, kita dapat merekam segala hal yang kita lakukan.

Peserta acara, juga berkesempatan untuk bertanya kepada pemateri yang telah handal. Beberapa pertanyaanpun telah terjawab dan peserta sangat antusias dengan acara ini dilihat dari terisi penuhnya kursi di Aula Gedung F FEB UB tersebut. Acara ini ditutup dengan penyerahan vandal kepada pemateri yang diserahkan langsung oleh Bapak Aji Purba Trapsila, yang dilanjutkan dengan foto bersama seluruh elemen yang hadir pada kegiatan ini.

Fahmi Prayoga
Fahmi Prayoga
Reporter Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan