KADIKSUH 2018

SOSCAMP 2018
28 December 2018
SHARING KM BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2018
28 December 2018

Realita pendidikan di Indonesia dapat dikatakan tidak merata, hanya masyarakat mampu yang dapat menempuh pendidikan tinggi dan layak. Layak dalam artiannya adalah pendidikan formal yang memiliki fasilitas lengkap. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu, mereka dapat menempuh pendidikan formal seperti yang lainnya. Akan tetapi, mereka tidak mendapatkan fasilitas yang sama atau lebih tepatnya kelengkapannya. Ini semua disebabkan karena mahalnya pendidikan di Indonesia. Banyak juga anak-anak di Indonesia yang tidak dapat menempuh pendidikan formal karena mahalnya biaya pendidikan dan mereka harus bekerja lebih awal demi membantu orang tua untuk mencari uang. Oleh karena itu, peran mahasiswa sebagai agent of change berperan penting dalam usaha perbaikan pendidikan di Indonesia demi mewujudkan anak Indonesia cerdas tanpa adanya kendala biaya.

Departemen Sosial Masyarakat dan Lingkungan Hidup BEM FEB UB mengkaji dan melihat realita yang ada dan mencoba membantu dengan mengadakan kegiatan rutin Kakak Adik Asuh (Kadiksuh). Hal ini merupakan bukti realisasi yang akan dijalankan oleh Departemen Sosial Masyarakat dan Lingkungan Hidup selama kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa tahun 2018. Arahan yang kami bawa dalam kegiatan ini adalah untuk membantu anak-anak yang memiliki keterbatasan dalam menempuh pendidikan, maupun memberikan ilmu serta nilai-nilai sehari-hari kepada anak-anak yang tidak mampu. Sekaligus sebagai wujud kepekaan sosial yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, Departemen Sosial Masyarakat dan Lingkungan Hidup BEM FEB UB dapat menjadi penggerak untuk turut aktif dalam penuntasan janji kemerdekaan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Anak-anak yang memiliki keterbatasan dalam menempuh pendidikan maupun kekurang pemahaman terhadap ilmu pengetahuan pendidikan yang selama ini telah mereka terima dapat terbantu, tanpa perlu mengeluarkan biaya sedikit pun. Sehingga, kita bisa mengetahui potensi-potensi yang mereka miliki dan kita bisa membantu mereka dengan menyalurkan kemampuan yang dimilik. Kami juga berharap, bahwa nantinya mereka yang telah kami berikan tambahan sedikit ilmu yang kami miliki dapat berguna bagi diri mereka sendiri, orang lain, danĀ  bangsa Indonesia.

Capaian yang telah terlaksana:

  • Kadiksuh sudah berjalan 13 kali dalam caturwulan ini (dimulai September hingga sekarang)
  • Sudah menjalankan Silabus untuk pembelajaran anak-anak kadiksuh
  • Sudah menselesaikan silabus kadiksuh hingga akhir pertemuan
  • Sudah sosialisasi terhadap warga kadiksuh
  • Sudah memberikan bantuan dana untuk keperluan sekolah anak pak jum (pemilik sanggar)
  • Membuat absen dan mendata anak-anak sanggar
  • Mengajak KM FEB UB untuk KADIKSUH.

Evaluasinya dari kegiatan Kadiksuh ini pun meliputi:

  • Tidak berlangsungnya kadiksuh dikarenakan adanya faktor X (Hujan dan jadwal liburnya anak sanggar)
  • Keterlambat dalam memulai kadiksuh
  • Materi yang disampaikan belum sepenuhnya mudah dipahami oleh anak-anak
  • Jumlah KM FEB UB yang ikut tidak mencapai 100% yang diharapkan (5 orang 1 kali pertemuan)
  • Kurangnya sosialisasi ke KM FEB UB untuk mengikuti kadiksuh
  • Sulitnya mencari pengganti hari kadiksuh
  • Sulitnya mencari data warga sekitar sanggar
  • Kurangnya briefing untuk para fungsionaris yang mengikuti kadiksuh

 

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan

Tinggalkan Balasan