Mahasiswa FEB UB Belajar Bahasa Isyarat Bersama Komunitas Akar Tuli Malang

Sinkronisasi Langkah Pembangunan
4 October 2018
Tasyakuran FEB UB untuk Memperingati Dies Natalis FEB UB ke-57
5 October 2018

Malang – Pada Rabu (3/9/2018) berlangsung kegiatan Peringatan Bahasa Isyarat Internasional yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya di Basement Gedung E FEB UB untuk memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional yang dirayakan setiap tanggal 22-23 September. Acara yang berbentuk Talkshow ini bertujuan untuk menimbulkan rasa kepekaan khususnya terhadap teman-teman tuli, mengingat Universitas Brawijaya merupakan salah satu Kampus Inklusi di Indonesia. Acara ini turut menghadirkan Komunitas Akar Tuli Malang, yakni komunitas untuk teman-teman tuli di kota Malang yang memperjuangkan bahasa isyarat untuk diterima di lingkungan masyarakat.

Tepat pukul 13.00 WIB, acara Peringatan Bahasa Isyarat Internasional ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Divisi Sosial Masyarakat BEM FEB UB, Azmi Muhammad Sidqi (Ilmu Ekonomi 2016), yang menyampaikan bahwa melalui acara ini kita dapat mengetahui lebih dalam tentang bahasa isyarat dan mengetahui lebih banyak tentang tuli itu sendiri. Karena kita beraktivitas di lingkungan umum dan pada akhirnya sebagai mahasiswa kita harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada mahasiswa pada umumnya agar semua sama dan dapat saling bertukar pikiran. Selain itu, diharapkan melalui acara ini mahasiswa FEB UB dapat mengambil ilmu dan termotivasi agar terus semangat belajar dan berproses di perkuliahan, karena semangat teman-teman tuli untuk belajar sangat tinggi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana Peringatan Bahasa Isyarat Internasional, Fajar Hafidh Arasy (Akuntansi 2017), yang menyampaikan harapannya melalui acara ini khususnya bagi teman-teman KM FEB UB dapat meningkatkan rasa kepekaan dan simpati yang lebih terhadap sesama dan diharapkan teman-teman dengar maupun teman-teman tuli dapat lebih mudah berkomunikasi dan tidak ada kesenjangan.

Memasuki inti acara, talkshow diisi oleh anggota Komunitas Akar Tuli Malang yang juga merupakan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, yakni Rieka Aprilia Hermansyah (Manajemen 2014) dan Nur Syamsan Fajrina (Akuntansi 2013). Pemateri membahas tentang “Kesadaran Tuli”, dimana tidak sedikit teman-teman tuli yang menerima diskriminasi di lingkungan pendidikan karena perbedaan cara berkomunikasinya, padahal hak untuk memperoleh pendidikan merupakan hak bagi semua orang. Dalam talkshow ini juga dijelaskan bahwa teman-teman tuli lebih suka disebut tuli dari pada tunarungu. Hal ini karena, tunarungu merupakan diagnosis kedokteran yang berarti kerusakan atau kelainan, sedangkan tuli memiliki arti perbedaan budaya dalam berkomunikasi.

Seluruh mahasiswa FEB UB yang menghadiri acara Peringatan Bahasa Isyarat Internasional tampak sangat antusias. Banyak sekali ilmu dan pembelajaran yang dapat diambil khususnya kesadaran tentang tuli yang tidak banyak orang sadari, tentang diskriminasi yang dirasakan, kepedulian dan kesetaraan yang diharapkan, dan semangat dalam melawan perbedaan untuk meraih pendidikan. Melalui acara ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara  teman-teman dengar dengan teman-teman tuli khususnya di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya melalui pelajaran Bahasa Isyarat yang dilaksanakan di akhir acara oleh Komunitas Akar Tuli Malang. Acara pada siang hari itu ditutup dengan penyerahan vandel dari BEM FEB UB kepada Komuntas Akar Tuli Malang dan sesi foto bersama mahasiswa FEB UB dengan Komunitas Akar Tuli Malang.

Bunga Nadira
Bunga Nadira
Belajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.

Tinggalkan Balasan