Rabu (4/7), Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (JAFEB UB) menerima kunjungan studi banding dari STAIN Kediri yang bertempat di Ruang Sidang Kecil, FEB UB. Acara ini dihadiri oleh 16 orang perwakilan STAIN Kediri. Acara dibuka oleh Sekretaris JAFEB UB, Helmy Adam, SE., MSA., Ak, yang memberikan ucapan selamat datang kepada rombongan STAIN Kediri.

Menurut Dr. Naning Fatmawatie, MM  (Ketua Program Studi Ekonomi Islam, STAIN Kediri), tujuan studi banding ini adalah untuk menimba ilmu tentang segala sesuatu terkait Program Studi Akuntansi  Syariah. STAIN Kediri merupakan salah satu instansi negeri di Kota Kediri di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia yang membuka beberapa program studi diantaranya Tarbiyah, Syariah, Ushuluddin dan Ilmu Sosial. Saat ini, STAIN Kediri sedang merumuskan strategi untuk membuka program baru yaitu Akuntansi  .

Sementara itu, Helmy Adam, SE., MSA., Ak,menjelaskan bahwa JAFEB UB sendiri mulai memprogramkan Akuntansi Syariah menjadi konsentrasi sejak tahun 2010. Meskipun demikian, diakui oleh Sekretaris JAFEB UB bahwa mata kuliah Akuntansi Syariah sudah cukup lama diajarkan di JAFEB UB. Dalam studi banding ini, dipaparkan beberapa hal terkait pelaksanaan akademik di JAFEB UB secara garis besar, mulai dari pendefinisian kurikulum, kompetensi lulusan, struktur mata kuliah, konsentrasi di JAFEB UB, dan tentunya mengenai mata kuliah Program Studi Akuntansi Syariah yang terdiri dari: Ekonomi Islam, Fiqih Muamalah, Manajemen Keuangan Syariah, Teori Akuntansi Syariah, dan Akuntansi dan Keuangan Syariah.

“Pengembangan akuntansi syariah sendiri sebenarnya sudah cukup lama, mulai tahun 1996, namun terkendala sumber daya, kemudian secara keilmuan mulai berkembang semenjak tahun 2005 sampai dengan saat ini, ” jelas Dr. Aji Dedi Mulawarman, sebagai salah satu dosen pengampu Akuntansi Syariah JAFEB UB. Beliau menambahkan bahwa pengembangan akuntansi syariah di JAFEB UB memiliki kekhasan yang berbeda dengan instansi lain, di mana pengembangannya saat ini lebih menekankan pada scientific discourse, kewajiban dakwah, dan kepentingan market. Sehingga ke depan, diharapkan akuntansi bukan hanya sebagai alat saja tetapi bagaimana menjadikannya lebih Islami. (mir/ris)