Mendalami Bisnis Kedai Kopi Melalui Do It Yourself

FEB UB Terima Kunjungan dari SMA IT Nurul Fikri Jakarta
12 October 2018
Game of Thrones, tentang “sindiran” kepada hadirin Annual Meeting 2018 IMF-World Bank Group
15 October 2018

Malang – Kopi bagi mahasiswa saat ini bukan hanya sekedar minuman pelepas penat saja, melainkan sudah menjadi sebuah gaya hidup. Saat ini tidak sedikit kedai yang menawarkan berbagai jenis minuman olahan kopi yang berkembang pesat dimana-mana.  Salah satunya di kota Malang, sebagai kota yang dijuluki kota pendidikan ini, kedai kopi tidak hanya sekedar menjadi tempat untuk menikmati kopi, tapi juga sebagai tempat untuk bercengkerama dengan teman, mengerjakan tugas, berdiskusi, dan lain sebagainya. Karena sangat dekatnya mahasiswa dengan lingkungan kedai kopi, tidak sedikit mahasiswa yang terinspirasi untuk mendirikan kedai kopi miliknya sendiri. Hal ini lah yang menjadi alasan Tegar Mahendra (Manajemen 2017) selaku ketua pelaksana Do It Yourself (DIY) untuk mengangkat “Coffee Class Manual Brewing” sebagai tema pada DIY kali ini setelah sebelumnya mengangkat tema tentang bisnis kafe yang menyediakan menu makanan sehat.

DIY merupakan program kerja dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen khususnya departemen Entrepreneur & Networking yang bertujuan sebagai wadah pelatihan kewirausahaan dengan menggunakan sistem praktik langsung.  Pada DIY kali ini, peserta tidak hanya diberi pengetahuan tentang kopi secara umum saja, tetapi juga diisi dengan materi tentang bagaimana membangun dan menjalanankan bisnis kedai kopi dan juga ada praktik langsung bagaimana teknik penyeduhan kopi yang benar. Acara ini berlangsung pada hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2018 dari pukul 09.30 hingga 12.00, diadakan di kedai kopi Roemah Kantja dan diikuti oleh 19 peserta dari mahasiswa jurusan Manajemen FEB UB.

Pada sesi materi yang diisi oleh Mario Septian sebagai pemilik Roemah Kantja membahas tentang bagaimana kedai kopi yang dibangun dapat berjalan dan bertahan di tengah persaingan antara kedai kopi yang sudah menjamur saat ini, dimana kedai kopi yang dirintis harus menawarkan sesuatu yang berbeda yang nantinya akan menjadi sebuah keunggulan kompetitif diantara kedai kopi pesaing lainnya. Mas Mario juga membagikan pengalamannya dalam merintis bisnis kedai kopi dimana ia juga mulai mendalami bisnis kedai kopi sejak ia masih menjadi mahasiswa.

Materi selanjutnya diisi oleh Benediktus Adi Prasetyo atau akrab disapa Mas Ben selaku pemilik Kaonashi Coffee. Pada sesi ini, Mas Ben membahas tentang jenis-jenis kopi dan hal-hal yang berpengaruh dalam proses penyeduhan kopi guna menghasilkan kopi yang berkualitas, yang dilanjutkan dengan praktik cara penyeduhan kopi yang benar. Peserta tampak antusias mengikuti acara DIY kali ini yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa yang bercita-cita untuk membangun bisnis kedai kopi yang mampu bersaing dan berkelanjutan.

Bunga Nadira
Bunga Nadira
Belajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.

Leave a Reply