Brief History

The embryo of faculty of economics and business University of Brawijaya (FE UB) was named  Malang College of Economics (PTEM). PTEM was established by the foundation of Malang College of Economics on 27 June 1957 under Notary Deed No. 26 dated 15 August 1957.

In the effort of constructing and developing FE UB, both the chiefs and the entire stakeholders of FE UB in every period have to deal with different challenges and obstacles. The change of surrounding has put FE UB in demand to develop itself into an effective, efficient, productive, transparent and accountable administration for university.

In order to response changes of surrounding, scientific development as well as demand for international accreditation toward World Class Faculty, the Faculty of Economics (FE) was institutionally transformed into Faculty of Economics and Business (FEB) in accordance with the Rector UB Decree Number 018/SK/2011.

Drs. JBAF Mayor Polak (Januari 1961 – Maret 1963)
Masalah utama yang dihadapi pada periode ini selain rendahnya minat menjadi mahasiswa, apalagi di kalangan pribumi, juga masih langkanya tenaga-tenaga ahli yang bersedia dan mampu menjadi dosen. Oleh sebab itu, periode ini ditandai dengan jumlah mahasiswa yang sangat kecil serta dosen-dosen yang berstatus pinjaman atau dosen luar biasa, bahkan dari mahasiswa yang ada sebagian besar di antaranya berstatus ganda, di satu sisi sebagai mahasiswa di FKIP Universitas Airlangga yang ada di Malang dan pada sisi lain terdaftar sebagai mahasiswa di PTEM (embrio FEUB). Dosen-dosen pada masa kepemimpinan Mayor Polak terdiri dari dosen APDN dan dosen-dosen Unair. Sebagian besar dosen adalah keturunan Tionghoa. Sementara itu gedung kuliah masih menyewa dan berpindah-pindah, antara lain di Jl. Ijen dan Jl. Guntur, SMA Tugu, Balaikota Malang, SPMA Tanjung, dan Gedung PAAKRI.
Drs. Abdul Madjid Notoatmojo (1963 – 1966)
Pada periode kedua ini masalah kelengkapan fasilitas belajar masih sangat jauh dari sempurna, misalnya gedung untuk keperluan kuliah belum menyatu dengan kantor administrasi. Oleh karena itu mahasiswa harus kuliah di berbagai tempat yang tentu saja jika dibandingkan dengan kondisi sekarang dapat dianggap kurang efektif. Sekretaris Fakultas pada periode ini adalah Dra. O.S. Hastoeti Harsono. Pada tahun 1965 FEUB untuk pertama kalinya menghasilkan sarjana lengkap. Gedung kuliah tidak ada perubahan, masih tetap sebagaimana periode Mayor Polak, walaupun untuk urusan administrasi fakultas-fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya dilaksanakan di Kotalama. Dosen yang ada ketika itu adalah Dra. O.S. Hastoeti Harsono, Drs. Rustam Eff endy, Dra. S.M. Kiptiyah, Drs. Mohammad Saleh, Dra. Muryati, dan Drs. M. Saleh Sjafradji.
Drs. Daniel EOH (April 1966 – Oktober 1966)
Periode yang sangat pendek ini merupakan periode yang sangat kritis dari segi kelangsungan hidup organisasi FEUB. Hal ini akibat situasi politik dalam negeri yang penuh gejolak terutama dengan terpolarisasinya mahasiswa ke dalam berbagai kelompok politik yang saling bertentangan satu dengan yang lain, bahkan untuk kegiatan perkuliahan seringkali dosen sulit mendapatkan mahasiswanya. Puncak dari pergolakan politik tersebut adalah peristiwa G30S/PKI.
Drs. Robertus Suharno (1966 – 1970)
Periode ini bersamaan dengan dimulainya Orde Baru. Berbeda dengan periode sebelumnya, pemerintahan baru Indonesia di bawah kepemimpinan Soeharto menempatkan stabilitas politik sebagai prioritas utama. Sebagai hasil dari kondisi politik yang mulai stabil, FEUB berhasil menyatukan kegiatan perkuliahannya dengan kegiatan administrasi. Hal ini ditandai dengan berpindahnya lokasi perkuliahan dan administrasi dari Kotalama (sekarang Jl. Laks. Martadinata Malang) ke Dinoyo (Sekarang Jl. MT. Haryono 165 Malang). Pada lokasi baru ini FEUB mempunyai tiga ruang kuliah, satu ruang perpustakaan, dan satu aula yang dipakai secara bersama-sama dengan Fakultas Teknik. Pada periode ini PD I dijabat oleh Drs. Baharuddin Tamin, PD II merangkap sekretaris dijabat oleh Dra. O.S. Hastoeti Harsono, dan PD III dijabat oleh Drs. Kasmiran Wuryo (dosen tetap IKIP Malang).
Drs. Harsono (1970 – 1976)
Periode ini berlangsung bersamaan dengan awal REPELITA I. Dalam REPELITA I tekanan diberikan kepada pembangunan ekonomi, sementara stabilitas politik dalam negeri mulai relatif stabil sehingga berdampak pada kemajuan di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan tinggi. Salah satu langkah pengembangan yang dilakukan adalah membentuk Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan. Dalam lingkup yang lebih terbatas, periode ini mulai memperkenalkan matakuliah Ekonometrika, Linier Programming dan Evaluasi Proyek. Periode ini juga ditandai dengan semakin meningkatnya aktivitasaktivitas penelitian, pengabdian masyarakat, dan training sebagai hasil kerjasama dengan pihak ketiga. Dengan semakin banyaknya jumlah mahasiswa, maka FEUB mulai memberi kebebasan kepada mahasiswanya untuk memilih jurusan yang diminati. Pada periode ini yang menjabat sebagai sekretaris fakultas adalah Drs. Rustam Eff endi, PD I adalah Dra. Berlian Gani, PD II adalah Dra. Muryati dan PD III adalah Drs. Moh. Saleh. Pada masa Drs. Harsono ini, semua menjabat selama dua periode. Sejak tahun 1973 FEUB dengan jumlah mahasiswa tingkat Permulaan (I) 202 orang, tingkat Sarjana Muda (II dan III) 200 orang dan tingkat Sarjana Lengkap (Doktoral atau Tingkat IV dan V) sebanyak 189 orang, mulai diarahkan pada bidang Ekonomi Umum (sekarang Jurusan Ekonomi Pembangunan) dengan spesialisasi Teori Ekonomi (Economics) dan bidang Perusahaan (sekarang Jurusan Manajemen) dengan spesialisasi Pemasaran, Produksi, Keuangan, dan Personalia. Tempat kuliah seluruhnya sudah pindah ke gedung-gedung yang ada di Jl. Mayjen Haryono 165 Malang, terdiri dari tiga ruang kuliah, satu ruang perpustakaan dan satu aula yang pemakaiannya bergantian dengan Fakultas Teknik (FTUB) yang letaknya bersebelahan dengan FEUB. Dengan terbatasnya ruang kuliah dan banyaknya jumlah mahasiswa, membuat pelaksanaan perkuliahan dimulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 20.00.
Dra. O.S. Hastoeti Harsono (1976-1982)
Pada periode I (1976-1979) yang menjabat sebagai Sekretaris Fakultas adalah Drs. Moh. Saleh, PD I adalah Dra. Berlian Gani, PD II adalah Dra. Muryati, PD III adalah Drs. Moh. Saleh, dan PD IV (Bidang Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat) adalah Dra. Djumilah Zain. Pada tahun 1978 dengan SK Dirjen Dikti No. 835/DJ/77 dibuka Program S-1 Akuntansi. Pada saat itu dosen tetap Jurusan Akuntansi antara lain Drs. Mustofa, Ak; Drs. Wiyoko Suwandi, Ak; dan Drs. Bambang Subroto, Ak. Sedangkan dosen luar biasa Jurusan Akuntansi antara lain Drs. Tony Suryanto, Ak., Drs. Zaenal Sudjais, Ak., Drs. Paul Capele, Ak., dan Drs. M. Tuanakott a, Ak. Kemudian pada tahun 1979 dibuka pula suatu program non gelar yaitu Program Pendidikan Administrasi Perusahaan (PAAP). Pada perjalanannya PAAP mengalami masa passing-out (dihapus), tetapi kemudian diubah menjadi D3 Akuntansi. Pada tahun 1978 sebagian kuliah dilaksanakan di gedung belakang (yang sekarang dikenal dengan Gedung Kuliah A). Perpustakaan juga berada di lantai atas gedung tersebut. Sedangkan untuk urusan administrasi masih dilaksanakan di gedung depan (Jl. Mayjen Haryono 165). Periode ini juga ditandai dengan semakin banyaknya kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan luar negeri terutama Australia dan Amerika Serikat serta lembaga-lembaga dalam negeri seperti Departemen Koperasi. Sebagai hasilnya, banyak diadakan training-training baik yang dilaksanakan di FEUB atau yang dilaksanakan di luar negeri yang dipandu oleh tenaga-tenaga dosen dari universitas luar negeri, serta terbentuknya Pusat Studi Koperasi dan Program D3 Koperasi. Pada jabatan periode II (1979-1982) yang menjabat sebagai PD I adalah Drs. Moh. Saleh, PD II adalah Drs. Soeradi Putrodirdjo dan PD III adalah Drs. Sukarno. Pada tahun terakhir masa jabatan Dra. Hastoeti Harsono, ruang dekan dan perkantoran sudah dipindahkan ke kantor yang sekarang ditempati dan semua gedung kuliah yang ada di Jl. Mayjen Haryono 165 diserahkan kepada FTUB.
Drs. Mohammad Saleh (1982 – 1988)
Drs. Mohammad Saleh menjabat Dekan selama dua periode, yaitu Periode I (1982-1985) dan Periode II (1985-1988). Pada periode I, selaras dengan makin pentingnya masalah kependudukan dalam program-program pemerintah Orde Baru, misalnya Program Keluarga Berencana, FEUB merespon kondisi tersebut dengan mendirikan Lembaga Kependudukan. Akibat pendirian itu banyak penelitian di bidang kependudukan yang dilakukan oleh FEUB bekerjasama baik dengan BKKBN maupun Menteri Kependudukan, dan pengiriman dosen-dosen untuk mengambil program Pascasarjana bidang demografi (kependudukan). Pada periode I (1982-1985), PD I dijabat oleh Dra. S.M. Kiptiyah, MSc, PD II dijabat oleh Drs. Soeradi Putrodirdjo dan PD III dijabat oleh Drs. Abidin Lating. Pada masa ini, menjelang PAAP ditutup keluarlah SK Dirjen Dikti No. 052/ DJ/Kep/1982 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Program Diploma pada Universitas/Institut Negeri, tertanggal 17 Nopember 1982, sehingga dengan demikian PAAP diubah menjadi Program D3 Akuntasi. Pada tahun 1982 dibangun gedung kuliah FEUB yang dikenal dengan Gedung Kuliah B. Dan pada tahun 1984 FEUB mempunyai gedung lagi yang sekarang dikenal dengan PPA Lama. Satu lagi gedung yang dibangun adalah Musholla di sebelah kantin FEUB yang ternyata sekarang dimanfaatkan bukan hanya oleh warga FEUB tetapi juga digunakan oleh mahasiswa-mahasiswa dari fakultas lain. Pada periode II (1985-1988), PD I dijabat oleh Drs. Suradi Martawijaya, MS, PD II dijabat oleh Drs. Bambang Subroto, Ak, dan PD III dijabat oleh Drs. M. Pudjihardjo, MS.
Drs. Ubud Salim MA (1988 – 1992)
Pada periode ini PD I dijabat oleh MS Idrus, SE, MEc, PhD; PD II dijabat oleh Drs. Soemarsono; PD III dijabat oleh Drs. Soedamar HW. Pada periode ini IKOMA (Ikatan Keluarga Orangtua Mahasiswa dan Alumni) dibentuk. Hal lain yang juga sangat menonjol dalam periode ini adalah perhatian dari dekan dalam upaya peningkatan disiplin baik di kalangan dosen maupun karyawan administrasi, serta pengembangan sistem administrasi. Periode ini juga ditandai dengan meningkatnya program kerjasama dengan pihak-pihak lain, di antaranya dengan Perum Telkom, Perum Pegadaian, PT. Semen Gresik dan BPPT serta berdirinya PPA (Pusat Pengembangan Akuntansi). Program-program yang diselenggarakan PPA antara lain pengiriman dosendosen Jurusan Akuntansi untuk studi di Amerika Serikat dan Australia, pengiriman dosen-dosen untuk mengikuti kursus singkat akuntansi di Amerika Serikat, penataran akuntansi untuk dosen IKIP dan pengembangan laboratorium akuntansi dan komputasi.
Drs. Abidin Lating, MS (1992 – 1998)
Pada periode I (1992-1995 ) PD I dijabat oleh Drs. M. Umar Burhan, MS; PD II dijabat oleh Drs. Djumahir ; dan PD III dijabat oleh Drs. Soedamar HW. Pada tahun 1993 dibangun Gedung PPA Baru. Pada periode ini dibuka program Diploma 3 Perpajakan, dua tahun kemudian dibuka program Diploma 3 Perbankan. Pendirian kedua program Diploma 3 tersebut merupakan respon positif dari Fakultas Ekonomi UB terhadap kenyataan masih relatif rendahnya ketersediaan tenagatenaga trampil di bidang perpajakan dan perbankan. Pada periode II (1995-1998) yang menjabat sebagai PD I adalah Drs. Bambang Subroto, Ak, MM; PD II adalah Drs. Djumahir; dan PD III adalah Drs. Djasly By, MS. Pada tahun 1995 dibangun gedung 3 lantai yang sekarang dikenal dengan gedung kuliah D yang pembangunannya selesai pada tahun 1997. Pada tahun 1996, telah dibuka Program S-1 Ekstensi Jurusan Akuntansi melalui SK Dirjen Dikti No. 366/Dikti/Kep /1996 tertanggal 17 Juli 1996 tentang Pembukaan Program Ekstensi Dalam Program Studi Akuntansi FEUB. Pada tahun yang sama juga dibuka program S-2 Manajemen melalui SK Dirjen Dikti No.: 493/Dikti/Kep/1996 tertanggal 16 Oktober 1996 tentang Pembentukan Program Studi Magister Manajemen di Universitas Brawijaya. Setahun kemudian turun SK Dirjen Dikti No. : 443/Dikti/Kep/1997 tertanggal 24 Nopember 1997 yang melegitimasi penyelenggaraan Program D3 Perpajakan yang sudah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya. Turunnya SK Dirjen Dikti tersebut segera ditindaklanjuti dengan merintis kerjasama antara Fakultas Ekonomi UB dengan Ditjen Pajak Departemen Keuangan RI. Pada tahun yang sama dilakukan pengembangan Laboratorium Komputer dengan sistem jaringan. Tahun 1997 Ditjen Dikti juga mulai memperkenalkan program pengembangan jurusan melalui proyek-proyek kompetisi yang didanai oleh Bank Dunia, misalnya Proyek Quality for Undergraduate Education (QUE). Untuk Proyek QUE yang pertama, Jurusan Akuntansi dan Jurusan Manajemen mulai ikut serta dalam kompetisi ini. Tahun berikutnya diajukan usulan tentang perubahan nama Diploma 3 Koperasi menjadi Diploma 3 Manajemen Koperasi dan Kewirausahaan.
Drs. M. Umar Burhan, MS (1998 – 2001)
Awal periode ini ditandai dengan perolehan status Akreditasi untuk masing-masing jurusan yang ada di FEUB dari Badan Akreditasi Nasional (BAN), sebagai berikut: 1. Jurusan Akuntansi mendapat Akreditasi A **** (A bintang empat/pembina) dengan SK Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi No. 01102/Ak-1.1/UBGAkt/VIII/1998. 2. Jurusan IESP dengan Akreditasi A *** (A bintang tiga) dengan SK No. 01103/Ak-1.1/UBGIEP/VIII/1998. 3. Jurusan Manajemen dengan Akreditasi A *** (A bintang tiga) dengan SK No. 01105/Ak-1.1/UBGMXX/VIII/1998. Tanggal 17 Maret 1998 disetujui penyelenggaraan program S-1 Ekstensi Jurusan Manajemen dengan SK No. 61/Dikti/Kep/1999. Pada akhir tahun 1998 dilakukan upaya penyempurnaan Sistem Informasi Akademik berbasis komputer (SISKA) yang sudah dirintis di periode-periode sebelumnya. Selanjutnya pada tahun 1999 turun SK No. 113/Dikti/Kep/1998 tertanggal 5 Maret 1999 yang menyetujui usulan perubahan nama Diploma 3 Koperasi menjadi Diploma 3 Manajemen Koperasi dan Kewirausahaan. Selain itu, pada tahun 1999 Diploma 3 Keuangan Perbankan bekerjasama dengan Bank Niaga Malang membentuk Lab. Bank Mini. Dengan berkembangnya teknologi jaringan komputer, FEUB melengkapi fasilitas Laboratorium Komputer dengan Internet. Kemudian pada tahun 2000 turun SK No. 50/Dikti/Kep/2000 tertanggal 6 Maret 2000 tentang Program Doktor (S-3) Ilmu Ekonomi. Pada periode ini tuntutan terhadap peningkatan kualitas di berbagai bidang semakin nyata termasuk dalam bidang pendidikan tinggi. Oleh karena itu, jurusan-jurusan di FEUB menindaklanjutinya dengan lebih giat lagi ikut serta dalam proyek-proyek pengembangan jurusan seperti QUE. Pada tingkat fakultas, di bidang administrasi mulai dilakukan benchmarking melalui kunjungan ke beberapa universitas negeri lain, seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sedangkan mengenai perkembangan fasilitas fi sik, pada tahun 2000 dibangun kantin FEUB, renovasi gedung kuliah B yang tadinya empat ruang menjadi delapan ruang, renovasi gedung kemahasiswaan lantai bawah yang semula garasi dipergunakan semuanya untuk kegiatan mahasiswa. Pada periode ini terjadi perubahan masa jabatan Pembantu Dekan dari tiga tahun menjadi empat tahun. PD I dijabat oleh Drs. Bambang Subroto, Ak, MM, PD II dijabat oleh Drs. Djumahir, dan PD III dijabat oleh Drs. Djasly By, MS. Selanjutnya jabatan Pembantu Dekan diganti oleh Prof. Dr. MS. Idrus, SE, M.Ec sebagai PD I, Dra. Multifi ah, MS sebagai PD II, dan Drs. M. Aff andi, SU sebagai PD III.
Prof. DR. Mas Harry Susanto, SE, SU (2001 – 2005)
Untuk kepemimpinan dekan pada periode ini, terdapat dua paket pembantu dekan yang berbeda. Untuk dua tahun pertama, PD I dijabat oleh Ali Djamhuri, SE, Ak., M.Com, PD II dijabat oleh Dra. Multifi ah, MS dan PD III dijabat oleh Drs. M. Aff andi, SU. Sedangkan pada dua tahun berikutnya sampai berakhirnya jabatan dekan, PD I dijabat oleh Dr. Munawar, SE, DEA, PD II dijabat oleh Bambang Hariadi, SE, MSc, Ak, dan PD III dijabat oleh Agung Yuniarinto, SE, MS. Semasa kepemimpinan saat itu, dengan alasan untuk pengembangan institusi di masa depan, Dekan beserta jajaranya telah mengambil beberapa kebijakan yang sangat penting, yaitu: Pertama, dimulainya penyelenggaraan Program Magister di Fakultas untuk ketiga Jurusan sekaligus (Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi). Kebijakan ini diambil sebagai langkah awal untuk menyongsong pemindahkan penyelenggaraan Program Pascasarjana dari Program Pascasarjana Universitas Brawijaya ke pengelolaan Program Pascasarjana di bawah kendali Jurusan/Fakultas. Kedua, melakukan passing-out tiga program Diploma, yaitu Diploma III Koperasi dan Kewirausahaan, Diploma III Keuangan Perbankan dan Diploma III Perpajakan. Alasan dari kebijakan ini adalah, pertama, semakin besarnya tuntutan untuk mengembangkan Program Pascasarjana (S2 dan S3), sementara itu di sisi lain jumlah staf akademik relatif terbatas sehingga, demi efektivitas sumber daya manusia yang tersedia, langkah prioritas perlu diambil dan, kedua, staf akademik yang ada di fakultas tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk menghasilkan tenaga professional. Sejak diambil kebijakan passing-out ini, Fakultas Ekonomi hanya memiliki satu Program Diploma, yaitu Diploma III Akuntansi. Ketiga, membangun gedung untuk perkuliahan berlantai 4 (Gedung E). Pembangunan ini dirasa perlu mengingat semakin banyaknya mahasiswa Fakultas Ekonomi, sebagai akibat dari semakin meningkatnya jumlah mahasiswa baru yang deterima pada setiap tahun ajaran baru, baik untuk program S1 Reguler A maupun Reguler B. Keempat, dimulainya pengiriman staf akademik untuk melanjutkan studi di luar negeri dengan biaya dari fakultas. Selama ini, karena alasan pembiayaan, pengiriman staf akademik untuk studi ke luar negeri sangat tergantung dari dana dan bidang studi yang ditawarkan oleh sponsor dari pihak luar. Dalam banyak kasus, program pengembangan seperti ini tidak selalu pararel dengan rencana pengembangan jurusan. Dengan kebijakan pembiayaan dari fakultas, diharapkan akan tercipta kesesuaian yang baik antara pengembangan staf di satu sisi dan pengembangan akademik jurusan di sisi lain.
Prof. Dr. Bambang Subroto, SE, MM, Ak (2005 – 2009)
Prof. Bambang Subroto merupakan salah satu perintis dan pendiri Jurusan Akuntansi FEUB pada tahun 1978, dan merupakan Guru Besar pertama dan Dekan FEUB pertama dari Jurusan Akuntansi FEUB. Selama masa kepemimpinannya sejak Mei 2007, tidak sedikit programprogram yang telah dapat direalisir. Pelaksanaan otonomi jurusan sehingga jurusan mengelola keseluruhan program studi dari S0/Diploma sampai S3 merupakan langkah awal yang ditempuh di awal kepemimpinannya. Kemudian diikuti dengan pelaksanaan dan realisasi beragam program, antara lain (1) penggabungan perkuliahan bagi mahasiswa S1 Program Reguler A dan Reguler B pada tahun akademik 2005/2006, (2) pengelolaan Program Pascasarjana di FEUB dari yang semula dikelola oleh Porgram Pascasarjana UB, (3) pengiriman staf Pengajar untuk menempuh studi lanjut (S2 dan S3) baik di dalam maupun di luar negeri, (4) pemenangan program Hibah Kompetisi A3 untuk seluruh jurusan di FEUB, (5) peningkatan dan pengembangan fasilitas Laboratorium Manajemen, Laboratorium Akuntansi dan Komputasi, Galeri Investasi dan Pasar Modal, serta fasilitas belajar mengajar dengan multimedia, (6) peningkatan fasilitas sistem informasi akademik menjadi berbasis web, (7) pengembangan fasilitas internet/hot spot dan peningkatan bandwidth, (8) pemberian insentif untuk penulisan buku ajar, (9) pembentukan Job Placement Center dan pelatihan untuk calon alumni, (10) peningkatan kerjasama dengan pihak luar seperti dengan PN Garam, BPK, Departemen Keuangan, University of Kentucky, dll. (11) peningkatan kesejahteraan untuk seluruh staf, serta (12) pengembangan sistem penjaminan mutu di fakultas melalui pendirian Gugus Jaminan Mutu (GJM) dan Unit Jaminan Mutu (UJM). Program yang fenomenal pada tahun 2007 adalah pembangunan Gedung Pascasarjana FEUB berlantai tujuh. Pembantu-pembantu Dekan pada masa awal kepemimpinan Prof. Bambang Subroto terdiri dari Dr. Munawar, SE, DEA (PD I), Bambang Hariadi, SE, MEc, Ak (PD II) dan Agung Yuniarinto, SE, MS (PD III). Pada tahun 2007 terjadi pergantian Pembantu Dekan. Para Pembantu Dekan yang baru masing-masing Gugus Irianto, SE, MSA, PhD, Ak (PD I), Prof. Armanu Thoyib, SE, MSc, Ph.D, (PD II) dan Dr. Khusnul Azhar, SE, MA (PD III).
Gugus Irianto, SE., MSA., Ph.D., Ak (2009 - 2013)
Gugus Irianto, SE. MSA. PhD. Akt. dilantik sebagai Dekan FE UB pada 15 Mei 2009, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pembantu Dekan I FE UB 2007-2009. Dapat dikatakan bahwa, beliau merupakan Dekan ke-13 dan Dekan terakhir FE UB, serta Dekan Pertama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (selanjutnya disingkat FEB UB), oleh karena sejak 14 Januari 2011 dilakukan transformasi kelembagaan dari FE ke FEB. Transformasi kelembagaan inilah yang merupakan salah satu tonggak perubahan fundamental yang telah dicapai di masa kepemimpinannya ketika memasuki tahun ke dua. “Transformasi kelembagaan FE ke FEB merupakan keniscayaan, untuk merespon perubahan baik internal maupun eksternal organisasi, sekaligus merespon perkembangan ilmu pengetahuan ekonomi dan bisnis. Transformasi ini juga penting artinya untuk lebih memudahkan akses dalam pergaulan internasional, utamanya dengan school of business di berbagai Negara sekaligus juga dengan lembagalembaga akreditasi internasional” demikian ditegaskan oleh Dekan FEB UB tersebut pada berbagai kesempatan. Di awal masa kepemimpinanya, Dekan FEB UB pertama ini menyampaikan pemikiran yang ditulisnya dalam leafl et kecil dengan tema “Bersinergi, Maju, dan Sejahtera Bersama” yang dipaparkannya semasa proses pencalonan Dekan. Pada manuscript tersebut disampaikan bahwa dalam rangka mencapai visi dan misi, maka 8 (delapan) prioritas pengembangan dicanangkan selama periode 2009-2013. Lebih lanjut dalam leafl et tersebut dipaparkan bahwa Dekan FEB UB ini berkeyakinan untuk merealisasikan prioritas pengembangan tersebut diperlukan sinergi dari seluruh potensi stakeholders, suasana akademik dan suasana kerja yang nyaman dan kondusif, apresiasi atas keberagaman yang ada di lingkungan fakultas namun tetap dalam harmoni (harmony in diversity), serta diimplementasikannya kepemimpinan dan organisasi yang berbasiskan nilai-nilai bersama (shared values) yang tumbuh dan berkembang di fakultas. Nilai atau keyakinan inilah yang menjadi pondasi atau cahaya dari upaya mewujudkan tata kelola yang baik (good governance) dalam mencapai visi, misi, dan tujuan (VMT) FEB UB. Di antara nilai-nilai bersama tersebut adalah Hope, Inspiring, Empowering, Enlightening, Excellence dan Wisdom. Pokok-pokok pikiran tersebut yang menginspirasi disusunnya Rencana Strategis FEB UB 2011-2021, atau yang diperkenalkan sebagai VISI FEB UB 2021, yang telah diratifi kasi Senat FE UB pada 31 Desember 2010. Renstra FEB UB 2011-2021 inilah yang menjadi road map untuk pengembangan FEB UB, dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Sampai dengan pertengahan tahun 2012, beragam aspek strategis yang ditetapkan di Renstra FEB UB 2011-2021 telah dapat dicapai. Prestasi yang patut disyukuri oleh seluruh stakeholders FEB UB adalah pencapaian prestasi berupa Akreditasi Internasional dari ABEST21 untuk program studi Magister Akuntansi dan Magister Manajemen. Disamping itu, FEB UB juga meraih penghargaan (award) dari ABEST21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st Century Organization) —sebuah lembaga akreditasi internasional berpusat di Tokyo, Jepang— berupa Excellence in Practice Award for Interactive Teaching and Learning. Akreditasi dan penghargaan tersebut merupakan yang pertama di Indonesia, melampaui prestasi yang diraih dari FEB dan atau FE Universitas lain di Indonesia. Prestasi yang juga patut disyukuri adalah diraihnya Akreditasi Nasional dari BAN PT untuk Program Doktor Ilmu Akuntansi dan Magister Ilmu Akuntansi dengan nilai A. Prestasi Jurusan Akuntansi (2012) ini mengikuti prestasi Jurusan Manajemen (2011) dimana seluruh program studi pada jenjang S1, S2, dan S3 berhasil mencapai Akreditasi A. Di samping akreditasi internasional dari ABEST21, beragam program internasionalisasi FEB UB juga sudah berhasil direalisasikan, antara lain Program Double Degree jenjang S1 dengan University of Southern Queensland (USQ, Australia). Untuk program S2, program Double Degree juga sudah dapat direalisasikan, antara lain dengan Murray State University (Amerika Serikat), Burapha University (Thailand), National Chiayi University (Taiwan) dan National Pingtung University (Taiwan). Sementara itu untuk Exchange Student, sudah berhasil direalisasikan dengan Universiti Sains Malaysia (USM), International Business & Management Studies, the Hague University of Applied Sciences, Belanda; National Chiayi University dan National Pengho University of Science and Technology(Taiwan) serta Pukyong University (Korea Selatan). Disamping mengirim mahasiswa ke PT mitra di atas, FEB UB juga menerima mahasiswa dari Belanda, Jepang, Palestina, Malaysia, dan Libya. Dari segi penjaminan mutu akademik, FEB UB bersama tiga jurusan mempertahankan prestasi sebagai penerima University of Brawijaya Academic Quality Award (UBAQA). Di aspek pengembangan fi sik, telah diselesaikan dan diterima Hibah dari Ikatan Orang Tua dan Alumni (IKOMA) berupa bangunan untuk mushola yang diberi nama Surau Ar Rachmaan, dan Komputer untuk Lembaga Kemahasiswaan. Pengembangan sistem informasi keuangan berbasis komputer juga secara terus menerus disempurnakan, sementara beberapa pengembangan fi sik masih dalam proses. Pada periode ini pembangunan Gedung Utama FEB UB telah memasuki tahap pelaksanaan dimana peletakan batu pertama dilakukan pada 18 Juli 2012. Di aspek kemahasiswaan, beberapa prestasi nasional dan internasional juga telah diraih. Pada saat ini, aspek yang menjadi perhatian utama Dekan FEB UB adalah pada perumusan langkah-langkah strategis transformasi organisasi dan implementasi tata kelola yang baik, serta melanjutkan program internasionalisasi FEB UB melalui “multi tracks strategy”, dan pengembangan program studi baru yang telah dimulai dari pembukaan program studi Keuangan dan Perbankan, serta Ekonomi Islam pada 2011/2012. Penataan organisasi internal FEB UB juga telah dilaksanakan, antara lain dengan mengembangkan Sekretariat Dekanat (2009), diikuti dengan pengembangan sub unit Perencanaan, Sistem Informasi dan Kehumasan (PSIK) (2011) setara dengan sub bagian dalam organisasi fakultas yang telah menjadi inspirasi bagi inisiatif yang sama di seluruh universitas, serta pengembangan Satuan Pengawasan Internal (SPI) FEB UB pada 2012. Selama 3 (tiga) tahun masa kepemimpinannya, Dekan FEB UB ini memiliki beberapa Pembantu Dekan, antara lain Pembantu Dekan I Prof. Ahmad Erani Yustika, PhD (2009-2010), dan Dr. Khusnul Azhar (2010-2013). Pembantu Dekan II Didied P. Aff andy, MBA (2009-2013), dan Pembantu Dekan III Nanang Suryadi, MM (2009-2013).
Prof. Candra Fajri Ananda, SE., MSc., Ph.D. (2013 - sekarang)
Pada manuscript dekan disampaikan bahwa dalam rangka mencapai visi dan misi, maka organizational values dan tata kelola pengembangan dicanangkan selama periode 2013-2017. Lebih lanjut dipaparkan bahwa Dekan FEB UB ini berkeyakinan bahwa untuk merealisasikan prioritas pengembangan tersebut diperlukan Organizational values yang meliputi harmony, transforming lives dan creating future; dan prinsip tata kelola yang meliputi tranparansi, partisipatif dan akuntabilitas. Arah pengembangan FEB UB ke depan yakni menjadi lembaga pendidikan bertaraf internasional di bidang ekonomi dan bisnis yang berjiwa wirausaha dan berkesadaran ketuhanan, kemanusiaan, dan lingkungan. Tujuan FEB nantinya; 1) menghasilkan lulusan yang berjiwa wirausaha dan berkesadaran ketuhanan, kemanusiaan, dan lingkungan 2) menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan (disiplin) ekonomi dan bisnis dan model kewirausahaan berbasis nilai lokal dan universal 3) menemukan dan mengembangkan sistem dan teknik pembelajaran inovatif ekonomi dan bisnis 4) memberikan kepada masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan konsultasi. Pembantu Dekan pada periode ini (2013-sekarang) adalah Pembantu Dekan I Dr. Ghozali Maski, SE, MS., Pembantu Dekan II Aulia Fuad Rahman, SE, MSi, DBA, Ak., dan Pembantu Dekan III Dr. Fatchur Rohman, SE, MSi.