Public Speaking Training 2018: Good Speaker For Future Leader

(Indonesia) Menilik Bisnis Kedai Kopi Melalui Do It Yourself 2018
14 October 2018
Creative Destruction
28 November 2018

Malang – Pada hari ini (25/11) telah terselenggara kegiatan Public Speaking Training 2018 yang merupakan program kerja dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) khususnya departemen Humas. Public Speaking Training 2018 dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi seminar dan sesi training. Sesi seminar yang bertempat di Aula gedung F FEB UB ini menerima antusiasme yang luar biasa, karena kehadiran pemateri seminar yang handal di bidang public speaking yakni Reza Rahadian, salah satu aktor besar Indonesia. Pemateri selanjutnya ada Ongky Hojanto seorang Inspirator Sukses No.1 versi Majalah Info Bisnis yang kemampuan public speakingnya tidak diragukan lagi.

Tepat pukul 10.00 peserta seminar sudah memenuhi ruangan aula gedung F FEB UB, acara dibuka oleh sambutan dari perwakilan jurusan Manajemen FEB UB yang diwakilkan oleh Risna Wijayanti, SE. MM., selaku Sekretaris Jurusan Manajemen FEB UB. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pelatihan public speaking sangat dibutuhkan bagi mahasiswa yang nantinya akan terjun ke masyarakat sebagai anggota masyarakat yang memiliki skill lebih. Karena, jika skill lebih yang dimiliki tidak disertai dengan kemampuan untuk mengkomunikasikan skill yang dimiliki dengan baik akan menimbulkan dampak yang besar bahkan akan malah menimbulkan konflik.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM), Aditya Perwiratama yang menyampaikan bahwa gagasan awal dijalankannya kegiatan public speaking training ini dalam bentuk pelatihan, diharapkan dampaknya dapat dirasakan langsung bagi peserta yang mengikuti sesi training. Komunikasi sangatlah penting untuk diasah baik dikehidupan sehari-hari maupun di kehidupan kerja nantinya. Untuk itu, HMJM menghadirkan Public Speaking Training 2018 untuk membantu melatih dan menjawab ekspektasi peserta untuk mengasah kemampuan public speaking.

Kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari ketua pelaksana Public Speaking Training 2018, Muhammad Rinno Rahmansyah (Manajemen, 2017). Dalam sambutnya Rinno menyampaikan bahwa dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa, kemampuan public speaking sangatlah dibutuhkan agar tujuan dari peran tersebut tersampaikan dengan tepat. Untuk itu diharapkan dengan kegiatan Public Speaking Training 2018 dapat memberikan keberdampakan yang besar bagi peserta.

Sesi selanjutnya memasuki sesi talkshow dengan pemateri pertama, yakni Reza Rahadian yang dipandu oleh seorang moderator yakni Eldo Aditya Yusrilmaulana dari Perhumas Muda Malang. Pada sesi pertama ini, materi yang diangkat mengenai pengaruh public speaking terhadap self-branding. Reza Rahadian mengatakan bahwa peran sosial media sekarang ini berpengaruh besar terhadap self-branding kita, maka dari itu kelola media sosial yang kita miliki dengan konten-konten yang positif sehingga meningkatkan citra diri yang positif pula serta berhati-hati dalam bermedia sosial, karena tidak sedikit perusahaan yang menggali informasi diri calon karyawannya melalui media sosial.

Berbicara tentang menemukan citra diri, Reza Rahadian mengatakan bahwa hal yang harus dilakukan adalah mengenali diri sendiri dan kepribadian yang kita miliki, dengan cara bertanya dengan diri sendiri dan berdiskusi dengan orang-orang terdekat yang paling memahami kita. Setiap orang memiliki kelebihan dan caranya masing-masing untuk berkembang, tak berpengaruh terhadap kepribadian yang dimiliki, entah itu individu yang memiliki kepribadian introvert maupun kepribadian ekstrovert. Maka dari itu kita perlu meng-embrace, menghargai dan mensyukuri setiap kepribadian yang kita miliki untuk menemukan citra diri kita.

Setelah sesi istirahat, agenda selanjutnya dilanjutkan dengan materi yang dibawakan oleh Ongky Hojanto yang membahas tentang tips menguasai public speaking. Rasa takut untuk berbicara di depan banyak orang adalah hal yang lumrah terjadi, namun Ongky Hojanto mengatakan bahwa perbedaan antara pembicara yang profesional dan pembicara yang amatir adalah pembicara profesional memiliki kemampuan untuk mengendalikan rasa takutnya, sementara pembicara yang amatir membiarkan ketakutan itu mengendalikan dirinya.

Ongky Hojanto memberikan tips kepada seluruh peserta untuk mengendalikan diri ketika akan melakukan public speaking.  “Anda harus punya ilmu mengendalikan rasa takut.” Ungkapnya, caranya adalah dengan menggunakan teknik 3P, yakni Penyesuaian diri secara fisik dan mental, Perubahan bahasa tubuh, dan Pernafasan perut.

Sesi seminar berlangsung dengan sangat baik dan penuh antusias dari peserta, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada kedua pemateri di sesi tanya jawab. Setelah sesi seminar berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan public speaking untuk 40 peserta yang membeli tiket VIP. Kegiatan pelatihan public speaking ini dimentori oleh Perhumas Muda Malang yakni sebuah organisasi di bawah naungan Perhumas Indonesia yang berfokus di bidang kehumasan. Pada sesi training ini, peserta diasah kemampuan dalam public speaking agar memiliki kemampuan berbicara di depan umum dengan baik dan mampu menyampaikan pesan dengan tepat di ruang publik nantinya.

Bunga Nadira
Bunga Nadira
Belajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.

Leave a Reply