Rizal Ramli Hadiri Simposium Nasional ECSOTIC di FEB UB

Setahun Sekali, FEB UB Selenggarakan Program Pelatihan CSRS
13 October 2017
EFI Goes to Campus: Edukasi dan Sosialisasi Perusahaan Pembiayaan
14 October 2017

Siapa yang tak kenal Rizal Ramli? Seorang tokoh politikus yang dikenal tak suka pada penindasan. Rizal Ramli juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan RI Tahun 2001, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI 2000-2001, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI pada tahun 2015-2016. Pada suatu acara Simposium Nasional ECSOTIC yang bertemakan “Merajut Kedaulatan Ekonomi Melalui Pariwisata”, Rizal Ramli hadir sebagai salah satu pemateri, bersama Yusri Abdillah, S.Sos., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Prodi Pariwisata FIA UB, Imam Suryono selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, serta beberapa perwakilan dari Desa Oro-Oro Ombo dan Desa Klungkung.

Acara Simposium Nasional ECSOTIC merupakan salah satu program kerja BEM FEB UB departemen Kajian Strategis yang dilaksanakan pada Sabtu (07/10) di Aula lantai 7 Gedung F FEB UB dan dimoderatori oleh Bayu Diktiarsa. “Harapannya, semua mampu berdisukusi dan mengahasilkan draft atau hasil yang nyata yang dapat bermanfaat untuk Indonesia”kata Bagus Bhadraswara selaku ketua pelaksana dalam sambutannya.

Rizal Ramli dalam penyampaiannya mengungkapkan beberapa alasan mengapa selama puluhan tahun pariwisata di berbagai penjuru di Indonesia nyaris tidak dikenal dan yang hanya dikenal adalah Bali saja, yaitu karena infrastruktur yang kurang mendukung, sumber daya manusianya kurang bisa berpikir strategis dan sistem di Indonesia yang rumit. “Sistem yang diterapkan itu ribet, sehingga wisatawan malas untuk datang ke Indonesia”katanya. Rizal Ramli juga mengusulkan agar pariwisata di Indonesia dibuatkan storyline untuk menarik perhatian wisatawan. Yusri Abdillah, S.Sos., M.Si., Ph.D juga sependapat dengan Rizal Ramli mengenai sumber daya manusia yang masih kurang siap dan branding yang kurang matang.

Simposium nasional ECSOTIC berjalan dengan lancar dan seluruh peserta mendengarkan dengan seksama dan banyak yang turut mengemukakan pendapat, sehingga topik “Merajut Kedaulatan Ekonomi Melalui Pariwisata” memunculkan berbagai pendapat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Acara dilanjut dengan pemberian vandel kepada masing-masing pemateri dan perwakilan desa kemudian diakhiri foto bersama.(vq)

Leave a Reply