Training for Trainers Pasar Modal Syariah dalam Rangka Dies Natalis FEB UB ke 56

Bareksa Goes to Campus : Kupas Tuntas Mengenai Ketakutan Mahasiswa Untuk Berinvestasi
26 November 2017
400 Alumni Hadiri Gala Dinner dalam Rangka Dies Natalis ke 56 FEB UB
3 December 2017

Hari ini (30/11/2017) telah berlangsung Training for Trainers Pasar Modal Syariah dalam rangka Dies Natalis FEB UB ke 56 di Aula F lantai 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Dalam pelaksanaan acara ini, Galeri Investasi BEI UB UB bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT. Manulife Asset Management Indonesia. Acara ini menhadirkan pemateri-pemateri yang luar biasa, diantaranya Dian Sukmasari (OJK), Derry Yustria, SE., MBA (Supervisor Sharia Capital Market Development Indonesia Stock Exchange), Muhammad Gunawan Yasri (Dewan Pengawas Syariah), dan Legowo Kusumonegoro (Presdir PT. Manulife Asset Management Indonesia).

Materi pertama disampaikan oleh Dian Sukmasari mengenai investasi dan pasar modal Indonesia, saham syariah dan sukuk. Dian mengungkapkan bahwa Pasar Modal Syariah merupakan pasar modal yang menghindari riba, dan transaksi serta kegiatannya tidak menentang prinsip syariah. Produk syariah di pasar modal terdiri dari saham syariah, sukuk, dan reksadana syariah. Saham syariah memiliki empat kriteria, dua di antaranya adalah utang berbasis bunga dibanding total aset tidak lebih dari 45% dan total pendapatan non halal dibanding total pendapatan tidak lebih dari 10%. Sedangkan sukuk adalah efek syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atas aset yang mendasarinya.

Materi kedua disampaikan oleh Derry Yustria, SE., MBA mengenai perdagangan saham syariah. Derry sempat menunjukkan beberapa tayangan televisi yang menunjukkan tentang saham. Derry menjelaskan mengenai arti dari masing-masing simbol ataupun angka dan singkatan-singkatan, seperti segitiga hijau yang artinya keadaan harga saham sedang naik, maka sebaiknya memilih untuk menjual saham, dan apabila segitiganya warna merah, artinya keadaan harga saham sedang turun, maka sebaiknya memilih untuk membeli saham. Derry juga mengungkapkan bahwa sesungghnya berinvestasi itu sangat mudah, apalagi di Indonesia. “Indonesia adalah tempat terbaik untuk investasi, sayangnya orang Indonesia masih banyak yang tertipu investasi bodong”ungkapnya.

Materi ketiga disampaikan oleh Muhammad Gunawan Yasni mengenai landasan fiqh investasi di pasar modal syariah. Gunawan menjelaskan dasar diperbolehkannya transaksi jual-beli efek secara syariah adalah Standard AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution) No. 21 dan Fatwa No.80/DSN/MUI/VI/2011 tentang penerapan prinsip syariah dalam mekanisme perdagangan efek.

Materi terakhir disampaikan oleh Legowo Kusumonegoro mengenai investasi melalui reksa dana syariah. Dalam pemaparannya, Legowo menjelaskan mengenai mekanisme investasi reksadana syariah di Manulife dan menghimbau peserta untuk segera berinvestasi. Acara Training for Trainers ini sangat menarik, apalagi memberikan fasilitas berupa rekening Reksadana Manulife Syariah sebesar Rp50.000,- bagi 80 pendafar pertama.

Leave a Reply