FEB UB Rutin Selenggarakan Kajian Agama pada Bulan Ramadhan

Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Calon Mahasiswa Baru T.A 2014/2015 Program Magister Akuntansi dan Program Magister Ilmu Ekonomi
11 July 2014
Keluarga Besar FEB Adakan Buka Bersama dengan Anak Yatim
18 July 2014

Adanya Bulan Ramadhan merupakan salah satu bukti kasih sayang Allah kepada manusia. Bulan Suci tersebut mampu menghindarkan manusia dari celaka. Puasa bukan bertujuan untuk menjadikan manusia sehat, bukan untuk mengistirahatkan organ pencernaan, bukan pula agar dapat merasakan penderitaan orang-orang yang hidup kekurangan. Sesuai dengan yang disampaikan dalam Hadits Nabi, sebenarnya puasa adalah benteng. Maksudnya adalah untuk melindungi fitrah manusia. Hakikat puasa adalah pendidikan dari Allah SWT, untuk mencegah berbagai hal negatif yang dapat mengotori fitrah manusia. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz DR. Luth Fauzan, M.Pd. dalam gelaran Kajian Dhuhur FEB UB pada tanggal 16 Juli 2014.

Bertempat di Surau Ar-Rahman, FEB UB secara rutin menyelenggarakan Kajian Dhuhur pada tiap hari kerja di Bulan Ramadhan. Penceramah yang didapuk mengisi kajian ini pun tidak selalu mengundang Ustadz dari luar kampus. Secara bergantian, dosen FEB UB juga mengisi kajian tersebut. Peserta kajian adalah sebagian besar dosen, serta karyawan. Sejumlah mahasiswa juga turut menjadi peserta. Kajian ini rutin diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan jiwa spiritual keluarga besar FEB UB.

Lebih lanjut, DR. Luth Fauzan, M.Pd. menuturkan bahwa fitrah manusia ada lima, yakni ruh, rasa, hati, akal, dan nafsu. Sesungguhnya ke lima fitrah manusia tersebut cenderung baik. Hanya saja seiring berjalannya waktu, salah satu fitrah manusia, yakni nafsu mengarah pada keburukan karena adanya unsur-unsur negatif. Akan tetapi, nafsu dapat tetap baik dan terjaga kebersihannya apabila telah mendapat rahmat dari Allah SWT. Menjaga nafsu tetap bersih dan baik merupakan hal yang penting, karena dengan baik dan bersihnya ke lima fitrah manusia, maka iblis maupun setan akan hampir tidak mampu untuk menggoda manusia tersebut. Beliau juga mengingatkan bahwa antara puasa dengan Al-Qur’an merupakan hal yang berdampingan. Kedua hal tersebut mampu menjadi syafaat di hari penghakiman. Maka dari itu, sebaiknya pada Bulan Ramadhan, selain berpuasa, manusia juga rajin membaca dan mengkaji Al-Qur’an. (azm)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan