BEM FEB Kerja Sama dengan Faber Castell Adakan Talkshow tentang Kreatif Menulis

Dosen USM Mengajar di FEB
6 December 2013
Formulir Pendaftaran Mahasiswa Program Magister dan Doktor
19 December 2013

Bertempat di Gedung Widya Loka Universitas Brawijaya, pada hari Minggu tanggal 8 Desember 2013 lalu diadakan talkshow yang bertajuk “Kreatif Menulis Rejeki Tak Akan Habis”. Kegiatan ini menghadirkan dua orang pemateri yang telah berpengalaman dan mememiliki kompetensi di bidangnya, yakni Nugraha Ady dan seorang penulis ternama, yakni Raditya Dika. Terselenggaranya Talkshow tersebut adalah berkat kerja sama antara Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) dengan Faber Castell. Mahasiswa dari sejumlah Peruguruan Tinggi di Malang dan siswa dari sejumlah sekolah menengah di Kota Malang hadir sebagai peserta dalam Talkshow kali ini. Gedung Widya Loka dipadati oleh ratusan peserta yang sangat antusias dengan materi tentang Kreatif Menulis.

“Kalau hanya ide tanpa perwujudan, itu adalah omong kosong”, ujar Nugraha Ady. Menulis sesuatu yang kreatif memang diawali dengan ide yang kreatif pula. Cukup banyak orang yang memiliki ide untuk menulis namun tidak mewujudkan ide tersebut. Apabila memiliki ide kreatif untuk menulis, segera tulis, agar tak hanya berhenti di dalam pemikiran sendiri. Menulis kreatif akan lebih bagus apabila dilakukan dengan sesuai mood, bukan dari hasil pesanan. Apabila Kita menulis tidak sesuai dengan mood, maka hasil tulisan Kita belumlah maksimal. Nugraha Ady juga memberikan saran kepada para peserta, ketika sudah menulis, pilihlah penerbit yang sesuai dengan genre tulisan Kita. Bukan kita yang menyesuaikan dengan genre Penerbit, namun Kita memilih penerbit yang sesuai dengan genre tulisan Kita.

Menurut Raditya Dika, penulis kreatif mendapatkan ide dari kegelisahan, “Semua Penulis, menemukan bahan mereka dari kegelisahan mereka”. Banyak yang bertanya mengapa Comic banyak yang membicarakan orang, merk, brand atau semacamnya diatas panggung. Kami membicarakan hal tersebut bukan berdasarkan kebencian, namun kegelisahan. Sehingga hal tersebut bukanlah bermaksud untuk menjelek-jelekan sesuatu yang Kami bahas. Salah satu cara untuk menemukan kegelisahan adalah dari pengalaman yang tidak mengenakan. “Cerita yang ada di serial Malam Minggu Miko adalah pengalaman nyata yang pernah bikin Saya gelisah, namun Saya mencoba memandang hal tersebut dari sudut pandang berbeda hingga menjadi suatu hal yang lucu”, lanjut Raditya Dika. Kegelisahan belum tentu pengalaman pribadi yang tidak mengenakan, misalnya kegelisahan pada lingkup sosial. Ada kegelisahan yang ada dari dalam diri, luar diri atau keadaan di sekeliling Kita.

Raditya Dika juga sedikit membahas tentang perbedaan antara penulisan naskah dan penulisan skenario. Salah satu perbedaannya adalah ketika menulis naskah, hampir semua hal Kita ungkapkan dalam tulisan. Namun, dalam skenario ada beberapa hal yang kita ungkapkan melalui adegan, sehingga tidak selalu berupa dialog. Banyak orang yang tidak puas dengan film yang diangkat dari suatu novel, karena menurut mereka tidak sesuai dengan novelnya. Suatu film dengan novel yang diangkatnya tidak akan bisa benar-benar sama, karena visualisasi seseorang ketika membaca novel tidaklah sama. Antara satu orang dengan yang lain, memiliki visualisasi masing-masing.

Ketika akan menulis, tentukan konsepnya terlebih dahulu. Agar tulisan tersebut memiliki arah dan format yang jelas. Kemudian diagnosa problem dipilih. ”Apabila Kalian ingin menjadi penulis yang terkenal, jadilah penulis yang berbeda”, saran Raditya Dika. Menurutnya, jangan mencoba menjadi penulis yang paling lucu, paling romantis atau paling-paling yang lainnya. Karena akan selalu ada yang lebih daripada Kalian. Cara penyampaian materi oleh Raditya Dika terbilang unik karena dalam penyampaian materinya, Ia menyisipkan banyak contoh dan candaan, sehingga para peserta semakin antusias dan terhibur.

Sebelum akhir acara, Raditya Dika sempat memberikan sedikit pelatihan menulis kepada para peserta. Setidaknya ada 3 orang peserta yang diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil tulisannya di depan para peserta lainnya. Setelah menyampaikan hasil tulisannya, peserta-peserta tersebut mendapatkan sejumlah saran dari Raditya Dika, serta ditutup dengan foto bersama. Disela penyampaian materi pada Talkshow kali ini juga sempat menampilkan Home Band FEB dan Comic dari UB.(azm/luth)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan