Cegah DO, JAFEB UB Undang Orang Tua Mahasiswa

Welcome Maba: Aksi Promosi dan Unjuk Prestasi
11 September 2012
Kuliah Tamu PT Garuda Indonesia : Pentingnya Softskill Dalam Dunia Kerja
13 September 2012

Kamis (13/9), Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (JAFEB UB) telah melaksanakan pertemuan dengan orang tua mahasiswa JAFEB UB Angkatan 2006 di Ruang Sidang Utama, FEB UB. Acara ini dimulai pukul 09.00-12.00 WIB dan dihadiri oleh 54 orang yang terdiri dari para orang tua, mahasiswa, dan pihak JAFEB UB yang diwakili oleh Ketua JAFEB UB (Prof. Unti Ludigdo, Ak), Staf JAFEB UB (Ubaidillah, SE., AK) dan Kepala Urusan Administrasi JAFEB UB (Soeharto, SE).

Menurut Ubaidillah, SE., Ak, tujuan utama pertemuan ini adalah sebagai tindakan preventif awal untuk mencegah mahasiswa JAFEB UB Angkatan 2006 tidak mengalami Drop Out (DO) sehingga mereka dapat lulus sebelum masa studi berakhir. UB menetapkan lama masa studi maksimal untuk mahasiswa S1 adalah 7 tahun (14 semester). Bila mahasiswa telah melampaui lama masa studi maksimal yang ditetapkan, maka mahasiswa tersebut akan DO.

Kegiatan ini dilakukan setahun sekali. Orang tua mahasiswa akan kembali dipanggil pada 4-5 bulan kemudian guna mengetahui perkembangan studi anak mereka. Dalam pertemuan itu, JAFEB UB juga memaparkan informasi terkait upaya untuk mempercepat masa studi, yaitu melakukan supervisi yang dilakukan oleh Staf Jurusan Bidang Akademik. Dalam supervisi ini mahasiswa diwajibkan untuk melaporkan tentang perkembangan penyusunan tugas akhir minimal sebulan sekali. Langkah penting lainnya yaitu adanya kesadaran diri mahasiswa serta peran aktif orang tua untuk bersama-sama menyelesaikan sisa masa studi mahasiswa. “Intinya untuk mempercepat kelulusan mahasiswa, dibutuhkan dukungan, motivasi,  dan kerjasama dari berbagai pihak yaitu mahasiswa yang bersangkutan, orang tua, dosen pembimbing, dan jurusan”, tegas Ubaidillah, SE.,Ak.

“Untuk menyelesaikan skripsi,kuncinya adalah di mahasiswa itu sendiri. Orang tua, Jurusan, dan para dosen pembimbing hanyalah fasilitator sehingga para mahasiswa memang benar-benar dituntut aktif untuk menemui dosen pembimbingnya”, pesan Prof. Unti Ludigdo, Ak, Ketua JAFEB UB diakhir pertemuan dengan orang tua mahasiswa. (mir/ris)

Tinggalkan Balasan