Dialog Akademik “Filosofi Pendidikan Magister dan Doktor”

Informasi test Psikotest Peserta yang telah lulus seleksi – Revisi
20 January 2013
Dua Dosen Jurusan Akuntansi Raih Gelar Profesi “CMA”
28 January 2013

Senin (21/1) bertempat di Ruang Sidang Utama (RSU), Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (JAFEB UB), khususnya Program Studi (PS) Doktor Ilmu Akuntansi telah menyelenggarakan dialog akademik dengan topik “Filosofi Pendidikan Magister dan Doktor serta Kaitannya dengan Undang-Undang Pendidikan Tinggi dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia” di mana pembicara utama adalah Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto, M.Rur. Sc. Para peserta adalah para dosen JAFEB. Jumlah dosen yang mengikuti kegiatan tersebut sekitar 25 dosen, antara lain Ketua Jurusan Akuntansi, Prof. Dr. Unti Ludigdo, Ak; Ketua Program Studi (KPS) S2, Ali Djamhuri, PhD., Ak, KPS S3, Prof. Iwan Triyuwono PhD., Ak, dan beberapa dosen lainnya. Rincian acara yang berlangsung selama 2 jam tersebut yaitu: 1) membahas tentang persamaan dan perbedaan Magister dan Doktor,  2) menyamakan persepsi tentang Magister dan Doktor, 3) memahami peraturan penyelenggaraan Magister dan Doktor sebagaimana yang dijelaskan dalam berbagai peraturan khusus yang mengaturnya seperti Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Kepmendiknas) 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, Peraturan Presiden (Perpres) Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi 4) memberikan beberapa ragam pelaksanaan Magister dan Doktor di beberapa Perguruan Tinggi di Dalam Negeri (DN) dan Luar Negeri (LN).

Dari berbagai pembahasan hal tersebut, akhirnya diketahui beberapa permasalahan utama yang dialami oleh pascasarjana di UB (khususnya) dan Perguruan Tinggi DN (umumnya) yaitu masih terjebaknya Perguruan Tinggi tersebut pada permasalahan matakuliah di S2 dan S3. Mereka melupakan esensi pendidikan tentang riset yang menekankan “novelty (menemukan sesuatu yang baru)”. Selain itu juga muncul permasalahan mengenai “transdisipliner” dosen sebagaimana yang diinginkan oleh Undang-Undang dan yang masih menjadi tugas besar bersama adalah perumusan, pelaksanaan dan penguatan “Pendidikan Karakter”. (mir)