Dialog Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UB dengan Stakeholder, Alumni dan Mahasiswa

Sherlita Nurosida, Delegasi NYGYLS Untuk Indonesia di New York
21 April 2013
FEB UB sebagai Tuan Rumah Peringatan Kartini Tahun 2012
23 April 2013

Sabtu (20/4) bertempat di Aula Gedung F lantai 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) jurusan Ilmu Ekonomi (JIE) FEB UB mengadakan dialog dengan stakeholder, alumni dan mahasiswa dengan tema “Benchmarking Kompetensi Mahasiswa dan Lulusan pada Stakeholders untuk Kurikulum Berbasis Kompetisi Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UB”. Kegiatan yang langsung di buka oleh Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UB, Dr. Ghozali Maski., SE., MS ini juga turut serta mengundang stakeholder dari Bapeda Kota Malang Bapak Rio Agung dan Pengusaha Muda David Primadhani yang merupakan alumni jurusan Ilmu Ekonomi FEB UB. Selain itu juga, acara ini juga turut dihadiri oleh orang tua wali murid, alumni dan mahasiswa. “Diselenggarakannya dialog ini selain untuk menjaga silahturahmi antara orang tua, mahasiswa, dan alumni dengan jurusan juga sebagai media komunikasi bagi semuanya dalam memahami dan mengerti terkait dengan jurusan ilmu ekonomi, baik dalam akademik maupun prospek kedepannya,” ujar Dr. Ghozali Maski., SE., MS

Selanjutnya, acara dialog yang dimulai dengan pemaparan oleh Ketua jurusan Ilmu Ekonomi FEB UB, Dr. Ghizali Maski., SE., MS didampingi oleh Sekretaris Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UB Putu Mahardika Adi  S., SE., M.Si.,MA.,Ph.D dan Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB UB, Dr. Asfi Manzilati., SE., ME, menyampaikan terkait dengan perkembangan Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UB yang dimulai dari sejarah pergantian nama jurusan dari Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP), Ekonomi Pembangunan (EP) dan sampai sekarang menjadi Ilmu Ekonomi. Selain itu, juga diinformasikan kepada orang tua dan alumni beberapa prestasi yang selama ini diraih oleh jurusan maupun fakultas diantaranya FEB UB selain mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT, FEB UB menjadi institusi pertama di Indonesia yang meraih akreditasi internasional dari sebuah badan akreditasi yang berbasis di Jepang, ABEST21 (The Alliance On Business Education And Scholarship For Tomorrow, A 21st Century Organization) dan prestasi terbaru lainnya yang diraih oleh jurusan ini adalah diraihnya Universitas of Brawijaya Annual Quality Award (UBAQA) selama tiga tahun berturut-turut. Turut disampaikan pula terkait dengan kurikulum yang dikembangkan dalam jurusan ilmu ekonomi dimana kurikulum dalam proses perkulihan telah disesuaikan dengan world class dengan melakukan kerjasama lembaga baik nasional maupun internasional yang dapat menunjang mahasiswa/I dalam dunia kerja nantinya berdasarkan minat keahlian mereka.

Selain pemaparan oleh pihak Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UB yang dilanjutkan dengan tanya jawab, kegiatan dialog ini dilanjutkan dengan pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Rio Agung dari Bapeda Kota Malang. Pada intinya Beliau menyampaikan bahwa Ilmu Ekonomi dan apa yang didapatkan ketika kuliah sangat membantu dalam pekerjaan kita. “Bagi adik-adik mahasiswa harus mulai menata sejak awal kuliah mengenai karir yang diinginkan, hal ini diperlukan adanya kesinkronan antara minat dan pekerjaan, apakah di birokrasi atau perbankan, dsb. Skill komunikasi juga dibutuhkan dalam dunia kerja. Skill ini dapat diperoleh ketika mengikuti organisasi di kampus. Karena IPK tinggi tidak menjamin survival di dunia kerja. Kondisi dunia kerja adalah dunia yang paling kejam, maka bagaimana kita menyiasati agar dunia kerja yang menyenangkan dengan melakukan aktivitas-aktivitas positif.  Selain itu, yang palin penting adalah komunikasi yang baik dan intens antara mahasiswa dan orang tua,“ pesan Beliau pada mahasiswa maupun orang tua.

Selanjutnya, hal yang hampir sama juga disampaikan oleh David Primadhani selaku pengusaha muda lulusan Ilmu Ekonomi FEB UB, dimana beliau menyampaikan bahwa pertama kali bagaimana antara orang tua maupun mahasiswa sudah mulai menata sejak awal apa yang ingin dicapai, “impian itu penting untuk mendorong kita nantinya ingin menjadi apa dengan memanfaatkan proses belajara di Jurusan Ilmu Ekonomi, menjadi pegawai ataupun pengusaha sama-sama baik yang paling terpenting adalah bagaimana kita menyiapkan impian kita sejak awal,” ujar David Primadhani. (yni)