Diskusi Panel: Konsep KKNI dan Pengembangan Life Skill

Dua Dosen Jurusan Akuntansi Raih Gelar Profesi “CMA”
28 January 2013
Laporan Kinerja Tahun 2012 dan Program Kerja Tahun 2013 JAFEB UB
29 January 2013

Selasa (29/1), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) telah melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Fakultas di Akasia Ballroom Hotel Savana. Para peserta terdiri dari dosen-dosen FEB UB. Raker tersebut dilaksanakan untuk membahas kinerja para pejabat di FEB UB tahun 2012 dan program kinerja tahun 2013.

Salah satu rangkaian acara di Raker adalah diskusi panel dengan topik “Konsep Kerangka Kualifikasi Indonesia (KKNI) dan Pengembangan Life Skill”. Dua pembicara utama, yaitu Pertama, Ir. Endrotomo, MSc (dosen Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember) menjelaskan tentang konsep KKNI. Kedua, Prof. Dr. I. Nyoman Sudana Degeng, M.Pd (dosen Universitas Negeri Malang) di mana Beliau menjelaskan tentang Kurikulum-Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Acara tersebut dimoderatori oleh Nurkholis, PhD. Diskusi tersebut dilaksanakan dalam rangka pemenuhan amanah KKNI dan juga pengembangan life skill para pengajar dan juga mahasiswa.

Pelaksanaannya, diskusi tersebut sangat menarik para peserta dari sisi keaktualan topik dan permasalahan yang ada. Ir. Endrotomo, MSc menjelaskan tentang latar belakang adanya KKNI, pengertian KKNI, jenjang kualifikasi menurut KKNI, implikasi KKNI pada pendidikan nasional, termasuk perumusan capaian pembelajaran (learning outcomes). Sementara itu, Prof. Dr. I. Nyoman Sudana Degeng, M.Pd menjelaskan tentang kompetensi dunia kerja di era kesemrawutan global,  8 kunci keunggulan di era kesemrawutan global, filosofi belajar dan mengajar, kurikulum berbasis kompetensi versus kurikulum berbasis kecakapan hidup, strategi pembelajaran, domain life skill, sampai dengan indikator keberhasilan belajar-mengajar-kurikulum. Meskipun penyampaian bahan topik berbeda namun kondisi tersebut dapat kita sikapi dengan lebih bijak yaitu pencapaian diri FEB UB agar mampu memenuhi amanah KKNI dengan mensinergikan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dengan kompetensi kepada anak didik dan para pengajar itu sendiri. (mir)

Tinggalkan Balasan