Doktor Baru : Alimudin

Hadiri Drama Komedi Bawang Merah Versus Bawang Mbombay
24 March 2011
Doktor Baru: Fransiskus Randa
24 March 2011

Di dalam paham kapitalisme, berbagai cara dilakukan untuk memenuhi  kebutuhan individu, mulai dari usaha yang legal dan halal hingga usaha yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan individu. Produk yang dihasilkan tidak mempertimbangkan haram-tidaknya dikonsumsi, baik atau buruk, etis atau tidak etis produk tesebut dihasilkan dan transaksi jual beli yang dilakukan semata-mata hanya untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan menetapkan harga setinggi-tingginya. Oleh karena itu dalam memberikan keadilan baik bagi konsumen maupun produsen dibutuhkan adanya nash yang mengatur tentang penetapan harga jual tersebut. Namun ada beberapa pedoman yang perlu diperhatikan dalam penetapan harga jual, yaitu sepanjang dilakukan dengan ridha atas harga tersebut, tradisi masyarakat sekitarnya dengan tetap memelihara kaidah-kaidah keadilan dan kebajikan serta larangan memberikan mudharat terhadap diri sendiri ataupun terhadap orang lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Alimudin dalam penelitiannya yang berjudul “Meretas Nilai-Nilai Islam, Membangun Konsep Harga Jual Maslahah”. Penelitian ini memiliki tujuan yang diantaranya guna menggali nilai-nilai Islam yang ada di dalam al-Qur’an dan as-Sinnah yang bisa digunakan untuk menyusun konsep harga jual islami, dan menyusun konsep harga jual berbasis islam serta dapat untuk menentukan derajat keimanan atau kecintaan kepada Sang Pencipta atas konsep harga jual berbasis nilai-nilai islam.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep harga jual berbasis nilai-nilai islam adalah maslahah price, yaitu konsep harga jual yang berorientasi pada kepentingan dunia dan akhiat, material dan spiritual, serta individual dan kolektif. Konsep harga jual ini bukan hanya mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan pokok penjual tetapi juga kemampuan pembeli tanpa dibatasi oleh kemampuan ekonomi yang dimiliki pembeli. Disamping itu konsep harga jual ini akan menciptakan hubungan yang harmonis diantara sesama penjual dan masyarakat di sekitar dimana perusahaan beroperasi serta menjalin hubungan yang berkesinambungan dengan generasi yang akan dating melalui pelestarian lingkungan.

Alimudin dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Akuntansi setelah mempresentasikan hasil penelitiannya tersebut peda ujian disertasi yang berlangsung tertutup di Ruang Sidang Utama Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Disertasi yang dipromotori oleh Prof. Iwan Triyuwono, SE., Ak., M.Ec., Ph.D (Promotor), Gugus Irianto, SE., Ak., MSA., Ph.D (Ko-Promotor), Prof. Dr. Grahita Chandrarin, SE., Ak., M.Si (Ko-Promotor). Dengan tim Dosen Penguji antara lain Prof. Dr. Made Sukadarma, SE., Ak., MM (Penguji 1), Prof. Eko Ganis Sukoharsono, SE., M.Com (Hons)., Ph.D (Penguji 2), Dr. Unti Ludigdo, SE., Ak., M.Si (Penguji 3).

(Nug/Yb)

Tinggalkan Balasan