Doktor Baru: Ni Nyoman Yuliarmi

Business Plan Competition 2011
19 August 2011
Doktor Baru: Kariyoto
19 August 2011

Saat ini, misi pembangunan terfokus pada usaha kecil dan menengah. Berdasarkan data dari BPS tahun 2009, diinformasikan bahwa sebanyak 99.9 persen dari total jumlah usaha yang ada di Indonesia adalah jenis usaha kecil dan menengah. Usaha ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 99,4 persen dari total angkatan kerja, serta mampu menyumbang penerimaan devisa negara. Pemerintah melalui instansi terkait telah banyak melakukan program pembinaan untuk meningkatkan kemandirian Industri Kecil Menengah (IKM). Namun, dalam kenyataannya masih banyak industri kecil khususnya industri kerajinan yang tidak berdaya menghadapi persaingan global.

Demikian latar belakang disertasi Ni Nyoman Yuliarmi yang berjudul “Peran Pemerintah, Lembaga Adat dan Modal Sosial dalam Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah”. Ujian disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) pada Jumat (5/8), dengan majelis penguji yang terdiri dari Prof. Munawar Ismail, SE, DEA, Ph.D., Dr. Khusnul Ashar, SE, MA., dan Prof. Candra Fajri Ananda, SE, M.Sc, Ph.D.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran pemerintah yang telah dilakukan oleh Disperindag maupun instansi terkait terhadap pemberdayaan IKM, mengetahui pengaruh peran lembaga adat dilihat dari peran sosial, budaya, ekonomi, dan keuangan terhadap pemberdayaan IKM, mengetahui pengaruh modal sosial terhadap peran lembaga adat untuk pemberdayaan IKM, mengetahui pengaruh modal sosial terhadap peran pemerintah untuk pemberdayaan IKM, mengetahui pengaruh modal sosial terhadap pemberdayaan IKM, serta mengetahui pengaruh peran pemerintah terhadap peran lembaga adat untuk pemberdayaan IKM.

Penelitian Ni Nyoman Yuliarmi ini dilakukan pada IKM di Provinsi Bali. Ni Nyoman memilih IKM, karena IKM mampu menyerap tenaga kerja yang relatif banyak. Walaupun terjadi krisis secara berkepanjangan, industri ini mampu bertahan dan berproduksi. Kontribusi IKM terhadap PDRB Provinsi Bali juga relatif besar. Dari data Disperindag tahun 2008, jumlah unit usaha terbanyak ada pada empat kabupaten, yaitu Kabupaten Gianyar, Bangi, Karangasem dan Klungkung, dan Kota Denpasar.

Dari penelitian ini diperoleh data bahwa ternyata peran pemerintah melalui instansi terkait belum mampu meningkatkan pemberdayaan IKM di Provinsi Bali. Sedangkan peran lembaga adat mampu memberikan pengaruh positif terhadap pemberdayaan IKM. Semakin tingginya peran sosial, budaya, ekonomi dan keuangan lembaga adat mengakibatkan semakin berdayanya IKM di Provinsi Bali. Selain itu, modal sosial juga mampu secara positif mempengaruhi peran pemerintah untuk pemberdayaan IKM. Modal sosial juga mampu secara positif mempengaruhi peran sosial, budaya, ekonomi dan keuangan lembaga adat untuk pemberdayaan IKM. Namun demikian, hasil analisis menunjukkan bahwa modal sosial secara langsung belum mampu mempengaruhi pemberdayaan IKM di Provinsi Bali. Peran pemerintah melalui instansi terkait justru berpengaruh positif terhadap peran lembaga adat untuk pemberdayaan IKM. Selanjutnya, lembaga adat tersebut mampu menjadi variabel yang memediasi (full mediation) antara modal sosial dan peran pemerintah terhadap pemberdayaan IKM di Provinsi Bali.

Ni Nyoman Yuliarmi, lahir di Kamasan, Klungkung pada 6 Juli 1960. Sejak tahun 1986 diangkat menjadi dosen tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Jurusan Ekonomi Pembangunan. Istri dari Drs. I Putu Sudika, MM., serta ibu dari tiga orang anak ini, menyelesaikan studi doktornya di Program Doktor Ilmu Ekonomi Pascasarjana FEB UB dan berhasil meraih nilai cumlaude. [riz]