Doktor Baru : Suwandi

Doktor Baru: Fransiskus Randa
24 March 2011
Doktor Baru : Erlina Diamastuti
27 March 2011

Kegagalan pembangunan di Indonesia yang disebabkan oleh kebijaksanaan yang menyimpang telah membawa dampak melebarnya ketimpangan pembangunan antar wilayah dan antar kelompok pendapatan. Keadaan ini akan secara terus menerus mengancam dan membayangi proses pembangunan di Indonesia sehingga rentan terhadap goncangan yang secara berulang akan menimbulkan krisis ekonomi, sosial, dan politik yang menyengsarakan sebagian besar anak bangsa Indonesia. Otonomi daerah yang merupakan salah satu agenda reformasi digunakan untuk meredam berbagai gejolak yang diakibatkan oleh ketimpangan pembangunan antar daerah. Dengan kebijaksanaan desentralisasi fiskal melalui perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Daerah yang diharapkan akan terjadi rasa keadilan di antara daerah serta pembangunan antar wilayah dapat dikurangi.

Hal tersebut disampaikan oleh Suwandi dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Penyerapan Tenaga Kerja, Kemiskinan dan Kesejahteraan Di Kabupaten/ Kota Induk Provinsi Papua”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris tentang pengaruh desentralisasi fiskal dan otonomi khusus baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, kemiskinan dan kesejahteraan di Provinsi Papua.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal berpengaruh positif dan significant terhadap belanja langsung yang diantaranya mempengaruhi naik turunnya dana desentralisasi fiskal yang dialokasikan kepada daerah serta dana otonomi khusus di Papua sehingga juga mempengaruhi naik turunnya pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

Suwandi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Ekonomi dengan dipromotori oleh Prof. Umar Burhan, SE., MS (Promotor), David Kaluge, SE., M.Ec-DEV., Ph.D (Co. Promotor), Dr. Susilo., MS (Co. Promotor).

(Nug/Yb)

Tinggalkan Balasan