Dosen dan Karyawan FEB UB Penerima Penghargaan

Saiful Munir, SE: Pengelola Keuangan Berprestasi Tingkat UB
17 August 2012
HALAL BIHALAL FEB UB: Mempererat Silaturahmi
28 August 2012

Pendidikan merupakan sistem rekayasa sosial terbaik guna meningkatkan modal ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) sebagai modal utama dalam meningkatkan kesejahteraan, mencerdaskan bangsa serta meningkatkan harkat dan martabat sekaligus membangun peradaban. Untuk itu, menurut Menteri diperlukan perbaikan kualitas dan fasilitas pendidikan serta menanamkan pendidikan berkarakter (penguatan tradisi akademik melalui penguatan budaya nalar dan kejujuran; penanaman nilai patriotisme dan nasionalisme; penumbuhan sikap cinta damai, toleransi, saling menghargai dan menghormati; penanaman nilai demokrasi serta pembudayaan kepatuhan terhadap pranata hukum).

Hal itu disampaikan Rektor UB Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito saat menyampaikan isi pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA dihadapan peserta Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67 yang jatuh pada hari Jum’at (17/8) di Lapangan Rektorat UB. Lebih lanjut menurut Menteri, Warga Negara Indonesia perlu diberikan akses pendidikan seluas-luasnya mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan tinggi. ¬†Menurut Menteri, segala macam hambatan untuk mendapatkan pendidikan bagi warga negara Indonesia baik sosial ekonomi, budaya atau kewilayahan harus dikurangi atau dihilangkan. Pemerintah RI telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mengatasi hambatan itu diantaranya bantuan operasional untuk PAUD, Sekolah, dan Perguruan Tinggi Negeri (BOP, BOS dan BOPTN), bantuan siswa miskin, bidik misi, pendirian sekolah atau perguruan tinggi di daerah khusus serta pendidikan menengah universal yang akan dimulai pada 2013 mendatang.

Upacara yang diikuti oleh seluruh dosen, karyawan dan perwakilan mahasiswa UB ini juga dijadikan momen tepat untuk memberikan penghargaan dan beasiswa kepada civitas akademika UB. Usai menyampaikan isi pidato Menteri, Rektor UB menyematkan penghargaan dan memberikan beasiswa kepada civitas akademika UB. Penghargaan Satyalancana Karya Satya diberikan kepada dosen dan karyawan yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai.

Nama-nama berikut adalah Dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) penerima Satyalancana Karya Satya: Drs. Supartono, SU; Drs. Djohar Budiman (Satyalancana Karya Satya 30 tahun), Drs. Imam Subekti, Ak., M.Si; Prof. Dr. Munawar, SE, DEA; Dr. Dra. Noermijati, SE, MTM; Dra. Erwin Saraswati, M.Si.Ak; Drs. Sudjatno, MS (Satyalancana Karya Satya 20 tahun), Wuryan Andani, SE.Ak., M.Si; Moh. Azis Arisudi, SE, ME; Sari Atmini, SE.Ak., M.Si; Arif Hoetoro, SE, MT; Dr. Andarwati., SE, ME (Satyalancana Karya Satya 10 tahun). Penghargaan juga diberikan kepada karyawan berprestasi yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerja yang baik. Adapun karyawan FEB UB penerima penghargaan sebagai Karyawan Berprestasi yaitu Saiful Munir, SE (Pengelola Keuangan Berprestasi Tingkat UB). (ris)