Dua Dosen Jurusan Akuntansi Raih Gelar Profesi “CMA”

Dialog Akademik “Filosofi Pendidikan Magister dan Doktor”
21 January 2013
Diskusi Panel: Konsep KKNI dan Pengembangan Life Skill
29 January 2013

 

Ilmu pengetahuan kian hari kian berkembang pesat mengikuti perkembangan jaman. Bagi seorang tenaga pengajar, memiliki kemampuan dibidang akademik tentulah sangat diutamakan. Namun menjadi tenaga pengajar yang juga bergelar seorang professional, tidak semua dapat memilikinya.

Baru-baru ini, tepatnya dibulan Januari 2013, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) memiliki 2 lagi dosen bergelar profesi dibidang Akuntansi Manajemen. Kristin Rosalina, SE.,MSA.,Ak.,CMA dan Achmad Zaky, SE.,MSA.,Ak.,SAS.,CMA, dua dosen yang masih terbilang muda ini dinyatakan lulus sertifikasi CMA oleh sebuah lembaga asal Negeri Kanguru (Australia) ICMA (Institute of Certified Management Accountants).

ICMA adalah organisasi profesional yang bertujuan meningkatkan keunggulan dalam profesi Managemen Keuangan dan Managemen Akuntansi. “Di Indonesia, ICMA telah berafiliasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Atas pemberian lisensi oleh ICMA kepada UGM, maka UGM berhak menyelenggarakan sertifikasi bagi akademisi maupun praktisi untuk mendapatkan gelar profesi khususnya dibidang Akuntansi Manajemen, CMA”, jelas Kristin Rosalina, SE.,MSA.,Ak.,CMA. Sebelumnya, Jurusan Akuntansi FEB UB telah memiliki beberapa dosen yang memiliki gelar profesi dibidang Akuntansi Manajemen. Namun, gelar tersebut diberikan oleh lembaga berbeda seperti IAI (Ikatan Akuntan Indonesia).

Dituturkan oleh Kristin, program sertifikasi CMA diadakan tiap tahun. Sebelum ujian sertifikasi, peserta diberikan pelatihan selama 6 hari mengenai materi yang akan diujikan. Materi yang diujikan meliputi 2 mata kuliah yaitu Akuntansi dan Manajemen (pemasaran, produksi, keuangan, sumber daya manusia, dan strategi). “Kami mengikuti sertifikasi yang diadakan oleh UGM. Durasi ujian masing-masing 3,5 jam untuk setiap mata kuliah dan soal yang diberikan berupa case study.  Untuk dapat dinyatakan lulus sertifikasi, nilai yang harus dimiliki yaitu B – untuk setiap mata kuliah”, tambahnya.

“Dengan gelar profesi ini, maka bertambah pula amanah untuk terus melaksanakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) terutama dalam bidang Akuntansi Manajemen baik melalui up-grading keilmuan maupun aktivitas-aktivitas seperti pemberian saran dan konseling dibidang Akuntansi Manajemen”, ungkap Kristin. Ditambahkannya, gelar ini juga dapat memperkuat posisi institusi maupun individu pemiliki gelar tersebut sehingga lebih diakui dimasyarakat. (ris)