ECSOTIC 2013: Mewudjudkan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Sehat dan Sejahtera

Entrepreneurship Day: 12-13 November 2013
18 November 2013
Sosialisasi Pengelolaan Jurnal, Manajemen OJS dan Kiat Penulisan Artikel Ilmiah
20 November 2013

ECSOTIC (Economics Politic) 2013 merupakan salah satu program terbesar terkait Ekonomi-Politik di FEB UB. ECSOTIC diselenggarakan setiap tahunnya oleh Divisi Kajian Strategi Departemen Sosial dan Politik BEM FEB UB. Sejak tahun lalu, ECSOTIC menghadirkan pembicara-pembicara tingkat nasional untuk membahas isu ekonomi dan politik yang hangat diperbincangkan. Pada ECSOTIC 2012 dibahas mengenai Kedaulatan Energi, menghadirkan BP Migas Pusat sebagai salah satu pembicara dalam Symposium Nasional.

Tahun ini, ECSOTIC 2013 dikemas berbeda. National Essay dan Poster Competition menjadi dua bentuk kegiatan yang dilaksanakan sebelum National Symposium. National Essay Competition berusaha mengapresiasi mahasiswa Indonesia yang peduli dengan Kedaulatan Pangan melalui bentuk karya essay yang kritis dan solutif. Begitu pula National Poster Competition, yang dituangkan melalui bentuk karya grafis yang menarik.

Kedua National Competition tersebut menghasilkan 20 Besar Finalis di setiap kompetisi yang kemudian menjadi National Delegates dalam ECSOTIC 2013. Hadir 33 National Delegates yang berasal dari 24 Perguruan Tinggi ternama se-Indonesia seperti : UI, UGM, ITB, UNAIR, ITS, dan masih banyak lagi.

Seluruh National Delegates hadir sejak tanggal 4 Oktober dan memulai rangkaian ECSOTIC 2013, yaitu Hi Delegates! yang merupakan acara Gala Dinner di depan Aula Lantai 7 Gd. F FEB UB.

Kemudian, pada tanggal 5 Oktober yang lalu, National Symposium juga berhasil diselenggakan dengan baik. National Symposium dengan tema “Mewujudkan Kedaulatan Pangan menuju Indonesia Sehat dan Sejahtera” seakan menjadi magnet terbesar dalam rangkaian ECSOTIC 2013. Sebanyak 250 lebih tiket terjual, 33 National Delegates hadir, dan tentunya 6 Pembicara tingkat nasional, antara lain dari Kementerian Pertanian Dr. Ir. Tjuk Eko Hari Basuki, M.St (Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan), Anggota DPR RI Komisi IV Ir.Hb Nabiel Almusawa, M. Si. dari BULOG Pusat Agusdin Fariedh (Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog) serta 3 Akademisi yaitu yang pertama Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB  Prof.Ahmad Erani Yustika, S.E., M.Sc., Ph.D. Pemerhati pangan serta Guru Besar Fakultas Pertanian UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani Ar, Ms. Kandidat Doktor Ilmu Hukum UNAIR yang juga merupakan dosen Fakultas Hukum UB Indah Dwi Qurbani , SH., MH.

National Symposium dipandu oleh seorang Moderator yang merupakan Budayawan kota Malang, yaitu Mohammad Sinwan yang berhasil menghidupkan suasana diskusi dalam National Symposium ini.

Acara yang dimulai pukul 08.00 hingga 13.30 ini juga dimeriahkan oleh Traditional Dance EDC dan Homeband FEB UB. Selain itu, terdapat aksi Pernyataan Sikap Mahasiswa Indonesia berupa pembubuhan cap tangan di atas kain berukuran 1×7 meter terkait isu Kedaulatan Pangan. National Symposium ini sangat disambut baik oleh audience, pembicara, dan Dekanat. Bahkan, Dekanat FEB UB berharap agar ECSOTIC berikutnya mampu menyelenggarakan event serupa dengan skala Internasional.

Tidak sampai di situ, pada tanggal 6 Oktober masih ada 2 rangkaian acara yakni National Youth Conference serta National Art Project. National Youth Conference diikuti oleh para finalis National Essay Competition. Dalam National Youth Conference, para National Delegates yang terbagi dalam 4 tim merumuskan langkah-langkah strategis apa untuk mewujudkan kedaulatan pangan melalui bidang pertanian, teknologi pertanian, perikanan, serta peternakan. Mereka dibimbing oleh 4 mentor yang ahli dalam bidangnya yang juga merupakan dosen Universitas Brawijaya.

Para finalis National Poster Competition juga dibagi dalam 3 tim untuk melaksanakan National Art Project di Aula Gedung D FEB UB. Dalam National Art Project mereka melukiskan isu kedaulatan pangan melalui media kanvas raksasa. Untuk juri National Art Project ini adalah orang-orang ahli dalam bidang artistik yakni Gustaf Eza Weldy (LPM Indikator) serta Navira Budi Satrianti (Nol Derajat).

Pada 7 Oktober, Best Team Conference dan pemenang Art Project mempresentasikan hasil karya mereka sekaligus pemberian hadiah. Indonesia Food Festival menjadi penutup dari rangkaian acara ECSOTIC 2013. (Jawwad/luth)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan

Tinggalkan Balasan