<!–:en–>HMJIE: Entrepreneurship Seminar And Business Plan Competition<!–:–><!–:id–>HMJIE: Entrepreneurship Seminar And Business Plan Competition<!–:–><!–:id–>HMJIE: Entrepreneurship Seminar And Business Plan Competition<!–:–><!–:id–>HMJIE: Entrepreneurship Seminar And Business Plan Competition<!–:–>

<!–:en–>HMJIE: Economics Journey 2014<!–:–><!–:id–>HMJIE: Economics Journey 2014<!–:–>
13 February 2015
<!–:en–>HMJIE: Delegasi Finalis National Banking Forum 2014 Indonesia Banking School-Jakarta Selatan<!–:–><!–:id–>HMJIE: Delegasi Finalis National Banking Forum 2014 Indonesia Banking School-Jakarta Selatan<!–:–><!–:id–>HMJIE: Delegasi Finalis National Banking Forum 2014 Indonesia Banking School-Jakarta Selatan<!–:–><!–:id–>HMJIE: Delegasi Finalis National Banking Forum 2014 Indonesia Banking School-Jakarta Selatan<!–:–>
13 February 2015

Menjadi pengusaha merupakan sebuah cita – cita yang perlu ditanamkan pada benak setiap individu di Indonesia “Suatu negara bisa menjadi makmur jika jumlah pengusaha sedikitnya 2% dari jumlah penduduk negara tersebut”, (David Mcclelland, Sosiologi AS). Hal tersebut dilatarbelakangi dengan adanya fakta bahwa pengusaha Indonesia yang terjun di dunia wirausaha dalam relatif muda dapat dikatakan sangat minim, yaitu hanya 1,56% dari total penduduk Indonesia dan jumlah ini kalah jauh dibandingkan negara lain di ASEAN. Jumlah pengusaha di negara Malaysia sudah mencapai 4%, Thailand 4,1%, dan Singapura bahkan mencapai 7,2%. Padahal jumlah penduduk Indonesia merupakan yang paling besar di ASEAN. Agar hal ini bisa diperbaiki, maka penyampaian mengenai konsep kewirausahaan yang dapat menularkan peluang dan menciptakan sebuah usaha yang menguntungkan harus digalakkan. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki perekonomian bangsa Indonesia.

Menyambut pasar bebas ASEAN 2015 atau ASEAN Economic Community (AEC), Indonesia sebagai anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) akan menjadi salah satu kawasan perdagangan bebas bagi sekitar 566.225.770 penduduk ASEAN. Dalam ASEAN Economic Community (AEC) atau Komunitas Ekonomi Asia Tenggara arus barang, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal menjadi bebas tanpa hambatan tarif dan non tarif di kawasan ASEAN. Gempuran produk barang dan jasa impor akan membanjiri Indonesia dan membahayakan produk dalam negeri jika tidak diatasi dengan peningkatan daya saing dan kualitas produk dalam negeri. Untuk itulah perlu suatu langkah konkrit dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai wujud persiapan Indonesia menghadapi Komunitas Ekonomi Asia Tenggara.

Salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pelatihan kewirausahaan dan berbagai kompetisi business plan. Kegiatan ini akan mengasah kemampuan dan menumbuhkan jiwa berwirausaha bagi generasi muda. Diharapkan dengan adanya berbagai pelatihan kewirausahaan dan kompetisi business plan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda akan siap bersaing dalam Komunitas Ekonomi Asia Tenggara dengan menjadi wirausaha yang tidak hanya memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, tetapi juga kreatif karena dengan kreatifitas akan memunculkan ide – ide bisnis yang inovatif.

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan kewirausahaan, salah satunya adalah melalui Entrepreneurship Seminar and Business Plan Competition (ESBC). Entrepreneurship Seminar and Business Plan Competition (ESBC) merupakan seminar kewirausahaan dan kompetisi business plan dengan lingkup nasional yang ditujukan untuk umum bagi seminar kewirausahaan dan kalangan mahasiswa Strata 1 (S1) dan Diploma 3 (D3) bagi kompetisi business plan.

Kegiatan Entrepreneurship Seminar and Business Plan Competition (ESBC) ini diadakan di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya pada tanggal 25 Oktober 2014. Sedangkan tema yang diambil dari kegiatan ini adalah menjadi “Menjadi Bos di Negeri Sendiri”. Dalam acara ini pembicara yang mengisi seminar adalah para wirausaha yang dinilai panitia sesuai dengan tema yang diangkat yaitu “Menjadi Bos di Negeri Sendiri”, dengan pemateri Jaya Setiabudi (penulis “The Power of Kepepet” dan “Kitab Anti Bangkrut”, Ketua Umum HIPMI 2012-2015 yaitu Nurana Indah Paramitha, Pendiri HIPMI PT dan Mantan Ketua Umum HIPMI yaitu Ir Adang Sudrajat. Seminar kewirausahaan ini ditujukan untuk umum, pesertanya tidak hanya tim yang lolos seleksi proposal business plan saja tetapi juga kalangan umum yang tidak mengikuti kompetisi business plan ESBC dapat berpartisipasi dalam acara ini.

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan

Tinggalkan Balasan