(Indonesia) Accounting Update Series II 2015 (Day 2): Pasar Jasa dan Tenaga Kerja Akuntansi, Potensial bagi KAP Kecil Menengah

DEBAT ILMIAH LSME 2015 “BRACE UP YOUR SELF, BE CRITICAL WITH DISBAT 2015"
10 November 2015
TRANSMISSION DELEGATION NATIONAL ESSAY AND SCIENTIFIC POSTER COMPETITION AIRLANGGA YOUTH CONFERENCE (AYC) 2015 AT AIRLANGGA UNIVERSITY SURABAYA
11 November 2015

Selasa (10/11), Rangkaian acara Accounting Update Series II (AUS II) kembali digelar di tempat yang sama, yaitu Gedung F Lt. 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB). Pada hari kedua ini, AUS II diisi dengan materi oleh Drs. Mustofa, Ak., CA (Partner Deloitte Indonesia, Komisioner Independen beberapa perusahaan, sekaligus Founding Father Akuntansi Brawijaya).

Materi yang dibahas pada hari kedua adalah Persaingan Pasar Jasa dan Tenaga Kerja Akuntansi. Dalam penjelasannya Drs. Mustofa, Ak., CA berpendapat bahwa persaingan dalam dunia akuntansi semakin ketat terutama dalam dua sektor, yakni persaingan jasa dan persaingan tenaga kerja. Pasalnya, kedua sektor tersebut dapat dimasuki oleh siapa saja dari berbagai kalangan. Beliau memaparkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja akuntansi semakin berkembang. Kebutuhan tenaga kerja terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga sangat dibutuhkan peran Kantor Akuntan Publik (KAP) dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Menurut beliau, KAP menengah kecil harus berjuang dalam menghadapi persaingan tersebut terlebih lagi dengan eksistensi Big Four di Indonesia. Oleh sebab itu, untuk meraup potensi tersebut KAP diimbau untuk melakukan merger agar memperkuat eksistensinya dalam masyarakat. Sebab KAP yang ada di Indonesia cenderung bersifat isolatif dan merasa mampu berdiri sendiri. Terlepas dari itu, brand, menjadi fokus utama yang harus dibangun oleh setiap KAP untuk menunjukkan keunggulan dan reputasi yang baik. Kedepan, profesi akuntan akan semakin banyak diminati didukung dengan diberlakukannya banyak aturan yang mewajibkan perusahaan untuk melakukan audit. Oleh sebab itu, pasar akuntan publik akan semakin meningkat seiring kebutuhan atas jasa audit.

Dalam pemaparannya, Drs. Mustofa, Ak., CA juga menjelaskan bahwa Big Four baru memenuhi 15% dari jasa audit dengan perbandingan pendapatan yang lebih tinggi dari KAP kecil menengah. Hal ini juga disebabkan oleh konsentrasi pasar akuntansi yang semakin berkembang. Oleh sebab itu, harus dibuat pilihan yang lebih besar dalam jasa akuntan di Indonesia. (gde/the/azm)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan