Pembekalan KKN-P Mahasiswa Ilmu Ekonomi Dibalut dengan Training of Trainers (ToT) OJK

Dana Pensiun: Reformasi Pengelolaan?
30 August 2017
Pameran Foto Indikator 2017
31 August 2017

Malang- Selasa (29/8), bertempat di Aula Gedung F lantai 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, telah diselenggarakan Training of Trainers (TOT) untuk mahasiswa FEB UB dari Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa Ilmu Ekonomi FEB UB yang akan melaksanakan KKN-P. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor OJK Malang. “Diharapkan adik-adik ini yang nantinya akan menjadi ujung tombak kami untuk menyampaikan kepada masyarakat karena mereka butuh pemahaman dulu tentang produknya, apakah kebutuhan produk jangka panjang bisa ke pasar modal atau produk jangka pendek yang bisa ke asuransi dan sebagainya” Tutur Indra Krisna.

Rangkaian acara pertama yaitu pemaparan materi mengenai Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT) yang diisi oleh Jaka Setiawan, Deputi Kepala Perbankan Bank Indonesia Malang. Sejarah perkembangan alat pembayaran sangat panjang, dimulai dari barter, uang, paper based, hingga saat ini uang elektronik. Jaka juga menjelaskan manfaat dari GNTT yaitu praktis, akses lebih luas, transparansi transaksi, efisiensi rupiah, dan perencanaan ekonomi lebih akurat. Untuk bisa mewujudkan itu maka diperlukan koordinasi antara Kementrian/lembaga, Pemprov/Pemda, dan pelaku industri. Rangkaian pertama diakhiri dengan sesi tanya jawab, “Bagaimana dampak GNTT bagi orang awam  dan bagaimana cara mengedukasi ke masyarakat?” Asri Wijayanti dari jurusan Ekonomi Pembangunan. “Perlu adanya proses pembelajaran dari penggiat GNTT kepada masyarakat dan diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan GNTT dengan bijak yaitu dengan konsumsi secara cerdas.” Jawab Jaka Setiawan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi selanjutnya mengenai Pengenalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pengenalan Waspada Investasi yang disampaikan oleh Horas Tarihoran, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK. Horas Tarihoran menjelaskan tentang asal mula terbentuknya OJK berdasarkan UU No 21 tahun 2011. Horas juga memperkenalkan tagline OJK yaitu Mengatur, Mengawasi, Melindungi.

Materi selanjutnya mengenai Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan yang disampaikan oleh Imelda Tarigan, Financial Planner dan Senior Vice President PT CIMB Securities Indonesia. Ada enam materi diskusi yang diangkat yaitu, impian=tujuan keuangan, kenali keadaan keluarga, cek kesehatan keuangan, membuat anggaran, bijak dalam berutang, risiko kehidupan. Imelda juga berpesan untuk mulai merencanakan keuangan dari sekarang, karena mandiri di hari tua berarti membuat generasi penerus yang lebih sejahtera.

Materi terakhir yaitu tentang sukses financial dengan reksadana yang disampaikan oleh Dewi Sriana dari Bursa Efek Indonesia cabang Malang. Penjelasan diawali dengan perkenalan reksadana dan pengertian reksadana menurut UU No. 8 Tahun 1995 Pasal 1 Ayat 27. Dijelaskan juga mengenai konsep umum, manfaat, mekanisme, jenis-jenis, risiko, dan lain sebagainya. (DA)