Kajian Ekonomi 2015 Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi 2015

ENTREPRENEUR CLUB BEM FEB UB 2015
24 November 2015
Muktamar CIES 2015 FEB UB
25 November 2015

Diskusi Panel 1

Akademisi: Prof. Munawar, SE., DEA., Ph.D menjelaskan bahwa investasi merupakan penanaman modal yang diberikan oleh perseorangan atau perusahaan atau organisasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Faktor yang dapat mempengaruhi investasi yang dijadikan bahan pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya yaitu, faktor SDA, SDM, stabilitas politik dan perekonomian, yang dapat menjamin kepastian dalam berusaha, selain itu ada faktor kebijakan pemerintah dan terakhir ada faktor kemudahan dalam perizinan investasi. Dari segi penanaman modal asing, ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya keengganan masuknya investasi ke Indonesia. Faktor – faktor yang dapat menjadi pendukung masuknya arus investasi ke suatu negara, seperti jaminan keamanan, stabilitas politik dan kepastian hukum, hal ini menjadi suatu permasalahan tersendiri bagi Indonesia. Bahkan otonomi daerah yang sekarang diterapkan di Indonesia dianggap menjadi permasalah baru dalam kegiatan investasi di beberapa daerah. Investasi di sini memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi negara, perlu adanya peningkatan investasi lokal dan perlu adanya strategi dalam menarik investasi asing masuk ke Indonesia. Peran penanaman modal asing dalam proses pembangunan ekonomi telah banyak diutarakan dalam litelatur pembangunan ekonomi nasional dan pembangunan ekonomi daerah. Lalu lintas modal asing antar negara dan antar lokalitas di dunia tersebut akan mengikuti dinamika perkembangan perusahaan – perusahaan lintas nasional dan perusahaan global yang dipermudah dengan globalisasi dan temuan teknologi. Bersama – sama dengan investasi domestic dan investasi masyarakat, investasi asing masih merupakan pilihan strategi untuk memanfaatkan momentum kebangkitan perekonomian Indonesia di masa datang. Jadi, dapat diketahui bahwa kekuatan daripada investasi disini sangat penting dalam pembangunan ekonomi, perlu adanya peningkatan kesadaran dalam melakukan investasi dan juga perlu berhati-hati dalam melakukan investasi.

 

Praktisi: Bapak Maulana Yusuf Pihak dari OJK saat jalannya diskusi menyampaikan bahwa, dalam melakukan investasi kita harus cermat dan tanggap, karena motif penipuan investasi saat ini cukup banyak dan sudah banyak beberapa korban penipuan investasi melapor ke pihak OJK. Jika perlu kita melakukan konsultasi ke pihak OJK atau melakukan pemeriksaan apakah lembaga yang terkait pada investasi kita masuk dalam pengawasan OJK atau tidak, singkatnya harus ada kejelasan legal atau tidaknya. Pada diskusi ini OJK menekankan dalam pembahasan terkait investasi dengan sebutan cerdas mengelola masa depan sejahtera, dikatakan bahwa melawan hukum dalam penghimpunan dana dan pengelolaan investasi tidak selalu dikenakan tindak pidana tetapi tidak sesuai dengan peraturan perundang – undangan. Pada lembaga yang legal dengan lembaga yang ilegal sama – sama memiliki risiko pada usahanya maupun pada mal praktiknya, tetapi yang membedakan adalah perlindungan hukumnya, perlindungan hukum untuk ilegal lebih lemah dibandingkan dengan yang legal dan juga dari sisi pengawasan regulator, legal lebih kuat daripada yang ilegal. Pengawasan OJK untuk investasi sendiri yaitu melalui manajer investasi, investasi kolektif, investasi individual dan dalam portofolio efek atau investasi lainnya. Jenis – jenis produk investasi yang di awasi oleh OJK yaitu, tabungan, deposito, saham, dan obligasi atau sukuk. OJK juga memberikan data table yang menggambarkan jenis investasi yang sering ditawarkan kepada masyarakat yaitu, investasi emas, valas, saham, agrobisnis, pertambangan, pulsa, property dan consumer goods. Di akhir diskusi, bapak Maulana Yusuf memberikan tips berinvestasi yaitu, ketahui kebutuhan keuangan di masa yang akan datang, pahami produk keuangan yang ditawarkan, pahami risiko produk keuangan yang ditawarkan, hindari tawaran dengan janji keuntungan yang tidak wajar dan apabila ragu bisa menghubungi pihak OJK untuk berkonsultasi terlebih dahulu.

 

 

 

Diskusi Panel 2

Akademisi: Prof. Agus Suman, SE., DEA., Ph.D memaparkan dalam diskusi bahwa BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa merupakan usaha desa yang dibentuk oleh pemerintah desa, yang kepemilikan modal dan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat. Usaha Desa di sini yaitu jenis usaha pelayanan untuk ekonomi desa seperti, usaha jasa, penyaluran sembilan bahan pokok, perdagangan hasil pertanian, serta industry dan kerajinan tangan. Dasar hukum BUMDes adalah UU No. 32 Tahun 2004 (pasal 213), yang berisi: Desa dapat mendirikan BUMDes sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes berpedoman pada peraturan perundang-undangan, dan BUMDes dapat melakukan pinjaman sesuai peraturan perundang-undangan. Adapun tujuan pendirian BUMDes sendiri adalah untuk meningkatkan sumber PADes, memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat, mengurangi pengangguran di pedesaan, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, dan mengurangi kemiskinan.

Praktisi: Drs. R. Amaludin Hamsah sebagai ketua kelurahan Sumber Sari memaparkan saat diskusi bahwa di Sumber Sari sendiri, usaha yang berkembang sangat beragam, ditambah kondisinya yang strategis dikelilingi oleh beberapa universitas ternama di Malang yang menyebabkan pangsa pasar dari usaha yang dikembangkan di Sumber Sari menjadi berkembang dan menyesuaikan kondisi yang ada. Selanjutnya beliau mengatakan bahwa syarat dari pembentukan BUMDes yaitu atas inisiatif pemerintah desa dan masyarakat berdasarkan musyawarah desa, potensi usaha ekonomi masyarakat, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kebutuhan pokok, sumber daya desa yang belum dimanfaatkan secara optimal terutama kekayaan desa, tersedianya SDM, adanya unit usaha masyarakat dan meningkatkan pendapatan masyarakat dan PADes. Bapak Amaludin mengungkapkan bahwa dana 1 miliyar rupiah untuk satu desa belum begitu terealisasi dengan di tambah birokrasi dana desa yang sulit. Oleh karena itu, muncul kebijakan baru bahwa akan adanya pemangkasan birokrasi dari proses alokasi dana untuk desa, agar dana yang ada cepat masuk ke desa. Untuk kedepannya, pengembangan BUMDes akan terus ditingkatkan, dimulai dari Malang, Jawa Timur maupun Indonesia.  Asosia Kepala Desa dan Perangkat Desa akan terus tergerak untuk melakukan pengembangan ini.

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan