Kantong Kemiskinan No.1 Di Jawa Timur, Mahasiswa UB Meneliti Psychological Capital Sebagai Upaya Pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang

Disable Does’nt Mean Unable : Mahasiswa FEB UB Menciptakan Program Pelatihan Disabilitas “Akselerasi Tunadaksa Berdikari”
28 July 2021
Tim PKM FEB UB Melakukan Penelitian Tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Wanita dan Bisnis Prostitusi di Media Sosial
30 July 2021

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB) sedang melakukan penelitian tentang psychological capital untuk membantu pemerintah Kabupaten Malang mempercepat program pengentasan kemiskinan.

Penelitian ini didasari atas pendangan bahwa program bantuan sosial sebagai upaya pengentasan masalah kemiskinan itu belum sepenuhnya berdampak signifikan. Terbukti berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Malang tahun 2020 sebesar 265,56 ribu orang dan menyandang predikat sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk miskin paling banyak di Provinsi Jawa Timur. 

“Kami merasa bahwa program pengentasan kemiskinan dari pemerintah belum efektif, karena kemungkinan ada budaya yang mengakar kuat dimasyarakat, seperti falsafah jawa nrimo ing pandhum” terang Fauziah sebagai perwakilan tim peneliti.

Konsep nrimo ing pandum lebih mengarah ke sikap penerimaan individu terhadap kehidupannya di masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Secara psikologis, konsep penerimaan diri itu merupakan kondisi positif individu untuk lepas dari kondisi kemiskinan, yaitu melalui terbentuknya efikasi diri atau keyakinan dengan kemampuan yang mereka miliki. Akan tetapi, realita budaya lokal masyarakat justru menyebabkan konsep ini menjadi pola pikir yang mengarah ke semakin tingginya derajat penerimaan diri individu, maka semakin rendah atensi diri mereka untuk lepas dari kondisi kemiskinan. Oleh sebab itu, atensi diri ini menjadi fondasi vital individu untuk lepas dari kondisi kemiskinan. Nah, atensi diri ini bekaitan dengan psychological  capital yang terdiri dari 4 komponen yaitu efikasi diri, optimisme, harapan, dan resiliensi. 

Berdasarkan uraian di atas, maka Fauziah beserta tiga orang mahasiswa lainnya, yaitu Nia Ayuningtyas, Ahmad Mufid Murtadha, dan Khoirun Nisa’ yang dibimbing oleh Nurlita Novianti, SE., MSA., Ak., CA., CPA., CPI melakukan penelitian yang berjudul Analisis Pengembangan Psychological Capital Berbasis Indigenous Economies Sebagai Fondasi Indvidu dalam Upaya Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Malang.

Penelitian ini diawali dengan menggali persepsi rumah tangga miskin mengenai kondisi kemiskinan yang mereka hadapi dan perkembangan indigenous economies. Kemudian, akan diuji apakah ada pengaruh antara psychological capital terhadap kemiskinan di Kabupaten Malang. 

“Harapan kami, penelitian ini bisa dijadikan sebagai acuan bagi pemerintah dalam merancang strategi pengentasan kemiskinan berbasis indigenous economies di Kabupaten Malang”, jelas Fauziah.

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan