<!–:id–>Kerjasama Rumah Zakat dan CIES dalam Pelatihan Kewirausahaan<!–:–>

<!–:id–>EBBRAU: FEB Meraih Prestasi Gemilang dalam Pertandingan Basket Olimpiade Brawijaya <!–:–><!–:en–>EBBRAU: FEB Reaching Achievement Gemilang in the Olympic Games Basketball UB<!–:–>
16 October 2014
<!–:id–>Sosialisasi Kelanjutan Program Konvergensi PSAK ke IFRS<!–:–><!–:en–>Sosialisasi Kelanjutan Program Konvergensi PSAK ke IFRS<!–:–>
17 October 2014

Malang (11/10) Center of Islamic Economics Studies (CIES) salah satu lembaga otonom rohis FEB UB menggelar Pelatihan Keterampilan Bisnis yang merupakan kerjasama antara Rumah Zakat dan CIES.

“Kami mendapat tawaran kerjasama dengan rumah zakat. Dalam hal ini kami berkontribusi sebagai panitia dan menyediakan tempat pelatihan. Atas kontribusi yang kami berikan, kami mendapat kuota peserta gratis sebanyak 20 kursi. Suatu kebanggaan tersendiri dapat bekerjasama dengan rumah zakat dan mendapatkan 20 tiket gratis pelatihan UMKM rumah zakat”, jelas Naufal Kepala Departemen Kewirausahaan  CIES. Sebanyak 20 tiket gratis tersebut diberikan kepada internal anggota CIES. Yang mana anggota-anggota yang diutamakan adalah anggota departemen kewirausahaan dan teman-teman lain yang mempunyai usaha serta memiliki niat kuat untuk belajar menjadi pengusaha sukses.

Salah satu pelatihan UMKM Rumah Zakat yang digelar di FEB UB kali ini diisi oleh Ibrahim Muhajirin Elfahmi owner Magistra Utama, Amazy resto dan 200 outlet Kebab Turki. Dalam motivasi yang diberikannya beliau memberikan informasi rahasia sukses dalam menjalankan usaha.

Menurutnya kesuksesan berwirausaha ada dalam beberapa tahapan.”Untuk menjadi pengusaha sukses, yang pertama kita harus memiliki niat yang kuat. Dengan niat dan tekad yang kuat bukan suatu yang sulit untuk mewujudkan sebuah keinginan. Lalu wujudkan niat itu dalam produk. Seorang pengusaha harus tahu produk apa yang akan ia jual, dan dia pun juga harus memahami sifat-sifat dari produk tersebut. Yang harus dipikirkan selanjutnya adalah sarana produksi. Sarana produksi ini erat kaitannya dengan lokasi yang tepat untuk memulai usaha kita. Sarana produksi ini juga harus diimbangi dengan keterampilan produksi yang mumpuni. Selanjutnya, pengusaha harus bisa membuat brand yang bagus untuk produknya. Brand selain  sebagai identitas  produk juga berguna untuk meningkatkan nilai jual produk itu sendiri”, tegas pemilik Amazy resto ini.

Beliau juga menambahkan tentang aspek pemasaran yang juga penting dalam rangkaian bisnis. Pemasaran dapat dilakukan dengan berbagai cara, namun tetap yang harus diperhatikan adalah efektifitas dan efisiensi dalam menjalankan pemasaran itu sendiri. Pemiliki 200 outlet Kebab Turki ini memberikan contoh salah satu bentuk promosi sederhana dapat dilakukan melalui penyebaran brosur.

Pebisnis juga harus memahami segmen pasar apa yang akan dituju. Promosi ke semua segmen hanya kan menjadi pemborosan tanpa hasil apabila pebisnis tidak memahani segmen mana yang tepat untuk produknya.

Selain aspek operasional dan pasar, pebisnis yang bersangkutan juga harus mampu membuat pelanggan menyukai produknya. Salah satunya dengan menjaga kualitas produk serta memberikan pelayanan yang baik. Motivator bisnis tersebut juga memberikan pemahaman kepada perserta, hal lain yang juga tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah memiliki pemasok serta melakukan administrasi dan pencatatan dengan baik. Menurutnya, setelah melakukan semua tahapan tersebut bisnis sudah bisa dikembangkan dengan menjual sistem seperti melalui franchise.

Kiat-kiat ini menjadi informasi penting bagi peserta. Fakultas mengharapkan 20 peserta dari anggota CIES mahasiswa FEB UB dapat menyerap dengan baik ilmu yang telah diberikan dan dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan. Karena fakultas mengharapkan nantinya akan ada banyak pengusaha muda sukses yang lahir di FEB UB. (hdn/ubm)

 

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi dan Kehumasan (PSIK FEB UB)