Jalan Panjang Perjuangan Majalah Indikator edisi 49

PHOSE 2016 : “One Shoot for Million Hopes”
1 December 2016
Jadwal UAS FEB UB
5 December 2016

Perjalanan Majalah Indikator edisi 49 dimulai pada awal bulan Mei. Di bulan tersebut, Indikator sedang melakukan proses manajemen redaksi yang pertama yakni penggalian ide. Penggalian ide dilakukan guna mendapatkan tema laporan yang berkualitas. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, penggalian ide dilakukan di Indikator dengan melakukan rapat redaksi yang dihadiri oleh seluruh anggota Indikator. Pada tahun ini, ada beberapa tema yang telah masuk di dapur redaksi untuk dikritisi bersama-sama. Pendampingan dan Pemberdayaan terhadap sektor Usaha Mikro di Kota Malang merupakan tema laporan utama yang telah diajukan di rapat redaksi. Selain itu, Fanatisme Suporter Sepak Bola dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Malang juga telah digodok bersama agar dapat dijadikan Laporan Khusus. Tak hanya laporan, rubrik kecil yang diangkat di Majalah Indikator 49 juga melakukan proses manajemen redaksi. Bedanya, proses manajamen redaksi hanya dilakukan antara penanggungjawab rubrik dan editor masing-masing.

                Setelah penggalian ide berakhir, manajemen redaksi selanjutnya yang dilakukan Indikator adalah pembuatan Term of Reference. Kemudian, anggota Indikator melakukan tahap reportase guna mendapatkan data yang diinginkan. Pada tahap ini, tak sedikit anggota Indikator mengalami hambatan. Sulitnya menemui narasumber di dalam kota menjadi masalah yang tak terelakkan. Hal ini membuat anggota Indikator harus mencari alternatif lain guna mendapatkan data penunjang tulisan. Bepergian hingga ke luar kota menjadi alternatif yang dipilih seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta. Namun, dalam perjalanannya tidak semudah yang dipikirkan. Tak sedikit anggota Indikator harus pulang-pergi beberapa kali karena harus menyesuaikan dengan administrasi di institusi bersangkutan. Tak hanya itu, anggota Indikator juga harus menyesuaikan diri dengan jadwal narasumber yang terbilang cukup padat. Namun, hal ini tak membuat semangat anggota Indikator kendur. Walau harus menunggu lama, akhirnya data yang diingikan pun telah didapatkan.

                Lain halnya dengan laporan, perjalanan potensi daerah memiliki kesan tersendiri. Guna mendapatkan daerah yang sesuai, tak jarang penanggungjawab rubrik tersebut beralih dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini dilakukan agar mendapatkan daerah yang layak untuk diangkat di majalah Indikator. Pada periode kali ini, Banyuwangi menjadi destinasi yang dipilih oleh penanggungjawab rubric untuk dijadikan rubric potensi daerah. Selain itu, rubrik kecil pun juga memiliki cerita sendiri. Penulis open tender yang sempat lost contact membuat Indikator sedikit khawatir. Namun, hal ini dapat teratasi dengan menjalin kembali komunikasi secara intens.

Tak hanya Majalah Indikator 49, Tabloid Indimaknews 4 pun tak kalah menarik. Proses manajemen redaksi ini telah dilakukan di awal kepengurusan. Sejumlah tema seperti Technopreneur dan Gedung Utama pernah masuk ke rapat redaksi. Setelah melakukan penggalian ide, baik laporan maupun rubrik kecil dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya. Dikarenakan tabloid Indimaknews 4 hanya seputar Malang, maka anggota Indikator tidak perlu melakukan wawancara atau mendapatkan data hingga ke luar kota. Pada tahap reportase, tak sedikit anggota Indikator harus mengelilingi Malang. Hal ini dilakukan agar mendapatkan tema laporan maupun tema bagi rubrik kecil sesuai yang diingikan.

Hingga saat ini, secara keseluruhan baik Perjalanan Majalah Indikator 49 dan Tabloid Indimaknews 4 telah mengalami kemajuan yang signifikan baik pada tema laporan maupun rubrik kecil. Tak sedikit anggota Indikator yang telah memasuki fase penulisan maupun editing. Bahkan, pada beberapa rubrik kecil telah selesai sebelum deadline yang telah ditentukan.

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan