Pelatihan Penyusunan Modul Bahan Ajar kepada Dosen FEB UB

Informasi Pendaftaran Program Pendidikan Profesi Akuntansi (Ak) dan Joint Program Double Degree (MSA) dan PPAk (Ak)
11 January 2013
Daftar peserta yang lulus tes kompetensi
15 January 2013

Senin (13/1), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menyelenggarakan Pelatihan penyusunan Modul Bahan Ajar kepada Dosen FEB UB dengan pemateri Hendrawan Soetanto dari Fakultas Peternakan UB. Bertempat di Ruang Sidang Utama FEB UB, kegiatan yang berlangsung dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB merupakan program dari Pembantu Dekan I (PDI) bidang Akademik dengan tujuan untuk mendukung pengembangan kegiatan belajar mengajar. “Dengan diselenggarakan kegiatan ini, diharapkan Dosen FEB UB sebagai pengajar akan semakin memahami dan menguasai bagaimana membuat modul sebagai bahan ajar yang mudah dimengerti  oleh para Mahasiswa karena modul ini akan disampaikan sebagai bahan materi dalam proses belajar mengajar, selain itu juga kegiatan penyusunan modul ini juga sebenarnya mendukung dari program Universitas yang akan melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh”, ujar Dr. Khusnul Ashar., SE., MA selaku PD FEB dalam sambutan pembuka kegiatan ini.

Mengawali pelatihan ini, Hendrawan Soetanto menyampaikan bahwa apa yang dimaksud dengan Bahan Ajar disini adalah pedoman yang digunakan untuk pengajaran dalam suatu cabang ilmu, dimana dengan perkembangan teknologi saat ini banyak sekali berupa e-book,  buku PDF, system tutor online, dan kuliah lewat video. Adapun dalam pembuatan bahan ajar ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya bahan ajar sebagai sarana pengantar ilmu pengetahuan yang dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh tingkat usia mahasiswa,  dibuat dengan ilustrasi untuk memperjelas konsep yang dituliskan dalam bahan ajar, dan tersedia soal latihan sebagai sarana evaluasi maupun uji bagi dosen dan mahasiswa.

Terkait dengan materi modul perlu dipahami diawal bahwa modul itu berbeda dengan buku yang pada umumnya bersifat sebagai informasi sedangkan modul lebih pada memuat petunjuk langkah-langkah untuk penggunaanya terampil (sifatnya sudah siap untuk diterapkan salan pelatihan atau penerapan /ready to use). Modul tidak bisa dipisahkan dari kurikulum suatu program, karena modul merupakan kurikulum yang dipisah-pisah per-topic. Tujuan dari penulisan sebuah modul ini adalah untuk menerjemahkan kurikulum menjadi uraian dari proses yang lebih operasional. “Oleh karena itu karena begitu banyaknya modul ini seringkali secara tidak sadar kita menyamakan modul dengan buku panduan manual, atau referensi”, ujar Hendrawan Soetanto

Selanjutnya, dari setiap modul yang dibuat diharapkan dapat mencakup dalam tiga ranah pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang diharapkan yaitu kompetensi teori, kompetensi pratek dan kompetensi umum. Selain itu juga, secara teknis dalam penulisan modul ini pertama perlu dibuat curriculum mapping dan metode yang digunakan. “Perlu diingat bahwa modul ini perlu dilakukan dengan perencanan pembelajaran yang terstruktur dan pemberian tugas yang harus capaian pembelajaran kognitif, psikomotorik dan afektif serta evaluasi yang berkeadilan “ ujar pemateri sebagai penutup dalam pelatihan ini. (yni)