Pemberian Anugerah Dr.Hc Bapak Jusuf Kalla

Doktor Honoris Causa untuk Jusuf Kalla
10 October 2011
TOT Teori Akuntansi Syariah
18 October 2011

Pada hari Sabtu, 8 Oktober 2011, dilaksanakan Rapat Senat Terbuka Universitas Brawijaya dalam rangka Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia 2004-2009.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Ulang Tahun Emas (Dies Natalis ke 50),  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB). Secara lengkap Dekan FEB UB menyampaikan laporan tentang pertimbangan-pertimbangan penganugerahan tersebut sebagai berikut:

LAPORAN DEKAN

FAKULTAS EKONOMI  DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA (FEB UB)

pada

Penganugerahan/Pengukuhan Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa)

Bidang: Pemikiran Ekonomi dan Bisnis

untuk

Bapak M. Jusuf Kalla

Malang, 8 Oktober 2011

Bismillahirrahmanirrahim;

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh;

Selamat pagi dan Salam sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati Rektor/Ketua Senat Universitas Brawijaya;

Yang saya hormati Para Pembantu Rektor, Para Pimpinan Lembaga, Para Guru Besar dan anggota Senat Universitas Brawijaya;

Yang saya hormati Para Dekan di Lingkungan Universitas Brawijaya;

Yang saya hormati DR. HC. H.M. Jusuf Kalla beserta Ibu Mufida JK dan keluarga serta putra-putri dan cucu-cucu

Para Tamu Undangan Khusus dari Jakarta dan Sulawesi Selatan,

Yang terhormat para dosen, mahasiswa, karyawan, dan alumni (sivitas akademika) dan hadirin yang berbahagia;

Pertama-tama marilah kita memanjatkan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat, taufiq dan hidayah yang telah diberikan kepada kita semua sehingga pagi ini kita bisa hadir dalam acara penganugerahan/pengukuhan gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Bapak Muhammad Jusuf Kalla.

Penghargaan ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan Ulang Tahun ke 50 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (sebelumnya Fakultas Ekonomi) Universitas Brawijaya, Malang, yang tepatnya jatuh pada 3 Oktober 2011.  Pada tahun ini kami menetapkan tema “memperkokoh peran FEB UB dalam Pembangunan Ekonomi-Bisnis berbasis Nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia”.

Bapak Rektor/Ketua Senat UB, dan hadirin yang saya mulyakan

Seiring dengan penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan untuk Bapak JK, ijinkanlah kami menyampaikan pandangan FEB UB tentang mengapa Bapak JK dan bukan yang lain?  Hemat kami, rasanya tidak ada yang meragukan kapasitas, kesuksesan, dedikasi, dharma bakti, dan integritas Bapak JK dalam masa pengabdiannya yang panjang di birokrasi, dunia usaha, organisasi profesi, pendidikan dan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya.  Walaupun demikian FEB UB telah mempelajari dengan seksama jejak rekam dari Bapak JK, dan mengambil setidaknya 5 (lima) pertimbangan atas penganugerahan DHC Bapak JK sebagai berikut:

Pertama, keyakinan dan pemikiran Bapak M. Jusuf Kalla tentang urgensi kemandirian ekonomi bangsa, yang selaras dengan semangat/spirit konstitusi dan seirama dengan keyakinan dan pemikiran yang berkembang di FEB UB.  Pada berbagai kesempatan, Bpk JK secara berkelanjutan dan konsisten menyampaikan bahwa hanya bangsa yang merdeka dan mandiri –yang kuat dan maju secara ekonomi dan bidang lainnya—, dan tidak “menggantungkan diri” pada bangsa-bangsa lain, yang akan dapat berdiri sejajar dan setara dengan dan bahkan disegani bangsa-bangsa lain.  Keyakinan dan pemikiran ini merupakan pengejawantahan dari semangat/spirit konstitusi kita, dan seirama dengan diskursus di FEB UB.

Kedua, keyakinan dan pemikiran Bapak JK tentang urgensi ditumbuh kembangkannya semangat kewirausahaan yang selaras dengan visi FEB UB (yang diturunkan dari cita-cita UB menuju the World Class Entrepreneurial University).  Upaya beliau mengkomunikasikan semangat kewirausahaan, paralel dengan yang selalu dikampanyekan oleh Bapak Rektor UB.  Bapak JK maupun Bapak Rektor UB pada berbagai kesempatan menegaskan bahwa Perguruan Tinggi hendaknya tidak hanya melahirkan sarjana-sarjana, master dan doktor baru, namun juga menjadi tempat menyemai wirausaha-wirausaha baru yang kelak menjadi tulang punggung masyarakat dan bangsa ini untuk menciptakan lapangan kerja dan menciptakan peluang-peluang lainnya.  Spirit kewirausahaan ini telah melekat dalam cita-cita yang tergambarkan dalam visi FEB UB untuk   “menjadi lembaga pendidikan tinggi bertaraf internasional di  bidang ekonomi dan bisnis yang berjiwa wirausaha dan berkesadaran ketuhanan, kemanusiaan, dan kealaman (lingkungan)”.

Bapak Rektor/Ketua Senat UB, dan hadirin yang saya mulyakan

Pertimbangan Ketiga, dedikasi dan darmabakti Bapak Muhammad Jusuf Kalla sebagai birokrat (sampai mendapatkan amanah) sebagai Wapres ke 10 (tahun 2004-2009), yang dengan cepat, tangkas, dan cermat menemukan solusi atau jalan keluar yang cerdas dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kemasyarakatan dan bangsa.  Buku Solusi JK: Logis, Spontan, Tegas dan Jenaka, tulisan Bapak Hamid Awaludin, dan berbagai publikasi lain yang mengisahkan “the untold stories” semasa beliau menjabat, menjadi “bukti” bagaimana beragam persoalan yang rumit di tengah masyarakat dan bangsa ini, menjadi “mudah dan cepat” diurai di tangan Bapak JK.

Keempat, Bapak Muhammad Jusuf Kalla adalah seorang Pengusaha dan Birokrat yang sukses.  Hasil penelusuran kami, beliau merintis karir di legislatif mulai tahun 1960an sebagai anggota DPRD di Sulawesi Selatan, dan selanjutnya menjadi anggota DPR/MPR Pusat sampai akhir tahun 1990an, sementara di eksekutif beliau pernah mendapat amanah sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menko Kesra dan kemudian Wakil Presiden.  Boleh dikatakan jejak rekam tersebut menunjukkan bahwa beliau merupakan salah satu birokrat yang sukses.  Pada sisi lain, beliau juga seorang wirausaha yang berhasil, yang merintis karir sebagai wirausaha sejak tahun 1960an.  Beliau menjadi pemimpin puncak (Direktur Utama atau Komisari Utama) dari berbagai perusahaan: NV. Hadji Kalla, PT. Bumi Karsa, PT. Bukaka Teknik Utama, PT. Bumi Sarana Utama, PT. Kalla Inti Karsa, dan PT Bukaka Singtel International.  Jadi, Bapak JK bukan saja sukses di birokrasi, namun juga sangat berhasil sebagai wirausaha.  Birokrat yang sukses di negeri ini mungkin tidaklah sedikit, pengusaha yang berhasil juga banyak, namun kombinasi sukses sebagai pengusaha dan juga ketika menjadi birokrat tidaklah banyak.  Bapak JK memiliki keduanya.  Ini dapat menjadi “role model”, suri tauladan, dan inspirasi bagi kita, dan terutama mahasiswa FEB UB (yang saat ini berjumlah 4.600an) dan juga putra-putri bangsa Indonesia lainnya.

 

Bapak Rektor/Ketua Senat UB, dan hadirin yang saya mulyakan

Pertimbanagan Kelima, Bapak Muhammad Jusuf Kalla adalah seorang wirausaha yang bukan wirausaha “biasa”.  Beliau sangat peduli kepada berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang luas.  Jejak rekam peran dan atau kepedulian beliau dapat dilihat di organisasi profesi seperti ISEI, peran beliau di KADIN, di dunia pendidikan (sebagai anggota Dewan Penyantun di berbagai PT, Ketua Yayasan Pendidikan, dll), di bidang olah raga, dan keagamaan (Ketua Yasan Badan Wakaf Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Mustasyar NU Sulsel, dll), dan terakhir sebagai Ketua Umum PMI, dan Duta Komodo.  Kami menangkap pesan dan semangat yang digelorakan oleh beliau selama ini bahwa “memberi” lebih baik dari pada sebaliknya, atau dalam ajaran agama “tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah”.  Ini jelas dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, dan seiring dengan upaya yang saat ini tengah digodok oleh beberapa Guru Besar FEB UB untuk mengembangkan pemikiran ekonomi berbasis memberi (Giving Economics) yang berbeda dengan pola-pola pemikiran ekonomi bisnis yang berkembang.

Meskipun masih mungkin ada yang terlewatkan dari penelusuran yang kami lakukan, namun lima pertimbangan diatas yang menjadi titik tolak keputusan FEB UB untuk memberikan penghargaan kepada Bapak JK berupa Doktor Honoris Causa di Bidang Pemikiran Ekonomi dan Bisnis.  Pemberian penghargaan ini juga menjadi tonggak penanda Ulang Tahun Emas FEB UB, sekaligus penanda untuk memperkokoh transformasi kelembagaan dari FE menjadi FEB sejak awal tahun ini.

Bapak Rektor/Ketua Senat UB, dan hadirin yang saya mulyakan

Di ujung laporan ini, atas nama FEB UB, ijinkanlah kami menghaturkan terimakasih kepada:

Pertama, kepada Bapak Rektor selaku Ketua Senat UB dan seluruh Anggota Senat Universitas Brawijaya, serta Anggota Senat FEB UB yang telah memberikan ruang dan dukungan untuk penganugerahan/pengukuhan Gelar Doktor Kehormatan bagi Bapak M Jusuf Kalla.

Kedua, kepada para Guru Besar FEB UB yang dengan tulus mendapat amanah sebagai Promotor, yang terdiri dari Ketua Promotor Prof. Dr. Eka Afnan Truna (beliau Guru Besar Paling Senior di FEB UB) dengan Sekretaris Prof. Ahmad Erani Yustika, PhD (beliau merupakan Guru Besar Termuda di FEB UB dan di UB), dan anggota promotor yang terdiri dari 3 (tiga) Ketua Program Studi jenjang Doktoral: Prof. Dr. Armanu (KPS S3 Ilmu Manajemen), Prof. Dr. Candra Fajri Ananda (KPS S3 Ilmu Ekonomi), dan Prof. Dr. Iwan Triyuwono (KPS S3 Ilmu Akuntansi), serta beberapa GB Senior di FEB UB yang meliputi: Prof. Dr. Umar Burhan, Prof. Dr. Djumilah Zain, Prof. Dr. Bambang Subroto, dan Prof. Dr. Made Sudarma.  Selaras dengan bidang keilmuan yang lintas disiplin, yaitu Pemikiran Ekonomi dan Bisnis, maka Tim Promotor tersebut juga berasal dari lintas disiplin ekonomi dan bisnis.

Kepada Bpk. Dr (HC) M. Jusuf Kalla kami mengucapkan selamat atas pengukuhan Bapak sebagai Doktor Kehormatan baru di lingkungan FEB UB, dan sekaligus menghaturkan terimakasih atas kesediaan Bapak menjadi anggota Keluarga Besar FEB UB.  Semoga dapat menjadi tambahan “amunisi” untuk dapat terus berkarya dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan bangsa ini.

Kepada Ibu Mufidah Jusuf Kalla beserta putra-putri dan cucu, serta anggota keluarga besar Bapak Dr (HC) Jusuf Kalla yang hadir ditengah-tengah kita, kami juga menghaturkan selamat, penghargaan dan terimakasih yang tulus.

Ungkapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada seluruh hadirin yang pada pagi ini hadir bersama-sama di Gedung Widyaloka UB, baik yang dari Sulawesi, Jakarta, Surabaya, atau Malang dan sekitarnya.  Kepada seluruh Alumni FEB UB dan para MHS FEB UB, kami juga menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang tulus.

Secara khusus kami juga berterimakasih kepada seluruh Panitia Pelaksana baik dari Universitas maupun dari FEB UB yang tidak bisa kami sebut satu per satu, serta staf khusus dari Bpk JK atas kerja kerasnya sehingga acara pagi ini insya Allah dapat berlangsung dengan sebaik-baiknya.

Kepada rekan-rekan wartawan dari media cetak dan elektronik yang mengkomunikasikan kepada masyarakat luas tentang aktivitas pagi ini dan juga tentang FEB UB secara umum, kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus.

Akhirnya, jika hari ini Bapak Rektor mengukuhkan/menganugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa untuk Bapak H.M. Jusuf Kalla, maka kami berharap dan berdoa semoga kelak akan lahir dari FEB UB dan UB pada umumnya, JK-JK baru yang mewarisi spirit perjuangan, kecerdasan emosional, intelektual dan spiritual yang beliau miliki, serta integritas dan budi pekerti luhur yang beliau contohkan, untuk mengemban amanah bangsa kedepan yang lebih baik.

Hari ini, kami memiliki satu alumni yang merupakan putra bangsa terbaik, esok kami bermimpi melahirkan putra-putri bangsa terbaik pula.

Lebih dan kurangnya kami mohon maaf

Billahitaufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum wr. Wb.,

Dekan FEB UB

ttd

Gugus Irianto, PhD.

___________________________
Download Versi PDF

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan

Tinggalkan Balasan