Workshop Pengelolaan Keuangan Daerah Dibuka oleh Walikota Batu dan Rektor UB

FEB UB Rencanakan Peniadaan Kelas Jam Ke-5
2 September 2014
<!–:id–>PK2MABA FEB UB Tahun Akademik 2014/2015<!–:–>
3 September 2014

Dalam rangka pembukaan Workshop Pengelolaan Keuangan Daerah yang diadakan oleh Inspektorat Kota Batu bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB),  Eddy Rumpoko selaku Walikota Batu bertandang ke Universitas Brawijaya. Beliau datang beserta sejumlah jajarannya, termasuk Wakil Walikota, Punjul Santoso, M.M. dan Sekretaris Daerah Kota Batu, Widodo. Kegiatan ini dihelat pada bulan September hingga November 2014, dan terbagi dalam tiga angkatan dengan peserta yang berbeda pada tiap angkatannya. Peserta dari workshop adalah Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pejabat eselon III dan IV Kota Batu, termasuk Lurah dan Kepala Desa.

Dalam sambutannya, Eddy Rumpoko sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Saya rasa kegiatan ini sangat bagus, Saya harapkan seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya”, ujar Beliau. Adanya kegiatan ini diharapkan mampu membantu pemerintah kota Batu dalam menyamakan visi dengan para jajaran serta perangkat daerah, sehingga roda pemerintahan kota Batu akan berjalan dengan lebih baik lagi. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dekan FEB, Prof. Candra Fajri Ananda, S.E., M.Sc., Ph.D dan Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S. karena telah menunjukkan komitmen untuk membantu dalam membenahi dan menyempurnakan pemerintahan daerah. Masih berdasarkan penuturan Beliau, kendala yang selama ini masih kerap terjadi adalah lambannya realisasi anggaran.

Kemudian acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Walikota Batu dan Rektor UB, sebelum membuka kegiatan secara resmi, Beliau sempat menyampaikan niatan Beliau bersama Dekan FEB UB untuk membangun sistem keuangan di lingkup UB, dengan berbasis teknologi. Kedepannya diharapkan seluruh transaksi di UB melalui perbankan, sehingga transaksi dapat berjalan dengan lebih efektif, efisien dan dapat tercatat secara lebih rinci. FEB UB ditunjuk untuk mengawali penerapan berbagai transaksi berbasis teknologi di lingkungan UB.

Usai pembukaan acara, dilanjutkan dengan materi pertama, yakni tentang Kebijakan Desentralisasi Fiskal yang disampaikan langsung oleh Dekan FEB UB. Prof. Candra memaparkan berbagai hal tentang desentralisasi fiskal secara gamblang kepada para peserta. Setidaknya terdapat tiga tujuan dari pemberlakuan desentralisasi fiskal. Pertama, memperbaiki tingkat efisiensi dan efektivitas pada tata kelola, layanan publik, dan infrastruktur. Kedua, mendorong pembangunan ekonomi daerah dan nasional. Ketiga, memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat. (azm)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan

Tinggalkan Balasan