Prospek Karir di Pasar Modal

The 2013 AICMBS Conference
12 September 2013
Pelepasan Alumni PPAk FEB UB Angkatan XX
22 September 2013

Bertempat di Aula lantai 7 Gedung Pascasarjana FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) pada tanggal 21 September 2013, LAIPM-FEB (Laboratorium Akuntansi, Investasi dan Pasar Modal) bekerja sama dengan Panitia Standar Profesi Pasar Modal mengadakan Seminar Nasional Profesi Pasar Modal dan Sosialisasi Ujian Kecakapan Profesi Pasar Modal dengan tema “Prospek dan Peluang Karir Profesi Pasar Modal”. Tiga orang pemateri yang hadir dalam kesempatan kali ini adalah Gunawan Sumantri, SH., MBA., MKn (Perantara Pedagang Efek); Lid da Lopez, MM., S.Sos. (Penjamin Emisi Efek) dan Edhi S. Widjojo, CFA. (Manajer Investasi). Para peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan dosen FEB. Hadir pula sejumlah mahasiswa dosen dari beberapa perguruan tinggi lain. Bahkan nampak pula peserta yang masih merupakan siswa dari Sekolah Menengah Atas di Kota Malang.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Prof. Candra Fajri Ananda., SE., MSc., Ph.D selaku Dekan FEB. “Saya ingin para mahasiswa memanfaatkan Pojok Bursa Efek Indonesia yang ada di FEB, untuk berlatih investasi di pasar modal”, ujar Beliau. Budaya melakukan investasi memang perlu dibiasakan oleh masyarakat Indonesia, terutama pada saat-saat seperti sekarang. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika tengah merosot tajam, Bank Indonesia telah berusaha mananggulanginya dengan kebijakan meningkatkan BI Rate, sayangnya perilaku konsumtif masyarakat Indonesia berpeluang menghambat berhasilnya kebijakan tersebut. “Berlatih investasi juga mampu melatih kemampuan analitis para mahasiswa”, lanjut Prof. Candra Fajri Ananda., SE., MSc., Ph.D sebelum mengakhiri sambutannya dan membuka gelaran Seminar Nasional kali ini.

Pasar Modal merupakan sumber pembiayaan bagi sejumlah perusahaan, dan tentunya juga merupakan lahan investasi yang prospektif. Selain kedua hal tersebut, Pasar Modal juga dapat menjadi salah satu indikator bagi kondisi perekonomian suatu negara. Mengingat perannya yang begitu vital bagi perekonomian, para SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkecimpung di bidang ini haruslah seorang profesional. Maka dari itulah ada suatu ujian lisensi bagi yang ingin bekerja di bidang ini. Terdapat tiga macam ujian lisensi, yakni WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek); WPEE (Wakil Penjamin Emisi Efek); & WMI (Wakil Manajemen Investasi). “Kami Panitia Standar Profesi Pasar Modal tidak memberikan pendidikan, namun melakukan pengujian”, ujar Gunawan Sumantri, SH., MBA., MKn. ketika menyampaikan materi. Beliau juga menuturkan bahwa prospek karir di Pasar Modal sangat bagus. Karena Pasar Modal di Indonesia masih sangat mungkin untuk berkembang lebih besar lagi.

Peserta Pasar Modal adalah perusahaan-perusahaan yang telah Go Public atau dengan kata lain telah menjual saham kepada masyarakat luas. Di Singapura dan Malaysia sudah ada ribuan perusahaan yang telah Go Public. Jumlah uang yang beredar di Pasar Modal mereka pun beberapa kali lipat dari uang yang beredar di Pasar Modal kita. Ini adalah akibat dari perusahaan di Indonesia yang telah Go Public belum sampai seribu perusahaan. Dalam penyampaian materinya, Lid da Lopez, MM., S.Sos. juga berpesan, “Investor harus membaca prospektus perusahaan, agar tak seperti beli kucing dalam karung”. Kesalahan para investor dalam membeli saham adalah keengganan mereka membaca prospektus. Akibatnya mereka tidak begitu paham mengenai perusahaan yang sahamnya mereka beli.

“Apabila membeli saham dirasa terlalu mahal, manfaatkanlah Reksa Dana untuk berinvestasi”, saran Edhi S. Widjojo, CFA. Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat pemodal yang akan dikelola oleh Fund Manager.  Ada beberapa jenis Reksan Dana dengan resiko dan potensi Capital Gain yang berbeda-beda. “Semakin beresiko, semakin besar potensi keuntungan yang bisa didapatkan”, ujar Beliau melanjutkan materi. Penyedia Layanan Reksa Dana adalah Manajer Investasi. Umumnya komisi yang diberikan kepada Manajer Investasi berkisar antara 1% hingga 2% dari dana yang dikelola. Sementara dana yang dikelola berjumlah Triliunan Rupiah, tentunya hal ini merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan. Terlebih lagi prospek karir di Pasar Modal masih terbuka lebar. (azm)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan