Roadshow Seminar Asuransi Syariah Sambangi FEB

APMBA Lakukan Benchmarking di USM dan IIUM
27 November 2013
Bekerja Sama dengan Polres Malang Kota, FEB Tingkatkan Kompetensi Tenaga Keamanan
29 November 2013

Pada tanggal 28 November 2013, FEB mendapat kesempatan untuk disambangi oleh Roadshow Seminar Akuntansi Syariah – Batch 4 yang diadakan oleh MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Pengurus Daerah Kota Malang. Roadshow Seminar ini berlangsung di Aula Gedung Pasca Sarjana FEB. Keberhasilan seminar kali ini tidak lepas dari peran serta CIES (Center of Islamic Economic Studies) yang turut membantu pelaksanaan kegiatan. Pemateri dalam Roadshow Seminar Akuntansi Syariah – Batch 4 adalah Ah. Azharuddin Lathif. M.Ag., MH. (Pengurus MES Pusat); Asep Hikayat (Kepala Divisi Pengawasan Asuransi dan Dana Pensiun Syariah Otoritas Jasa Keuangan); dan Abdul Chalik, AAAIJ., AAIS. (Head of Sharia Allianz Life Indonesia). Peserta dalam kegiatan yang disponsori oleh Allianz ini mencapai jumlah ratusan orang. Materi utama yang dibahas tentunya adalah seluk beluk megnenai Asuransi Syariah terutama yang ada di Indonesia.

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia kian hari kian membaik. Hal ini tampak dari semakin banyaknya badan-badan usaha yang beroperasi dengan mengusung konsep ekonomi syariah. Berbagai institusi pendidikan pun semakin banyak yang menyediakan jasa pendidikan di bidang ekonomi syariah atau yang berkaitan dengan bidang tersebut. Telah lama FEB menyediakan jasa pendidikan di bidang ekonomi syariah, hanya saja dulu pembelajaran tentang hal tersebut masih belum benar-benar terspesialisasi menjadi satu jurusan seperti sekarang. Sejak beberapa tahun lalu, FEB telah memiliki program studi Ekonomi Syariah. Tentunya ini merupakan kabar baik bagi para penggiat Ekonomi Syariah.

Seperti yang diungkapakan oleh Abdul Chalik, AAAIJ., AAIS. , asuransi syariah harus terbebas dari Maysir (Perjudian/Spekulasi); Maksiat, Aniaya (Zhalim); Gharar (Penipuan dan Ketidakjelasan); Haram; Riba (Bungan); dan Risywah (Suap). Definisi Asuransi Syariah adalah kerja sama yang bersifat saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang atau peserta dalam bentuk konstribusi tabarru’ (dana kebajikan) untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (ikatan) yang sesuai dengan syariah. Dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang memiliki umat Muslim terbanyak di dunia, tentunya peluang dan prospek perkembangan asuransi syariah di Indonesia sangat cerah. Hal ini juga didukung adanya kesadaran dan kebutuhan pasar akan asuransi syariah, serta pertumbuhan perbankan syariah dan dukungan dari berbagai pihak. Dengan fakta bahwa Market Share Konstribusi Bruto Asuransi Syariah baru mencapai 4,41% dan juga Market Share Aset Asuransi Syariah sebesar 3,99%, potensi bisnis Asuransi Syariah di Indonesia kedepan masih sangat besar. Guna mengoptimalkan potensi yang ada tersebut, salah satu hal yang harus dipersiapkan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Asuransi Syariah yang berkualitas.

Melihat masih besarnya potensi dan menjanjikannya prospek di bidang syariah, tentunya akan meningkatkan peluang bagi para Fresh Graduate untuk sukses berkarir di bidang ini. Selain memiliki Jurusan Ekonomi Islam, FEB juga memiliki program konsentrasi Akuntansi Syariah bagi Jurusan Akuntansi. Para mahasiswa yang mengambil program konsentrasi tersebut akan dibekali dengan ilmu pengetahuan Akuntansi berbasis Syariah yang sangat mumpuni. Sehingga ketika lulus, mahasiswa telah lebih siap untuk terjun di bidang tersebut.

Akan tetapi perlu diingat bahwa perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia memerlukan dukungan dan konstribusi positif dari masyarakat. Misalnya dengan menabung di bank-bank Syariah atau bertransaksi melalui layanan-layanan yang telah disediakan oleh perbankan syariah. Termasuk juga pemanfaatan asuransi syariah yang lebih menenangkan karena dilatarbelakangi oleh aturan-aturan Islam, baik yang tertera di Al-Qur’an maupun Hadits. Semakin besar dana yang masuk ke dalam sektor ini, maka perkembangannya pun akan semakin pesat. (azm)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan