VOLUNTEERISM TEACHING INDONESIAN CHILDREN CYCLE 4: TEACHING PROGRAM KIDS INDONESIAN WORKERS IN SARAWAK, MALAYSIA INDONESIAN AMBASSADOR IN MALAYSIA

<!–:en–>Intensive exercise Ebbrau 2015 The faculty of Economics and Business Brawijaya University<!–:–><!–:id–>Latihan intensif Ebbrau 2015 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA<!–:–>
3 June 2015
Pengumuman Wisuda Periode IX TA. 2014/2015
3 June 2015

Setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak di mana pun mereka berada baik di tanah air maupun negara lain. Di negara Malaysia khususnya Sarawak, terdapat pekerja Indonesia yang mencapai lebih dari 400 ribu orang di lebih dari 250 perusahaan sawit. Dari jumlah warga negara Indonesia tersebut, setidaknya terdapat 20.000 anak-anak Indonesia. Namun, saat ini baru sekitar 800 anak yang mampu mengenyam pendidikan bahkan itupun baru sekadar sekolah non formal yang hanya berjumlah tujuh belas sekolah. Fasilitas pendidikan yang ada pun masih sangat jauh dari kata memadai. Selain itu, kesadaran akan pentingnya pendidikan serta rasa cinta Indonesia dinilai masih rendah (sumber : Persatuan Guru Sekolah Non Formal Indonesia di Sarawak Malaysia dan Lentera Indonesia Net TV).

Anak-anak adalah tokoh utama untuk pendidikan karena untuk merekalah pendidikan hadir. Anak-anak Indonesia dimana pun mereka berada, haruslah tetap bisa mengeyam pentingnya pendidikan karena ditangan merekalah masa depan Indonesia. Anies Baswedan, Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 –sekarang berkata, “Mendidik adalah kewajiban orang terdidik”.

NAMA KEGIATAN

Volunteerism Teaching Indonesian Children cyrcle 4, Malaysia 2015

TEMA

“Mendidik dan Mencerahkan Anak Bangsa”

TUJUAN

Adapun tujuan diadakannya kegiatan VTIC 4 ini adalah:

  1. Mencerdaskan anak bangsa dan pemberantasan buta aksara pada anak-anak TKI yang berada di luar Indonesia.
  2. Mengenalkan Indonesia kepada anak-anak TKI yang berada di luar Indonesia serta memberikan semangat juang dan memotivasi anak-anak TKI yang berada di luar Indonesia untuk tetap bisa menjadi generasi yang gemilang.
  3. Sebagai wadah bagi mahasiswa untuk melakukan pengabdian ilmu yang didapat untuk diterapkan langsung kepada masyarakat sebagai salah satu penerapan dari “Tri Dharma Perguruan Tinggi” yaitu pengabdian pada masyarakat.

VTIC Foundation merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan dengan fokus utama pada anak-anak TKI di Sarawak, Malaysia. Yayasan ini memiliki 6 rancangan program dengan program utama adalah VTIC Cycle. Yayasan ini bekerja sama oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kerajaan Malaysia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) daerah Kuching, dan Persatuan Guru Sekolah Non Formal Indonesia di Sarawak, Malaysia.

Saat ini VTIC Foundation memiliki beberapa rancangan kegiatan yaitu:

  1. VTIC Cycle: Kegiatan mengajar anak-anak TKI di luar Indonesia dan diadakan setidaknya satu tahun satu kali (sudah terlaksana 3 kali)
  2. VTIC Goes To: Kegiatan mengajar di sekolah-sekolah di wilayah Indonesia yang dilaksanakan dalam waktu singkat namun penuh manfaat.
  3. VTIC for School: Program VTIC Foundation untuk menyalurkan anak-anak TKI yang ingin melanjukan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan membuat kerjasama dengan berbagai pihak khususnya sekolah dan pesantren.
  4. Fauzan Foundation: Sebuah program yang didedikasikan untuk (Alm.) Muhamad Fauzan salah seorang pendiri VTIC yang berfokus untuk memberikan pelatihan dan beasiswa bagi anak-anak Indonesia, khususnya TKI yang memiliki keahlian dibidang olahraga.
  5. VTIC Training: Sebuah pelatihan dan kursus yang ditujukan untuk anak-anak TKI dan anak-anak Indonesia umumnya agar memiliki keahlian dibidang tertentu.
  6. VTIC Business Charity: Kegiatan yang bertujuan untuk mengumpulkan donasi dan bantuan dalam berbagai bentuk apapun dan akan disalurkan untuk anak-anak Indonesia melalui VTIC Foundation.

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan

Tinggalkan Balasan