<!–:id–>FEB UB Sukses Selenggarakan Asean Consortium on Department of Economics Conference (ACDEC) 2015<!–:–>

<!–:id–>The 3rd ACDEC International Conference<!–:–><!–:en–>The 3rd ACDEC International Conference<!–:–>
4 December 2014
<!–:id–>Kunjungan SMA Al- Izzah<!–:–><!–:en–>Kunjungan SMA Al- Izzah<!–:–>
9 December 2014

Selama tiga hari, yakni tanggal empat hingga enam Desember 2014 Jurusan Ilmu Ekonomi (JIE) FEB UB menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Internasional bertajuk “Asean Consortium on Department of Economics Conference” (ACDEC) 2015. Tema yang diusung pada kesempatan kali ini adalah “Interregional Trade, Competitiveness and The Role of Small Businesses Towards ASEAN Economic Community (AEC) 2015”. Materi tentang tema tersebut disampaikan oleh tiga orang Professor, yakni Prof. Tri Widodo, Ph.D. (Gadjah Mada University); Prof. Dr. Mohd. Dan Jantan (University Utara Malaysia); dan Prof. Changseng (HUST University).

Bertempat di Gedung Pasca Sarjana FEB UB, seminar internasional ini mendapat animo yang tinggi dari mahasiswa tingkat sarjana, magister, hingga doktoral. ACDEC 2015 terbagi ke dalam beberapa sesi, yakni Plenary Session dan Parallel Session. Secara garis besar ACDEC 2015 membahas tentang Interregional Trade serta peran usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM) dalam perdagangan intra ASEAN. Saat ini sekitar 90% perekonomian ASEAN ditopang oleh UMKM. Oleh karena itu, UMKM harus mendapat perhatian khusus guna menghadapi AEC 2015. UMKM perlu mendapat sejumlah fasilitas agar semakin kompetitif dalam persaingan di pasar bebas.

Pada seminar ini dibahas pula tentang latar belakang AEC 2015 yang berkaitan dengan teori “Flying Geese”. Teori tersebut menggambarkan sekelompok angsa yang terbang secara berkelompok dengan pola piramid untuk mencapai tujuan bersama. Kurang lebih maksudnya adalah perlu kerja sama antar negara ASEAN untuk memajukan ASEAN. AEC 2015 bukan hanya pasar bebas, namun juga free capital and labour mobility. Maka setiap negara ASEAN benar-benar mempersiapkan diri untuk menghadapi AEC 2015.

Sedangkan Parallel Session diisi dengan presentasi sejumlah Paper yang berkaitan dengan tema seminar. Sebelum seminar, telah lebih dulu diadakan Call of Paper. “Melalui sesi ini, diharapkan hubungan antar University Partner terjalin dengan lebih baik, kemudian Sharing Knowledge juga meningkat”, ujar Dias Satria SE., M.App.Ec., moderator ACDEC 2015.

FEB UB mengharapkan iklim akademik yang kondusif seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang, karena perguruan tinggi harus terus meningkatkan kualitas. ACDEC 2015 dilaksanakan tiap tahun, dengan tuan rumah yang tidak tetap, University Partner secara bergantian menjadi tuan rumah. University Partner terdiri atas tujuh perguruan tinggi di kawasan ASEAN, yakni Universitas Brawijaya, Universiti Utara Malaysia, Universiti Teknologi Mara, Universitas Padjadjaran, Universiti Malaysia Terengganu, Universitas Trisakti, dan Universitas Airlangga. (azm)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan