Karya Ilmiah: Sederhana, Riil, Terukur dan Target Bisa Dicapai, Jangan Muluk-Muluk

FEB UB: Bangkitkan Kemauan dan Kemampuan Mahasiswa Menulis Karya Ilmiah
17 March 2012
Kuliah Tamu: Dr. Makhlani (IBD Field Representative Indonesia)
19 March 2012

Sabtu (17/3), bertempat di Aula Lantai 7 Gedung F Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) telah berlangsung Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah yang diikuti oleh mahasiswa FEB UB. Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam karya ilmiah dan merupakan sesi pertama dari 4 sesi pelatihan yang telah dipersiapkan oleh Divisi Peningkatan Kualitas Karya Ilmiah Mahasiswa FEB UB yang diketuai oleh Setyo Tri Wahyudi, SE.,M.Ec.,Ph.D. Pada sesi pertama ini dipaparkan mengenai pedoman penulisan karya ilmiah dan motivasi untuk menyusun sebuah karya ilmiah. Kedua materi ini disampaikan oleh Dimas Hendrawan, SE.,MM; dan Arif Hoetoro, SE.,MT.,Ph.D sebagai pemateri.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DItjen Dikti) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) memiliki Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan dari perguruan tinggi yang memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. Lulusan yang memiliki pengetahuan akademik, kemampuan berpikir, kemampuan manajemen, dan kemampuan komunikasi. Kemampuan ini dapat diperoleh melalui kegiatan kreativitas yang dapat mengasah pikiran (imajinasi, persepsi, nalar), perasaan (emosi, estetika, harmonisasi), dan keterampilan (bakat, faal tubuh, pengalaman).

PKM memiliki beberapa tipe diantaranya yaitu PKM-P (Penelitian) yang membutuhkan karya kreatif dan inovatif dalam penelitian, PKM-T (Penerapan Teknologi) yang membutuhkan karya kreatif dan inovatif dalam menciptakan karya teknologi, PKM-K (Kewirausahaan) yang membutuhkan karya kreatif dan inovatif dalam membuka peluang usaha. PKM-M (Pengabdian Masyarakat) yang membutuhkan karya kreatif dan inovatif dalam membantu masyarakat, PKM-KC (Karsa Cipta)  yang membutuhkan karya kreatif dan inovatif dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi/IPTEK, PKM-AI (Artikel Ilmiah) yang membutuhkan karya kreatif dan inovatif dalam penulisan karya ilmiah dan PKM-GT (Gagasan Tertulis) yang membutuhkan karya kreatif dan inovatif dalam penuangan gagasan/ide kreatif.

Sistematika penulisan karya ilmiah untuk masing-masing program (PKM-P, PKM-T, PKM-K, PKM-M, PKM-KC, PKM-Ai, dan PKM-GT) dan perbedaan yang terdapat diantara program disampaikan oleh para narasumber. PKM-Ai merupakan tipe program kreativitas yang berbeda dari 6 program lainnya yang rata-rata diikuti oleh mahasiswa diploma maupun S1. PKM-Ai ditujukan untuk menghasilkan Jurnal Ilmiah Terakreditasi dan e-journal. Berbeda dengan PKM-Ai, 6 program lain diorientasikan untuk mengikuti kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan diharapkan dapat menghasilkan hak paten, model desain, perangkat lunak, barang dan jasa, maupun prototipe

Karya-karya ilmiah ini, hendaknya juga dapat memberikan manfaat baik dari sisi ekonomi maupun IPTEK saat dan setelah kegiatan PKM berakhir kepada khalayak. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa kerap kali mengusulkan judul-judul yang “muluk-muluk” namun pada kenyataannya susah diwujudkan. “Judul atau tulisan tidak perlu muluk-muluk. Sederhana namun riil, terukur dan target dapat tercapai adalah yang terpenting dan kunci sukses untuk dapat menerima dana penelitian dari Dikti”, ungkap Dimas Hendrawan, SE.,MM. (ris)