Kuliah Tamu “The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW)”

ECONOMICS BASKETBALL OF BRAWIJAYA (EBBRAU) ROAD TO JOIN FBL 2018
23 February 2018
Download, Guest Lecture Qualitative Research Methods: What, Why, How
26 February 2018

Setelah beberapa minggu yang lalu Akuntansi FEB UB kedatangan tamu dari ACCA, kini Akuntansi FEB UB kembali lagi kedatangan tamu dari ICAEW pada Jum’at (24/02/2018). Bertempat di Aula Gedung F lantai 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, kuliah tamu ini dihadiri oleh Deny Poerhadiyanto selaku ICEAW Head of Indonesia, jajaran petinggi jurusan Akuntansi, dosen Akuntansi, dan mahasiswa jurusan Akuntansi FEB UB. The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) adalah lembaga sertifikasi profesi akuntan internasional berbasis di Inggris. Hingga saat ini, ICAEW memiliki lebih dari 144 ribu anggota di seluruh dunia. Dalam sambutannya, Ketua jurusan Akuntansi FEB UB Dr. Drs. Roekhudin , M.Si., Ak. menyampaikan bahwa kerja sama dengan berbagai lembaga internasional sangat penting, terutama untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas lulusan dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Memasuki sesi pertama, Deny Poerhadiyanto membawakan materi dengan tema yang diusung adalah “Meraih Mimpi dalam Era Eksponensial : Connectivity and Quality”. Deny memaparkan mengenai revolusi industri satu sampai empat, dimana revolusi industri generasi satu sampai tiga ditandai dengan teknologi mesin yang telah menggantikan pekerjaan kasar manusia, sementara revolusi industri generasi keeempat ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik, dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk mengoptimalkan fungsi otak.

Dalam pemaparannya, Deny juga sempat membahas mengenai Bitcoin. Salah satu hal yang menyebabkan Bitcoin masih dipercaya oleh masyarakat umum maupun dunia adalah karena Bitcoin ditopang oleh teknologi Blockchain, sehingga semua transaksi menjadi transparan serta dianggap mampu menjaga netralitas dan kejujuran. Musuh dari teknologi Blockchain adalah hacker, tetapi hacker hanya bisa mencuri, tidak bisa mempermainkan informasi. “Sadar atau tidak, teknolgi Blockchain ini bisa menggantikan posisi Accounting Staff”katanya.

Deny juga menjelaskan beberapa profesi yang tidak akan terkena dampak kemajuan teknologi, di antaranya adalah konsultan pajak, appraisal, dan akuntan yang mampu menganalisis mesin. Seorang akuntan kini tidak hanya diharapkan mampu membuat laporan keuangan saja, akan tetapi mampu membuat keputusan (as a business leader and decision maker) dan harus memliki sifat scepticism. “Akuntan yang akan tetap dibutuhkan di masa depan adalah mereka yang bisa memprediksi masa depan melalui informasi yang sudah ada”paparnya.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Dr. Drs. Roekhudin , M.Si., Ak. berharap dengan adanya acara ini mahasiswa dapat menjadikan ICEAW sebagai penunjang profesi agar dapat menjadi akuntan yang berkompeten di masa depan.

Fiki Putri
Fiki Putri
Reporter Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya