Belajar Investasi dalam Kegiatan Monves

Kuliah Tamu Jurusan Akuntansi Bahas Data Analytics for Auditing
5 May 2019
Rina Ervina, Delegasi Brawijaya Untuk WTC 2019
7 May 2019

Investasi merupakan salah satu upaya bagi sebagian orang untuk memberikan rasa aman terhadap masa depannya. Di zaman yang serba modern untuk saat ini pilihan investasi sangat beragam mulai reksa dana, surat hutang, hingga saham. Hal ini tidak terlepas dari prinsip “high risk, high return”. Namun kurangnya edukasi mengenai investasi menjadikan permasalahan tersendiri bagi kaum milenial.

Hal inilah yang mendorong dilaksanakannya Monves pertama pada Kamis (2/5) dengan judul A Wake Up to Call to Your Investment Journey yang diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen. Selain untuk meningkatkan wawasan tentang investasi kegiatan ini juga mengajak para kaum milenial khususnya mahasiswa untuk lebih peduli tentang investasi

Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Dosen Manajemen Bapak M. Abdi Dzil Ikhram W , S.E. yang sekaligus sebagai moderator kegiatan ini. Sesi pertama diisi oleh Eko Pratomo yang merupakan seorang Investment Advisor. Beliau menjelaskan bahwa selagi masih muda harus banyak melakukan investasi untuk mempersiapkan rencana kedepannya.

Menurut survey terbaru 70% gaji para kaum milenial dihabiskan untuk memenuhi gaya hidup. Padahal tingkat inflasi yang terus naik dan stage of  life seperti pernikahan, liburan, pembelian rumah, pendidikanm, hingga pensiun masih menanti di masa yang akan datang.

Pembicara sesi kedua adalah seorang menejer investasi muda bernama Marko M. Martodirdjo yang juga seorang Head Of Retail, Digit Business, and Client Service. Beliau menjelaskan bahwa dalam metode invetasi ada metode bernama SMART. SMART merupakan kependekan dari Specific (Memiliki tujuan yang jelas), Measurable (Dapat dihitung dengan pasti), Achieveble (Dapat dijangkau oleh kita), Relevant (Cocok dengan kebutuhan), Time Base (Memiliki target waktu yang jelas).

Acara ini berlangsung dari pukul 8 hingga pukul setengah 1 di Aula Lantai 3 Gedung D Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Antusias peserta terlihat dengan membludaknya peserta hingga memenuhi seluruh kursi cadangan. (fz)