Upaya penguatan industri kakao nasional terus dilakukan melalui program Customer-Led Business Incubator for Farmers and Chocolate Crafters in Indonesia yang merupakan bagian dari kerja sama internasional antara Universitas Brawijaya, Ghent University (Belgia), Universitas Muhammadiyah Malang, serta Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute. Program ini berada dalam skema TEAM Project Higher Education & Science for Sustainable Development (HES4SD) yang didukung oleh VLIR-UOS Belgia.
Program inkubator bisnis ini secara resmi dimulai pada Oktober 2024 melalui kick-off meeting bersama mitra internasional dan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan riset, pemetaan pemangku kepentingan, serta perencanaan pelatihan yang akan dilaksanakan di Bali dan Jawa Timur pada Juli–Agustus 2025. Pendekatan inkubator yang diterapkan menitikberatkan pada kebutuhan pasar (customer-led), dengan tujuan menjembatani kesenjangan antara petani kakao dan perajin cokelat agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang sesuai preferensi konsumen.
Dalam laporan kegiatan disebutkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar di tengah meningkatnya permintaan global terhadap kakao premium dan keterbatasan pasokan dunia. Namun, tantangan utama masih ditemui pada kualitas pascapanen, keterbatasan kapasitas UMKM, serta rendahnya pangsa pasar perajin cokelat lokal yang baru mencapai sekitar 1,3 persen dari potensi pasar nasional. Melalui inkubator bisnis ini, petani dan perajin cokelat didorong untuk meningkatkan kualitas produksi, inovasi produk, serta strategi pemasaran berbasis kebutuhan pelanggan.
Selain kegiatan riset dan pelatihan, program ini juga memberikan dukungan pengembangan kapasitas sumber daya manusia, termasuk pemberian beasiswa kepada mahasiswa Program Magister Manajemen Universitas Brawijaya yang terlibat langsung dalam kegiatan penelitian dan pendampingan. Keterlibatan akademisi lintas disiplin dan mitra internasional diharapkan mampu menghasilkan model bisnis dan strategi hilirisasi kakao yang adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan terbangun ekosistem industri kakao yang lebih kuat dan inklusif, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi Indonesia dalam kolaborasi riset internasional serta mendukung pengembangan UMKM perajin cokelat sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan.