Malang, 2025 – Riset terbaru menunjukkan bahwa transisi politik memiliki pengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat, terutama melalui tekanan inflasi dan perubahan dinamika pendapatan. Inflasi yang meningkat mendorong penurunan simpanan masyarakat dan membatasi ruang konsumsi rumah tangga, khususnya di sektor informal. Kenaikan upah minimum disebut belum mampu sepenuhnya mengimbangi tekanan harga, sehingga kelompok berpendapatan rendah menjadi yang paling terdampak.

Hasil survei juga menyoroti bahwa stabilitas harga kebutuhan pokok, kepastian lapangan kerja, dan dukungan terhadap UMKM menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat. Responden menekankan pentingnya peran pemerintah melalui belanja publik, subsidi, dan pengawasan harga yang konsisten. Selain itu, kredit konsumsi dianggap membantu menjaga pola belanja jangka pendek, sementara kredit investasi menjadi vital bagi penguatan sektor produktif.

Para peneliti menekankan bahwa daya beli masyarakat akan lebih terjaga jika terdapat sinergi antara kebijakan jangka pendek dan strategi jangka panjang. Langkah-langkah seperti pengendalian inflasi, bantuan sosial, dan subsidi perlu didukung oleh penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan literasi keuangan. Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan dinilai krusial untuk menghadapi tantangan inflasi, ketidakpastian politik, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.

Scroll to Top
Skip to content