

Malang, FEB UB – Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menyelenggarakan Workshop Metodologi Penelitian pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang Utama, Gedung Dekanat Lama FEB UB. Kegiatan ini diikuti oleh dosen Program Magister (S2) dan Doktor (S3) Departemen Manajemen FEB UB.
Workshop ini mengangkat topik Instrumental Variable (IV), Propensity Score Matching (PSM), dan Difference-in-Differences (DiD) sebagai metode penting dalam menangani isu endogenitas pada penelitian manajemen. Topik tersebut dinilai relevan dan strategis dalam meningkatkan kualitas riset kuantitatif, khususnya penelitian berbasis data observasional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Manajemen FEB UB, Dr. Nanang Suryadi, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan metodologi penelitian lanjutan bagi dosen S2 dan S3 untuk meningkatkan kontribusi akademik, baik dalam publikasi ilmiah nasional maupun internasional.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengantar akademik oleh Prof. Risna Wijayanti, S.E., M.M., Ph.D., yang menyoroti urgensi penggunaan metode IV, PSM, dan DiD dalam menjawab permasalahan kausalitas serta meminimalkan bias dalam penelitian manajemen modern.
Sebagai narasumber utama, workshop ini menghadirkan Prof. Rangga Handika dari Tokyo International University. Dalam paparannya, Prof. Rangga menjelaskan konsep teoritis, asumsi dasar, serta contoh penerapan metode IV, PSM, dan DiD dalam penelitian manajemen. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan studi kasus yang relevan dengan riset para peserta.
Workshop yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas metodologis dosen S2 dan S3 Departemen Manajemen FEB UB, serta mendorong peningkatan kualitas dan ketepatan analisis dalam penelitian manajemen ke depan.
Departemen Manajemen FEB UB berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik serupa sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi dosen dan penguatan budaya riset yang unggul dan berdaya saing global.