Malang – Dalam rangka mendukung penguatan tata kelola dan transparansi ekonomi desa, Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) melalui program Desan FEB UB melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pembuatan Website Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Gadingkembar, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Helmy Aulia Rachman, S.A., M.A., dosen Departemen Akuntansi FEB UB, sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam mendorong digitalisasi pengelolaan usaha desa. Website BUMDes dirancang sebagai sarana informasi dan promosi yang memuat profil BUMDes, unit usaha, produk unggulan desa, laporan kegiatan, serta kanal komunikasi antara pengelola BUMDes dan masyarakat.
Pembuatan website ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme pengelolaan BUMDes, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk dan layanan desa. Melalui pemanfaatan teknologi digital, BUMDes Desa Gadingkembar diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian tidak hanya melakukan pengembangan website, tetapi juga memberikan pendampingan dan pelatihan pengelolaan konten kepada pengurus BUMDes agar website dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen DOSEN FEB UB untuk memberdayakan masyarakat desa berbasis peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Helmy Aulia Rachman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa. “Digitalisasi BUMDes melalui website menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi usaha, memperkuat kepercayaan publik, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, DOSEN FEB UB menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital desa serta penguatan ekonomi kerakyatan. Ke depan, website BUMDes Desa Gadingkembar diharapkan menjadi media strategis dalam pengembangan usaha desa dan dapat direplikasi pada desa-desa lain di Kabupaten Malang.
