FEB UB Gelar Kuliah Tamu Bersama Prof. Ben Charoenwong: Bahas Wealth Management dan Peran Broker-Dealer

Malang, 25 Februari 2025 – Program Studi Doktor Ilmu Manajemen dan Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) sukses menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan menghadirkan Prof. Ben Charoenwong (Associate Professor of Finance, INSEAD) sebagai narasumber utama. Acara ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Suherman, M.Si. dari Universitas Negeri Jakarta dan diawali dengan sambutan oleh Dr. Nanang Suryadi, SE., M.M., Ketua Departemen Manajemen FEB UB. Dalam sambutannya, Dr. Nanang berharap kuliah ini dapat memberikan wawasan berharga serta inspirasi bagi pengembangan ilmu manajemen di masa depan.

Kuliah tamu ini terbagi dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, Prof. Ben membahas “Wealth Management in the Digital Age”, yang menyoroti evolusi manajemen kekayaan dari era tradisional hingga era digital. Ia menjelaskan bagaimana teknologi seperti AI, blockchain, dan mobile apps telah mengubah cara pengelolaan keuangan, memberikan akses yang lebih luas bagi investor, serta meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan keuangan​.

Prof. Ben juga menekankan perubahan dari Wealth Management 1.0 hingga 3.0, di mana peran teknologi semakin signifikan dalam memberikan solusi investasi yang lebih personal dan berbasis data. Tantangan seperti asimetri informasi dan konflik kepentingan dalam industri keuangan juga menjadi sorotan dalam sesi ini​.

Pada sesi kedua, Prof. Ben membawakan materi tentang “Broker-Dealers and Executive Private Benefits”, yang membahas peran broker-dealer dalam transaksi keuangan serta potensi penyalahgunaan informasi dalam pasar modal. Ia menyoroti skandal backdating saham, di mana beberapa eksekutif perusahaan memanipulasi tanggal transaksi saham untuk mendapatkan keuntungan pajak yang lebih besar​.

Dalam penelitiannya, Prof. Ben menunjukkan bahwa peningkatan regulasi dan pengawasan terhadap broker-dealer dapat mengurangi praktik backdating dan meningkatkan transparansi dalam pasar keuangan. Ia juga menyoroti bagaimana peran auditor dan regulasi yang lebih ketat dapat membantu memperbaiki tata kelola perusahaan serta mengurangi potensi konflik kepentingan​.

Kuliah tamu ini menjadi ajang diskusi yang interaktif dan membuka wawasan baru bagi mahasiswa serta akademisi dalam memahami perkembangan terkini di dunia keuangan. Acara ini juga diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi mahasiswa PDIM FEB UB untuk mendapatkan perspektif global serta pemahaman mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam industri manajemen keuangan di era digital.

Scroll to Top
Skip to content